Oct 08, 2026
Politik

Menko Polhukam Minta Baintelkam Susun Rencana Pengamanan Pilkada 2024

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto meminta Badan Intelijen dan Keamanan Polri menyusun perencanaan kerja yang tajam dan terukur dal...

Menko Polhukam Minta Baintelkam Susun Rencana Pengamanan Pilkada 2024

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto meminta Badan Intelijen dan Keamanan Polri menyusun perencanaan kerja yang tajam dan terukur dalam menghadapi tahapan Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2024. Perintah itu disampaikan dalam kegiatan rapat koordinasi pengamanan nasional di Jakarta, sebagai bagian dari penekanan pemerintah agar seluruh pemangku kepentingan bekerja secara terintegrasi sejak tahapan awal hingga penetapan pemenang pemilihan.

Dalam arahannya, Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa keamanan penyelenggaraan pilkada tidak boleh bergantung pada respons dadakan. Ia menyatakan bahwa seluruh jajaran kepolisian, khususnya fungsi intelijen dan keamanan, harus mampu membaca dinamika lapangan lebih dini sehingga potensi gangguan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan berskala lebih besar.

Perencanaan Dini dan Deteksi Dini

Mencegah Gangguan Sejak Tahap Awal

Hadi Tjahjanto menginstruksikan agar Baintelkam Polri memetakan daerah-daerah yang memiliki potensi konflik berdasarkan rekam jejak pemilihan sebelumnya, polarisasi politik lokal, serta kondisi sosial masyarakat. Pemetaan tersebut, menurut dia, menjadi dasar penyusunan rencana pengamanan yang berbasis data dan perkiraan situasi, bukan sekadar penugasan rutin.

Menurut Hadi, rencana yang disusun harus memuat langkah antisipasi yang jelas, termasuk penentuan titik-titik rawan, alokasi personel, serta mekanisme koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan Komisi Pemilihan Umum. Ia menyatakan bahwa kesuksesan pengamanan pilkada sangat ditentukan oleh kualitas persiapan yang dilakukan jauh sebelum hari pemungutan suara berlangsung.

"Saya minta Baintelkam membuat perencanaan yang tajam untuk Pilkada 2024, perencanaan yang benar-benar memetakan persoalan di lapangan," ujar Hadi Tjahjanto dalam rapat koordinasi tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi.

Ia menambahkan bahwa setiap rencana harus dilengkapi dengan alternatif langkah apabila situasi berkembang di luar perkiraan. Dengan begitu, aparat memiliki kesiapan menghadapi berbagai skenario, mulai dari unjuk rasa massa hingga gangguan terhadap logistik pemilu.

Koordinasi Lintas Instansi

Sinergi Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Hadi Tjahjanto menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam menjaga stabilitas politik nasional. Ihwal itu, ia mengingatkan bahwa keamanan pilkada bukan tanggung jawab satu lembaga semata, melainkan hasil kerja bersama antara kepolisian, tentara, penyelenggara pemilu, dan pemerintah daerah.

Hadi menyatakan bahwa TNI akan mendukung pengamanan pilkada sesuai dengan peran dan kewenangan yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Dukungan tersebut difokuskan pada daerah-daerah yang membutuhkan penguatan pengamanan, tanpa menggeser fungsi utama Polri sebagai penanggung jawab keamanan dalam negeri.

Secara khusus, Hadi meminta agar komunikasi antarpihak dibangun secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang hari pemungutan suara. Koordinasi yang berkala dinilai mampu mempercepat penyampaian informasi ketika terjadi perkembangan situasi yang perlu ditangani segera.

Salah satu poin penting dalam arahan tersebut adalah penegasan bahwa setiap laporan dari lapangan harus ditindaklanjuti secara proporsional. Data dan informasi yang diterima aparat intelijen, menurut Hadi, menjadi masukan utama bagi pengambil keputusan dalam menentukan tingkat kewaspadaan di setiap wilayah.

Kesiapan Menghadapi Pemilu Serentak

Menjaga Stabilitas Politik Nasional

Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa penyelenggaraan pilkada serentak membawa tantangan tersendiri karena melibatkan jumlah wilayah dan pasangan calon yang besar secara bersamaan. Oleh karena itu, ia memandang perlu adanya standar operasional pengamanan yang seragam agar setiap daerah menerapkan pola kerja yang sama dalam mendetekasi dan menangani gangguan.

Ia menegaskan bahwa stabilitas politik nasional menjadi prioritas utama pemerintah. Dalam pandangan Hadi, iklim politik yang sehat hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak taat pada aturan serta aparat keamanan mampu menjamin jalannya proses demokrasi secara aman dan tertib.

Lebih lanjut, Hadi meminta seluruh jajaran Baintelkam Polri bekerja profesional dan netral dalam menjalankan tugasnya. Ia menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu sangat bergantung pada kinerja aparat yang konsisten menjaga keamanan tanpa memihak kekuatan politik mana pun.

Menutup arahannya, Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa kegagalan dalam membaca potensi gangguan sejak dini dapat berujung pada eskalasi konflik yang sulit dikendalikan. Karena itu, ia memandang perencanaan yang matang sebagai investasi penting dalam menjamin pelaksanaan pilkada berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User