Oct 13, 2026
Politik

Menag Nasaruddin Umar Umumkan Agenda Peringatan Hari Santri 2026

Jakarta — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan sejumlah agenda peringatan Hari Santri 2026 dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Pernyataan tersebut d...

Menag Nasaruddin Umar Umumkan Agenda Peringatan Hari Santri 2026

Jakarta — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan sejumlah agenda peringatan Hari Santri 2026 dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari persiapan pemerintah dalam menyambut peringatan tahunan yang ditetapkan berdasarkan keputusan resmi pemerintah pusat.

"Kami telah menyusun sejumlah agenda peringatan Hari Santri 2026 yang akan dilaksanakan secara terkoordinasi lintas kementerian dan lembaga," ujar Nasaruddin Umar dalam rapat tersebut.

Menurut Menag, rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri 2026 akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, organisasi keagamaan, pondok pesantren, serta pemerintah daerah. Penetapan agenda tersebut, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah dalam mengakui peran strategis santri dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa.

Rangkaian Kegiatan Resmi dan Pelibatan Pesantren

Nasaruddin Umar menegaskan bahwa agenda peringatan Hari Santri 2026 dirancang untuk memperkuat keterlibatan pondok pesantren sebagai basis pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda. Ia menyatakan bahwa rangkaian kegiatan akan mencakup upacara resmi, seminar kebangsaan, serta kegiatan sosial yang melibatkan santri dari berbagai daerah.

"Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menegaskan kontribusi santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya. Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan seluruh agenda berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menag juga menyampaikan bahwa pelibatan pemerintah daerah menjadi bagian penting agar pelaksanaan peringatan tidak hanya terpusat di ibu kota. Berdasarkan arahan yang ditetapkan, masing-masing kantor wilayah Kementerian Agama di provinsi dan kabupaten/kota akan menyelenggarakan kegiatan serupa dengan menyesuaikan kondisi dan kearifan lokal setempat.

Penegasan Peran Santri dalam Sejarah Bangsa

Nasaruddin Umar menyatakan bahwa penetapan Hari Santri merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran historis santri dan ulama dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, seperti nasionalisme, keikhlasan, dan pengabdian, harus terus dijaga oleh generasi santri saat ini.

"Santri memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para ulama, bukan hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan bangsa dan penguatan karakter masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan pesantren, baik dari sisi kurikulum, sarana prasarana, maupun kompetensi tenaga pendidik. Menurutnya, penguatan pesantren menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda peringatan Hari Santri 2026, karena esensi peringatan tersebut terletak pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan santri.

Koordinasi Lintas Sektor dan Persiapan Teknis

Dalam forum yang sama, Menag mengungkapkan bahwa persiapan teknis peringatan telah memasuki tahap koordinasi lintas sektor. Beberapa hal yang dibahas meliputi penyusunan jadwal kegiatan, penetapan lokasi upacara utama, serta koordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan pelaksanaan berlangsung tertib dan aman.

Ia menyatakan bahwa Kementerian Agama akan menggelar rapat lanjutan bersama sejumlah kementerian dan lembaga untuk memfinalkan susunan kepanitiaan serta anggaran pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan keputusan yang akan ditetapkan kemudian, seluruh rangkaian acara diharapkan selesai sebelum tanggal puncak peringatan.

Menag juga menekankan pentingnya pesan perdamaian dan toleransi dalam setiap rangkaian kegiatan Hari Santri 2026. Menurutnya, santri memiliki posisi strategis sebagai agen moderasi beragama yang mampu merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

"Kami ingin peringatan Hari Santri 2026 menjadi momentum untuk memperkuat moderasi beragama dan menjaga persatuan seluruh elemen bangsa," ujar Nasaruddin Umar.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama akan mengundang perwakilan pondok pesantren dari berbagai provinsi untuk berpartisipasi dalam kegiatan puncak. Pelibatan tersebut, katanya, merupakan bentuk penghargaan terhadap pesantren yang selama ini menjadi pilar pendidikan keagamaan di daerah.

Sejumlah agenda peringatan Hari Santri 2026 yang disampaikan Menag akan ditetapkan secara resmi melalui keputusan kepanitiaan yang tengah disusun. Kementerian Agama menyatakan komitmennya untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi pengembangan pesantren serta peningkatan peran santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User