Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menerima kunjungan kerja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, dalam rangka Rapat Koordinasi guna menyinkronkan program pembangunan sumber daya manusia di sektor kepemudaan dan keolahragaan. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelaraskan kebijakan lintas kementerian di bawah naungan Kemenko PMK.
"Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk memastikan setiap program pembangunan manusia berjalan terintegrasi, khususnya di bidang kepemudaan dan keolahragaan," ujar Sugiono dalam keterangan yang disampaikan usai pertemuan.
Dalam rapat tersebut, kedua pejabat membahas sejumlah agenda strategis, termasuk persiapan agenda nasional keolahragaan, penguatan ekosistem pembinaan atlet usia dini, serta program pemberdayaan pemuda yang berkaitan langsung dengan pengurangan angka pengangguran terbuka di kalangan generasi muda.
Sinkronisasi Program Lintas Kementerian
Menurut Sugiono, Kemenko PMK berperan sebagai simpul koordinasi yang memastikan program Kemenpora selaras dengan kebijakan kementerian lain, seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Ketenagakerjaan. "Kami tidak ingin ada tumpang tindih program. Setiap rupiah anggaran negara harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas pemuda Indonesia," tegasnya.
Erick Thohir dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah usulan program yang memerlukan dukungan koordinasi lintas sektor. "Kami membawa sejumlah inisiatif, mulai dari penguatan talenta muda hingga pengembangan industri olahraga. Dukungan Kemenko PMK sangat penting agar program ini dapat dieksekusi secara efektif," ujar Erick.
"Kolaborasi antar kementerian adalah kunci. Tanpa koordinasi yang rapi, program sebaik apa pun tidak akan optimal di lapangan," kata Erick Thohir.
Rapat koordinasi tersebut juga menyoroti pentingnya pemanfaatan data terpadu untuk memetakan kebutuhan pembinaan pemuda di daerah. Kemenko PMK dan Kemenpora sepakat untuk memperkuat mekanisme pelaporan berkala agar setiap capaian program dapat dievaluasi secara terukur.
Fokus pada Pemberdayaan dan Prestasi
Sugiono menegaskan bahwa pembangunan manusia tidak dapat dipisahkan dari aspek kepemudaan. Berdasarkan data yang dibahas dalam rapat, indeks pembangunan pemuda menjadi salah satu indikator utama yang akan diintervensi melalui program kolaboratif. "Kepemudaan bukan sekadar sektor pelengkap. Ia adalah fondasi daya saing bangsa ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Menpora menyampaikan bahwa penguatan prestasi olahraga nasional memerlukan dukungan anggaran dan regulasi yang konsisten. Ia berharap hasil koordinasi ini dapat ditindaklanjuti dalam Pleno yang melibatkan kementerian terkait.
Kedua pejabat juga membahas potensi kerja sama dengan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan event olahraga nasional dan program pelatihan kepemudaan berbasis komunitas. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan program tidak hanya terpusat di ibu kota, tetapi juga menjangkau daerah tertinggal.
Langkah Tindak Lanjut
Sebagai hasil rapat, Kemenko PMK dan Kemenpora akan membentuk tim kerja bersama untuk menyusun matriks program prioritas dalam waktu dekat. Tim tersebut akan melibatkan perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait agar rumusan kebijakan dapat segera disahkan.
"Kami targetkan matriks program ini selesai dalam waktu singkat, sehingga dapat dijadikan dasar penyusunan rencana kerja tahun anggaran berikutnya," tutur Sugiono.
Pertemuan di Kantor Kemenko PMK tersebut berlangsung dalam suasana kerja yang konstruktif. Keduanya sepakat bahwa koordinasi yang erat antara Kemenko PMK dan Kemenpora menjadi prasyarat utama bagi tercapainya target pembangunan sumber daya manusia yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
Dengan sinergi ini, pemerintah menegaskan posisi pembangunan manusia sebagai agenda prioritas nasional, sekaligus memperkuat fondasi kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pemuda dan prestasi olahraga Indonesia di kancah global.
Comments (0)