Sep 17, 2026
Nasional

Mendagri Tito Karnavian Tekankan Penguatan Pengelolaan Kawasan Perbatasan Negara

JAKARTA, Apaberita.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BN

Mendagri Tito Karnavian Tekankan Penguatan Pengelolaan Kawasan Perbatasan Negara

JAKARTA, Apaberita.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), menekankan pentingnya penguatan strategi pengelolaan kawasan perbatasan di seluruh penjuru Nusantara. Dalam pemaparannya, Tito membeberkan berbagai capaian strategis sekaligus menegaskan pergeseran paradigma pembangunan, di mana kawasan perbatasan tidak lagi dipandang sebagai halaman belakang, melainkan beranda depan negara yang melambangkan martabat dan kedaulatan Indonesia.

Menurut Mendagri, pengelolaan wilayah perbatasan memerlukan pendekatan terpadu yang seimbang. Pemerintah secara konsisten memadukan aspek keamanan nasional (security approach) untuk menjaga keutuhan wilayah dengan aspek kesejahteraan (prosperity approach) guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Strategi ganda ini dinilai sangat efisien untuk mempercepat pembangunan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Capaian Strategis Pembangunan Perbatasan Negara

Dalam beberapa tahun terakhir, BNPP bersama kementerian dan lembaga terkait berhasil merealisasikan berbagai program prioritas untuk memperkuat konektivitas serta memodernisasi infrastruktur perbatasan. Langkah ini berimbas positif pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengawasan kedaulatan.

  • Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu: Pemerintah telah mendirikan dan mengoperasikan puluhan PLBN megah yang tersebar di wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua untuk memfasilitasi pergerakan barang serta manusia secara efisien dan aman.
  • Peningkatan Perekonomian dan Perdagangan Lokal: Penyediaan sarana pasar perbatasan dan fasilitas penunjang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendorong transaksi perdagangan lintas negara secara legal.
  • Pemerataan Infrastruktur Fisik dan Digital: Pembangunan jalan paralel perbatasan, penyediaan akses air bersih, jaringan listrik, serta perluasan konektivitas telekomunikasi hingga ke pulau-pulau kecil terluar.
  • Penguatan Pengawasan Keamanan Terpadu: Sinergi ketat antarinstansi di batas negara, termasuk unsur TNI, Polri, Badan Keamanan Laut (Bakamla), Bea Cukai, serta Imigrasi.

Tiga Pilar Utama Penguatan Kawasan Terluar

Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa keberlanjutan pengelolaan kawasan perbatasan ke depan harus berpatok pada pilar keamanan, pelayanan publik, dan kemandirian ekonomi. Hal ini sangat krusial mengingat dinamika geopolitik kawasan yang terus berkembang pesat.

"Perbatasan adalah etalase bangsa. Kita harus memastikan bahwa kawasan perbatasan tidak hanya aman dari ancaman kedaulatan, tetapi juga tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menyejahterakan warganya," tegas Tito Karnavian.

Berikut adalah urutan prioritas penguatan kawasan perbatasan yang menjadi fokus kerja BNPP:

  1. Pengawasan Teritorial yang Ketat: Mengoptimalkan sistem keamanan perbatasan guna mencegah kejahatan lintas negara seperti penyelundupan narkotika, perdagangan manusia (human trafficking), pembalakan liar, serta penangkapan ikan ilegal.
  2. Peningkatan Kesejahteraan dan Layanan Sosial: Memastikan seluruh warga perbatasan memiliki akses memadai terhadap fasilitas kesehatan berkualitas, pendidikan yang layak, dan infrastruktur pemukiman yang aman.
  3. Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Perbatasan: Memanfaat potensi komoditas lokal unggulan agar memiliki daya saing ekspor ke negara tetangga demi meningkatkan devisa dan perekonomian daerah.

Tantangan dan Langkah Strategis BNPP Ke Depan

Meskipun beragam progres nyata telah dicapai, Mendagri menggarisbawahi bahwa tantangan di lapangan masih tergolong kompleks. Kondisi geografis yang ekstrem, keterbatasan akses rantai pasok logistik, serta ancaman asimetris memerlukan koordinasi lintas sektor yang semakin solid.

Oleh karena itu, BNPP berkomitmen untuk terus mengawal pengalokasian anggaran pembangunan secara tepat sasaran dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat. Dengan komitmen yang berkesinambungan, kawasan perbatasan Indonesia diproyeksikan akan tumbuh menjadi benteng pertahanan yang tangguh sekaligus motor penggerak ekonomi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User