Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat langkah modernisasi dan ekspansi pasar untuk subsektor peternakan dan kesehatan hewan nasional. Melalui partisipasi aktif dalam ajang pameran peternakan internasional International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) 2026, pemerintah menargetkan peningkatan daya saing komoditas lokal agar mampu berbicara banyak di kancah perdagangan regional maupun global.
Langkah strategis ini dipandang sangat esensial di tengah dinamika rantai pasok pangan global yang menuntut efisiensi, ketertelusuran, dan standar biosekuriti yang tinggi. Melalui pameran berskala internasional, pelaku industri peternakan dalam negeri mendapatkan panggung untuk memamerkan keunggulan produk olahan, pakan berkualitas, hingga inovasi obat hewan buatan industri lokal.
Menembus Pasar Global Lewat Akselerasi Teknologi
Kementan menilai bahwa partisipasi dalam pameran dagang tidak sekadar menjadi etalase promosi, melainkan sarana krusial untuk menarik investasi langsung dan kemitraan teknologi (business-to-business matching). Pemanfaatan teknologi budi daya mutakhir dan otomatisasi peternakan (smart farming) dinilai sebagai kunci utama untuk mendongkrak produktivitas peternak rakyat dan korporasi.
"Pameran internasional seperti ILDEX menjadi jembatan strategis untuk mempertemukan inovator lokal dengan pasar dunia, sekaligus mempercepat transfer teknologi modern ke peternak kita guna menggenjot produktivitas," tegas pejabat Kementan dalam keterangannya.
Pemerintah juga berfokus mendorong peningkatan ekspor produk bernilai tambah, seperti karkas ayam, telur olahan, sarang burung walet, serta produk biologi dan farmasi veteriner. Standardisasi mutu dan jaminan bebas penyakit hewan menular menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menembus pasar ketat di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Uni Eropa.
Peta Potensi dan Fokus Subsektor Peternakan
Dalam menyongsong perhelatan dagang internasional tersebut, pemerintah telah memetakan sejumlah fokus komoditas unggulan yang dinilai memiliki prospek ekspor menjanjikan serta potensi substitusi impor yang kuat:
| Subsektor Komoditas | Fokus Target Pengembangan | Strategi Akselerasi Pasar |
|---|---|---|
| Perunggasan (Unggas & Telur) | Pasar ekspor ASEAN & Timur Tengah | Penerapan kompartemen bebas flu burung dan sertifikasi halal internasional. |
| Ruminansia (Sapi & Domba) | Pemenuhan kebutuhan protein lokal & ekspor bibit | Integrasi sapi-sawit dan pengembangan pembiakan berbasis teknologi inseminasi buatan. |
| Obat & Vaksin Hewan | Ekspansi pasar global obat hewan mandiri | Standardisasi CPOHB (Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik) berstandar global. |
Kemandirian Pangan dan Standardisasi Kesehatan Hewan
Selain fokus pada ekspansi komersial, Kementan menggarisbawahi pentingnya penguatan aspek kesehatan hewan dan pengendalian penyakit zoonosis. Ketahanan pangan yang tangguh hanya dapat terwujud jika populasi ternak terlindungi secara optimal melalui tata kelola biosekuriti yang ketat di tingkat peternak hulu.
Dengan keterlibatan lintas pemangku kepentingan—mulai dari asosiasi peternak, akademisi, hingga pelaku industri pakan dan farmasi veteriner—ILDEX 2026 diharapkan mampu mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat kekuatan industri peternakan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Comments (0)