Menkop Resmikan Koperasi Desa Merah Putih di Yahukimo
JAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melakukan peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa Koperasi Merah Putih (KDKMP) Dekai di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pad...
JAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melakukan peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa Koperasi Merah Putih (KDKMP) Dekai di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah timur Indonesia.
Dalam keterangan resminya, Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa pembangunan KDKMP Dekai menjadi prioritas pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) lokal. "Koperasi ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi instrumen strategis untuk menghidupkan roda perekonomian masyarakat Yahukimo," ujar Ferry dalam sambutannya di lokasi pembangunan.
Ferry menjelaskan, KDKMP Dekai akan difungsikan sebagai pusat kegiatan ekonomi terpadu yang meliputi unit simpan pinjam, pengolahan hasil pertanian, serta distribusi barang kebutuhan pokok. Pemerintah menargetkan koperasi ini dapat melayani sedikitnya 5.000 anggota dari 30 kampung di Distrik Dekai dan sekitarnya.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Bupati Yahuli menyatakan apresiasinya terhadap keputusan pemerintah pusat yang menetapkan Yahukimo sebagai salah satu lokasi prioritas pembangunan koperasi desa.
"Kami menyambut baik keputusan ini. Dengan adanya KDKMP, kami optimistis masyarakat dapat lebih mudah mengakses permodalan dan pasar. Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan," kata Didimus dalam rapat koordinasi setelah acara seremoni.
Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah menyediakan lahan seluas 2 hektare untuk kompleks KDKMP yang akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama difokuskan pada pembangunan gedung utama, gudang penyimpanan, dan area parkir. Tahap kedua akan menyusul pembangunan unit pengolahan hasil bumi seperti kopi dan vanili yang menjadi komoditas unggulan daerah.
Optimalisasi Potensi Sumber Daya Alam
Menkop Ferry menekankan bahwa pembangunan KDKMP Dekai merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden untuk memperkuat ekosistem koperasi di seluruh Indonesia. "Potensi SDA di Yahukimo sangat besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga pariwisata. Koperasi akan menjadi wadah untuk mengelola potensi tersebut secara profesional dan berkeadilan," tegasnya.
Data Kementerian Koperasi menunjukkan, Papua Pegunungan memiliki tingkat inklusi keuangan yang masih rendah, yakni di bawah 40 persen. Melalui KDKMP, pemerintah menargetkan peningkatan akses layanan keuangan dan pendampingan usaha mikro bagi masyarakat adat setempat.
Ferry juga menyatakan bahwa pemerintah akan menggandeng perbankan nasional dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberikan pendampingan teknis dan akses permodalan bagi koperasi. "Kami tidak ingin koperasi ini berhenti pada pembangunan fisik. Kami pastikan ada program pengembangan kapasitas pengurus dan anggota," ujarnya.
Target Operasional dan Dampak Ekonomi
Pembangunan KDKMP Dekai ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 dan mulai beroperasi penuh pada triwulan pertama 2027. Pemerintah menargetkan koperasi ini dapat menyerap tenaga kerja lokal hingga 200 orang, baik sebagai pengurus, karyawan, maupun mitra pemasok.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Yahukimo, Kornelis Wenda, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan kurikulum pelatihan bagi calon pengurus koperasi. "Kami akan mengirimkan 15 orang untuk magang di koperasi sukses di Jawa Tengah dan Yogyakarta sebagai bagian dari transfer pengetahuan," ungkap Kornelis dalam rapat koordinasi internal.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan koperasi serupa di lima distrik lain di Yahukimo, yaitu Kurima, Anggruk, Ninia, dan Walma. Rencana ini akan dibahas dalam rapat pleno bersama DPRD setempat pada September mendatang untuk memastikan alokasi anggaran yang memadai.
Menkop Ferry menutup kunjungannya dengan melakukan peninjauan lokasi calon lahan pertanian terpadu yang akan dikelola oleh koperasi. Ia berharap KDKMP Dekai menjadi model percontohan bagi pengembangan koperasi desa di kawasan Pegunungan Tengah Papua. "Kami berkomitmen mendampingi hingga koperasi ini benar-benar mandiri dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Comments (0)