Menbud Peringati 400 Tahun Syekh Yusuf, Soroti Warisan Peradaban Dunia

JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa warisan intelektual dan spiritual Syekh Yusuf Al-Makassari memiliki posisi penting dalam sejarah peradaban dunia. Penegasan tersebut disampaik...

Oct 10, 2026 - 19:19
0 0
Menbud Peringati 400 Tahun Syekh Yusuf, Soroti Warisan Peradaban Dunia

JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa warisan intelektual dan spiritual Syekh Yusuf Al-Makassari memiliki posisi penting dalam sejarah peradaban dunia. Penegasan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati empat abad kelahiran ulama asal Gowa, Sulawesi Selatan, yang jatuh pada tahun ini dan ditetapkan sebagai momentum diplomasi budaya Indonesia.

"Syekh Yusuf bukan hanya milik Makassar, bukan hanya milik Indonesia, tetapi telah menjadi bagian dari khazanah peradaban dunia," ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya di Jakarta, sebagaimana dikutip dari pernyataan Kementerian Kebudayaan.

Menurut Fadli, peringatan 400 tahun Syekh Yusuf menjadi sarana menempatkan kembali figur ulama abad ke-17 itu pada panggung internasional. Pemerintah, lanjutnya, memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat jejaring diplomasi budaya, khususnya dengan Belanda, negara tempat Syekh Yusuf menghabiskan masa pengasingan pada akhir hidupnya.

Jejak Diplomasi Budaya di Belanda

Fadli Zon menyatakan bahwa jejak Syekh Yusuf di Belanda masih terjaga hingga kini. Di kawasan Zandvliet, Afrika Selatan, dan beberapa lokasi lain, makam serta pusat kajian yang dikaitkan dengan perjalanan dakwahnya telah menjadi rujukan lintas negara. Hubungan historis itu, kata dia, membuka ruang kerja sama kebudayaan yang lebih luas antara Indonesia dan Belanda.

"Kami menindaklanjuti warisan ini melalui berbagai program, termasuk pameran, seminar internasional, dan pertukaran akademik," tutur Fadli.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut telah dibahas dalam forum bilateral dan Rapat Koordinasi antar kementerian. Berdasarkan catatan Kementerian Kebudayaan, sejumlah naskah kuno, manuskrip, dan literatur yang berkaitan dengan Syekh Yusuf tersimpan di berbagai pusat arsip Eropa dan Afrika Selatan, sehingga memerlukan upaya pemajuan kebudayaan yang terkoordinasi.

Warisan Intelektual Lintas Bidang

Diketahui luas bahwa Syekh Yusuf Al-Makassari, yang lahir pada 1626 di Gowa, merupakan ulama yang menguasai berbagai disiplin ilmu. Selain dikenal sebagai mursyid tarekat, ia menulis sejumlah karya dalam bidang tasawuf, fikih, dan politik kenegaraan. Karya-karyanya bahkan disebut menjadi salah satu rujukan awal bagi gerakan pembebasan di Afrika Selatan.

Fadli Zon menilai, kapasitas keilmuan Syekh Yusuf perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Ia menyatakan bahwa Kementerian Kebudayaan mendorong penguatan narasi sejarah tokoh bangsa sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pemajuan kebudayaan nasional.

"Beliau adalah bukti bahwa Indonesia sejak lama melahirkan pemikir yang berkontribusi pada peradaban global," tegasnya.

Penguatan Identitas Bangsa

Dalam kerangka peringatan tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah agenda, antara lain seminar nasional, penulisan biografi, hingga penerjemahan naskah-naskah Syekh Yusuf. Langkah ini dinilai sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menempatkan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya sebagai prioritas.

Fadli Zon menyatakan bahwa peringatan 400 tahun Syekh Yusuf bukan semata seremoni tahunan. Menurutnya, momentum ini menjadi pijakan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kebudayaan di tingkat global dan mempererat hubungan antarbangsa yang memiliki ikatan sejarah.

"Keputusan menjadikan Syekh Yusuf sebagai ikon diplomasi budaya adalah bagian dari upaya menegaskan identitas Indonesia sebagai bangsa yang berperadaban," pungkasnya.

Peringatan ini turut melibatkan pemerintah daerah Sulawesi Selatan, kalangan akademisi, serta perwakilan Indonesia di Belanda. Sejumlah kegiatan dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun dengan mengangkat tema besar mengenai warisan Syekh Yusuf sebagai jembatan antarbangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User