Mekkah — Jemaah Haji Hadapi Gelombang Panas Ekstrem di Tanah Suci
Mekkah, Arab Saudi — Cuaca panas ekstrem yang melanda kawasan Tanah Suci sejak awal musim haji tahun ini telah menjadi tantangan serius bagi lebih dari 1,8
Mekkah, Arab Saudi — Cuaca panas ekstrem yang melanda kawasan Tanah Suci sejak awal musim haji tahun ini telah menjadi tantangan serius bagi lebih dari 1,8 juta jemaah dari berbagai negara. Otoritas Arab Saudi mencatat suhu udara di sekitar Masjidil Haram dan area terbuka di Mina serta Arafah berulang kali menembus 48 derajat Celcius pada siang hari, memicu peningkatan signifikan kasus kelelahan panas dan serangan heatstroke.
Kondisi ini mendorong Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama Kementerian Kesehatan setempat mengeluarkan serangkaian peringatan darurat. Data medis sementara menunjukkan bahwa dalam kurun 10 hari pelaksanaan puncak ibadah, sebanyak 2.356 jemaah harus mendapatkan perawatan di pos kesehatan dan rumah sakit lapangan akibat gangguan terkait suhu tinggi.
Kronologi Lonjakan Suhu dan Dampaknya terhadap Jemaah
Rentetan kejadian yang memperlihatkan betapa ekstremnya cuaca tahun ini terekam dalam catatan harian otoritas setempat.- 5 Juni 2025 – Suhu di Mekkah mulai meningkat tajam ke level 44°C. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menerbitkan peringatan dini gelombang panas untuk wilayah Mekkah, Madinah, dan Jeddah. Jemaah yang baru tiba diimbau menghindari aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00–15.00 waktu setempat.
- 8 Juni 2025 – Termometer di area Masjidil Haram menyentuh 46°C. Tercatat 127 jemaah pingsan di pelataran masjid. Kementerian Kesehatan mengaktifkan 25 pos kesehatan darurat tambahan di sekitar Masjidil Haram dan jalur menuju Arafah.
- 11 Juni 2025 – Suhu puncak mencapai 48°C di Mina. Gelombang pertama jemaah yang menjalani tarwiyah dipindahkan dari tenda-tenda sementara ke area beratap permanen. RS lapangan King Abdullah Medical City di Mina melaporkan 312 kasus heat exhaustion dalam satu hari, dengan 43 di antaranya memerlukan infus darurat.
- 14 Juni 2025 – Hari Arafah. Meski suhu sedikit turun ke 45°C akibat mendung tipis, jumlah jemaah yang memadati padang Arafah menyebabkan penumpukan panas radiasi. Petugas kesehatan mencatat 1.804 insiden heatstroke ringan hingga sedang, tertinggi sepanjang musim haji tahun ini. Sebanyak 9 jemaah lansia meninggal dunia akibat komplikasi panas.
- 16 Juni 2025 – Hari Tasyrik pertama, suhu kembali ke 47°C. Otoritas Saudi memperbanyak titik penyiraman air dingin dan menyebarkan 10.000 payung pelindung UV kepada jemaah yang bergerak di Mina. Jumlah total pasien heatstroke yang dirawat di seluruh fasilitas kesehatan mencapai 2.046 orang.
- 20 Juni 2025 – Menjelang penutupan gelombang kepulangan, total kumulatif gangguan panas mencapai 2.356 kasus, dengan 12 kematian yang seluruhnya terjadi pada jemaah berusia di atas 65 tahun dengan riwayat penyakit kronis.
Comments (0)