MEDAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara mengoptimalkan program Cek Kesehatan

Skrining Terintegrasi di Puskesmas Kepala Dinkes Sumut menjelaskan bahwa program CKG yang sebelumnya berfokus pada pemeriksaan fisik dasar kini diperluas c

MEDAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara mengoptimalkan program Cek Kesehatan

Skrining Terintegrasi di Puskesmas

Kepala Dinkes Sumut menjelaskan bahwa program CKG yang sebelumnya berfokus pada pemeriksaan fisik dasar kini diperluas cakupannya. Setiap warga yang mengakses layanan CKG di 585 puskesmas se-Sumatera Utara akan secara otomatis menjalani skrining awal kesehatan jiwa menggunakan instrumen Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) yang telah divalidasi oleh Kementerian Kesehatan.

“Kami tidak ingin gangguan kejiwaan terlambat terdeteksi. Banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam kondisi berat. Melalui CKG, kami bisa menangkap sinyal awal, seperti gangguan cemas, depresi ringan, hingga kecenderungan psikotik, langsung dari komunitas,” ujar Kepala Dinkes Sumut, Selasa (10/7).

Data Dinkes Sumut mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2026, program CKG telah menjangkau 187.432 warga di 33 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, 12,7 persen atau sebanyak 23.804 orang menunjukkan indikasi awal gangguan mental emosional berdasarkan skor SRQ-20 yang melebihi ambang batas 6.

Alur Rujukan Berjenjang

Warga yang terindikasi mengalami gangguan jiwa tidak dibiarkan tanpa penanganan. Dinkes Sumut telah menyiapkan jalur rujukan berjenjang yang terhubung dengan 42 fasilitas layanan kesehatan jiwa di tingkat kabupaten/kota dan tiga rumah sakit jiwa rujukan provinsi.

Mekanismenya bersifat sistematis:

  • Tahap 1: Skrining menggunakan SRQ-20 di puskesmas oleh perawat terlatih jiwa.
  • Tahap 2: Konsultasi dengan dokter umum terlatih untuk konfirmasi diagnosis awal.
  • Tahap 3: Rujukan ke psikiater atau psikolog klinis di fasilitas sekunder jika diperlukan.
  • Tahap 4: Pemantauan berkala oleh kader kesehatan jiwa di desa untuk memastikan kepatuhan terapi.

Dinkes Sumut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14,7 miliar pada APBD 2026 untuk penguatan kapasitas deteksi dini ini, termasuk pelatihan 1.200 tenaga kesehatan primer dalam tata laksana kesehatan jiwa dasar.

Tantangan Stigma dan Keterbatasan

Meskipun capaian skrining menunjukkan progres, sejumlah tantangan masih membayangi. Stigma sosial terhadap gangguan jiwa menjadi penghalang utama partisipasi warga. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumut mengakui bahwa tingkat rujukan berhasil—pasien yang benar-benar mendatangi fasilitas rujukan setelah diskrining—baru mencapai 34 persen.

“Angka lost to follow-up masih tinggi. Banyak yang merasa tidak memerlukan pengobatan atau takut dicap ‘gila’. Kami memperkuat peran kader dan tokoh masyarakat untuk melakukan pendekatan persuasif,” ungkapnya.

Secara paralel, Dinkes Sumut menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) wilayah Sumut untuk menyediakan layanan konseling daring sebagai jembatan awal sebelum pasien bersedia datang langsung ke fasilitas kesehatan.

Pendekatan Berbasis Data

Dinkes Sumut tidak menjalankan program ini secara spekulatif. Data Riskesdas 2023 mencatat prevalensi gangguan mental emosional di Sumut mencapai 9,8 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 7,6 persen. Sementara itu, angka gangguan jiwa berat seperti skizofrenia tercatat 1,4 per 1.000 penduduk.

Dengan populasi Sumut yang mencapai 15,3 juta jiwa, diperkirakan terdapat sekitar 1,5 juta warga dengan gangguan mental emosional dan 21.420 orang dengan gangguan jiwa berat. Program CKG ditargetkan mampu menyaring 325.000 warga hingga akhir 2026, naik signifikan dari realisasi tahun sebelumnya yang hanya 87.000 warga.

Inovasi deteksi dini ini menempatkan Sumut sebagai salah satu provinsi dengan cakupan skrining kesehatan jiwa terluas di luar Pulau Jawa. Dinkes Sumut berharap model integrasi layanan ini dapat direplikasi oleh provinsi lain sebagai strategi preventif yang hemat biaya dan tepat sasaran.

[TAGS]: Dinkes Sumut, Cek Kesehatan Gratis, Deteksi Dini Gangguan Jiwa, SRQ-20, Kesehatan Mental Sumut [SOCIAL_TWEET]: Dinkes Sumut perluas skrining CKG: 187.432 warga diperiksa, 12,7% terindikasi gangguan mental emosional. Stigma masih jadi tantangan—34% pasien putus akses rujukan. #KesehatanMental #CKGSumut #DeteksiDini [SOCIAL_FB]: Skrining gratis di puskesmas kini bisa deteksi gangguan kejiwaan sejak dini. Dinkes Sumut mencatat 23.804 warga terindikasi masalah mental emosional hanya dalam enam bulan pertama 2026. Apakah wilayahmu sudah punya program serupa? [SOCIAL_TG]: 🧠 Dinkes Sumut deteksi dini gangguan jiwa lewat program CKG ✅ 585 puskesmas siaga skrining ✅ 187.432 warga diperiksa ⚠️ 12,7% terindikasi gangguan mental 🏥 42 faskes jiwa siap rujukan [SOCIAL_THREADS]: Cek kesehatan gratis sekarang bukan cuma tensi dan gula darah doang. Di Sumut, puskesmas udah bisa skrining kesehatan mental pakai SRQ-20. 187 ribu warga periksa, 23 ribuan ketahuan ada gejala awal. Good move, tapi PR-nya masih di stigma. Banyak yang gak lanjut berobat karena takut dicap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User