JAKARTA — Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) secara resmi membuka gelaran Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 melalui konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (17/9). Agenda tahunan ini diselenggarakan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut secara komprehensif.
Dalam pemaparannya, jajaran pengurus PB PDGI menyoroti masih rendahnya kepedulian masyarakat Indonesia dalam merawat kesehatan rongga mulut secara benar. Padahal, kesehatan gigi memiliki keterkaitan erat dengan kualitas hidup dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kondisi Kesehatan Gigi dan Paparan Data Riset
Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), drg. Tari Tritarayati, SH., MH.Kes., menyampaikan bahwa berdasarkan data nasional, mayoritas masyarakat Indonesia masih menghadapi keluhan kesehatan gigi yang berulang. Meski kesadaran menyikat gigi harian terbilang tinggi, praktik dan waktu pelaksanaannya sebagian besar belum sesuai dengan standar medis.
PB PDGI mencatat bahwa kebiasaan keliru yang berlangsung bertahun-tahun menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya angka kerusakan gigi di berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Tiga Masalah Utama Kesehatan Mulut di Indonesia
Berdasarkan data rekam medis dan hasil riset kesehatan dasar, drg. Tari Tritarayati memaparkan tiga masalah utama kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dijumpai pada masyarakat Indonesia:
- Karies Gigi (Gigi Berlubang): Masalah paling mendominasi yang disebabkan oleh penumpukan plak sisa makanan manis dan asam, yang perlahan mengikis lapisan email gigi.
- Penyakit Periodontal (Masalah Gusi): Peradangan pada gusi dan jaringan penyangga gigi, sering ditandai dengan gusi mudah berdarah saat menyikat gigi hingga menyebabkan gigi goyang.
- Bau Mulut (Halitosis) dan Gigi Tanggal: Masalah kebersihan mulut yang terabaikan hingga memicu pembusukan, akumulasi karang gigi, serta hilangnya fungsi kunyah akibat gigi terlepas prematur.
"Banyak masyarakat yang masih menganggap sepele keluhan gigi berlubang atau gusi berdarah. Padahal jika dibiarkan tanpa penanganan medis, infeksi pada rongga mulut dapat masuk ke aliran darah dan memicu komplikasi penyakit sistemik lainnya," tegas drg. Tari Tritarayati.
Pentingnya Mengubah Pola dan Waktu Menyikat Gigi
Guna menekan angka infeksi dan kerusakan gigi, PB PDGI menekankan pentingnya edukasi mengenai waktu menyikat gigi yang benar. Sebagian besar masyarakat masih membiasakan diri menyikat gigi saat mandi pagi dan mandi sore, yang dinilai kurang efektif dalam melindungi email gigi sepanjang hari.
PB PDGI merekomendasikan langkah-langkah pencegahan dasar berikut:
- Menyikat gigi dua kali sehari: pagi hari setelah sarapan dan malam hari tepat sebelum tidur.
- Menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk memperkuat struktur email dan mencegah demineralisasi.
- Menggunakan sikat gigi berbulu halus dan menggantinya setiap 3 bulan sekali.
- Melakukan kunjungan berkala dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.
Komitmen Edukasi Berkelanjutan Melalui BKGN 2026
Peluncuran BKGN 2026 di Jakarta ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan gigi gratis dan edukasi publik yang akan dilaksanakan di berbagai rumah sakit gigi dan mulut (RSGM) serta fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. PB PDGI berharap momentum ini dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat secara luas demi mewujudkan Indonesia bebas karies.
Comments (0)