Oct 12, 2026
Politik

Menko Polhukam Instruksikan Baintelkam Polri Susun Rencana Tajam Pilkada 2024

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto menegaskan pentingnya perencanaan yang tajam dari Badan Intelijen dan Keamanan ...

Menko Polhukam Instruksikan Baintelkam Polri Susun Rencana Tajam Pilkada 2024

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto menegaskan pentingnya perencanaan yang tajam dari Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dalam mengawal penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Jakarta, sebagai langkah menindaklanjuti kesiapan pengamanan pesta demokrasi di 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota.

Hadi menegaskan bahwa perencanaan tajam menjadi prasyarat utama agar seluruh potensi kerawanan dapat dipetakan sejak dini. "Baintelkam harus mampu menyusun perencanaan yang tajam, bukan sekadar administratif. Setiap dinamika harus terukur," ujarnya dalam forum yang dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

Pemetaan Kerawanan Jadi Prioritas

Dalam rapat koordinasi tersebut, Hadi menyatakan bahwa intelijen memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini berbagai bentuk ancaman, mulai dari konflik antar pendukung, politisasi identitas, hingga potensi gangguan keamanan di wilayah dengan tingkat kompetisi tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah daerah telah ditetapkan memiliki kerawanan tinggi sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Ia meminta agar Baintelkam Polri menyusun rencana operasi yang bersifat prediktif, bukan reaktif. Pendekatan tersebut dinilai krusial agar aparat keamanan dapat mengantisipasi eskalasi konflik sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih luas. "Keputusan harus diambil berbasis data intelijen yang valid, bukan asumsi," tegasnya.

Menurut Hadi, sinergi antara Baintelkam Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan pengamanan Pilkada. Ia menekankan bahwa setiap temuan intelijen wajib ditindaklanjuti secara cepat melalui mekanisme koordinasi lintas lembaga.

Netralitas Aparat dan Stabilitas Nasional

Selain aspek pengamanan, Menko Polhukam menyoroti pentingnya netralitas aparat keamanan dalam seluruh tahapan Pilkada. Ia menyatakan bahwa Polri sebagai institusi negara harus berdiri di atas kepentingan semua pihak dan tidak berpihak kepada kandidat mana pun. Hal ini merupakan amanat undang-undang dan komitmen pemerintah dalam menjaga integritas demokrasi.

"Netralitas bukan pilihan, melainkan kewajiban. Setiap penyimpangan akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Hadi. Ia juga meminta jajaran intelijen untuk memonitor potensi pelanggaran netralitas dan melaporkannya melalui jalur resmi.

Rapat koordinasi tersebut turut membahas kesiapan anggaran, logistik, serta dukungan teknologi informasi untuk pengamanan Pilkada. Pemerintah menargetkan seluruh tahapan berjalan aman, tertib, dan lancar, termasuk pada masa kampanye, pemungutan suara, hingga rekapitulasi hasil.

Langkah Tindak Lanjut dan Koordinasi Lintas Sektor

Sebagai tindak lanjut, Baintelkam Polri akan menyusun dokumen perencanaan yang memuat analisis risiko per wilayah, skenario penanganan konflik, serta protokol koordinasi dengan pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu. Dokumen tersebut dijadwalkan dibahas dalam Rapat Koordinasi lanjutan bersama kementerian dan lembaga terkait.

Hadi menekankan bahwa stabilitas politik dan keamanan merupakan prasyarat utama bagi kelancaran pembangunan nasional. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta menjaga sinergi dan tidak mengedepankan kepentingan kelompok di atas kepentingan bangsa. "Pilkada adalah sarana demokrasi, bukan ajang perpecahan," pungkasnya.

Dengan instruksi tersebut, Baintelkam Polri diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang komprehensif, terukur, dan dapat dieksekusi secara tepat. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan Pilkada Serentak 2024 berlangsung aman, damai, dan bermartabat, sejalan dengan prinsip demokrasi yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User