Mendes PDT Ajak Lulusan UIN Banten Ciptakan Lapangan Kerja di Desa

SERANG — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten turut menciptakan lapangan ke...

Mendes PDT Ajak Lulusan UIN Banten Ciptakan Lapangan Kerja di Desa

SERANG — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak lulusan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten turut menciptakan lapangan kerja di desa. Ajakan tersebut disampaikan Yandri dalam kuliah umum di hadapan sivitas akademika UIN SMH Banten di Kota Serang, Banten, Sabtu (8/8/2026).

Dalam orasi ilmiah bertema pembangunan desa itu, Yandri menegaskan sarjana baru semestinya tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan di kawasan perkotaan. Ia mendorong para lulusan kembali ke desa dan menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan potensi lokal yang selama ini belum tergarap secara optimal.

"Jangan hanya bercita-cita menjadi pencari kerja. Jadilah pencipta lapangan kerja. Desa-desa kita menyimpan kekayaan luar biasa, dan negara membutuhkan anak-anak muda terdidik untuk mengelolanya," ujar Yandri dalam sambutannya.

Menurut Yandri, pemerintah telah menyediakan ekosistem pendukung melalui penyaluran dana desa yang sejak 2015 nilainya menembus lebih dari Rp600 triliun bagi lebih dari 74 ribu desa di seluruh Indonesia. Anggaran tersebut, kata dia, harus berdampak langsung pada pembukaan kesempatan kerja bagi warga desa.

Program Desa Ekspor Jadi Prioritas

Yandri menyatakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menempatkan program Desa Ekspor sebagai salah satu prioritas pembangunan ekonomi desa. Melalui program itu, produk unggulan desa didorong menembus pasar global, mulai dari komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, hingga produk kerajinan.

"Setiap desa punya produk unggulan. Tugas kita bersama adalah memastikan produk itu naik kelas, memenuhi standar, dan diterima pasar internasional. Di sinilah peran sarjana sangat dibutuhkan, mulai dari urusan kualitas, kemasan, sertifikasi, sampai pemasaran digital," kata Yandri.

Ia menambahkan, lulusan UIN SMH Banten yang menguasai ilmu ekonomi syariah, manajemen, dan teknologi informasi dapat mengambil peran strategis dalam membangun rantai nilai produk desa, termasuk melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama.

Desa Wisata Mengangkat Ekonomi Warga

Selain Desa Ekspor, Yandri menyoroti pengembangan desa wisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru di perdesaan. Ia menyebut Provinsi Banten memiliki modal kuat, mulai dari wisata budaya dan religi hingga wisata alam pesisir.

"Banten ini luar biasa. Ada wisata religi, ada kekayaan budaya, ada pantai yang indah. Kalau dikelola secara profesional oleh anak-anak muda desa, desa wisata bisa menyerap banyak tenaga kerja dan menaikkan pendapatan warga," tuturnya.

Yandri menjelaskan, desa wisata yang dikelola dengan baik mampu melipatgandakan perputaran uang di desa melalui sektor penginapan, kuliner, transportasi lokal, dan ekonomi kreatif. Karena itu, ia meminta pemerintah desa berani mengalokasikan dana desa untuk kegiatan produktif, bukan semata-mata pembangunan fisik.

Sinergi Kampus dan Desa

Dalam kesempatan yang sama, Yandri mengajak jajaran rektorat UIN SMH Banten memperkuat sinergi dengan pemerintah desa melalui kuliah kerja nyata (KKN) tematik, program pendampingan, serta riset terapan yang berpihak pada kebutuhan desa.

"Kampus jangan menjadi menara gading. Ilmu yang diajarkan di ruang kuliah harus terasa manfaatnya sampai ke pelosok desa. Kementerian kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk kolaborasi," ucap Yandri.

Jajaran pimpinan UIN SMH Banten menyambut baik ajakan tersebut dan menyatakan kesiapan menindaklanjuti melalui kerja sama resmi dengan Kementerian Desa PDT, termasuk penguatan program kewirausahaan mahasiswa berbasis potensi desa.

Menutup kuliah umum, Yandri berpesan agar para wisudawan menjadikan desa sebagai ladang pengabdian sekaligus peluang usaha. "Masa depan ekonomi Indonesia ada di desa. Siapa yang berani pulang dan membangun, dialah yang akan menjadi pengusaha besar berikutnya," katanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User