Mantan Petinggi Militer Israel Mulai Kampanye Gulingkan Netanyahu

Jakarta - Mantan Kepala Staf Umum Militer Israel (IDF) Gadi Eisenkot secara resmi memulai kampanye politiknya pada Selasa (30/6) waktu setempat, menandai langkah serius untuk menjadi penantang utama

Jul 07, 2026 - 23:19
0 0
Mantan Petinggi Militer Israel Mulai Kampanye Gulingkan Netanyahu

Jakarta - Mantan Kepala Staf Umum Militer Israel (IDF) Gadi Eisenkot secara resmi memulai kampanye politiknya pada Selasa (30/6) waktu setempat, menandai langkah serius untuk menjadi penantang utama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum mendatang. Kampanye yang digelar dengan penuh optimisme ini langsung menyasar rekam jejak pemerintahan Netanyahu yang dinilai penuh "kekacauan" dan memicu krisis multidimensi di tengah situasi keamanan yang rapuh.

Dengan mengusung slogan "Israel harus menang", Eisenkot yang pernah memimpin IDF pada periode 2015-2019 ini berjanji akan menjadi pemimpin yang menyatukan seluruh elemen bangsa. Ia menegaskan bahwa pemilihan kali ini bukan sekadar kontestasi politik biasa, melainkan pertaruhan bagi masa depan negara. "Pemilihan mendatang penting bagi keamanan, persatuan, dan jiwa Israel," tegasnya di hadapan para pendukung, menekankan perlunya babak baru setelah apa yang ia sebut sebagai periode penuh kegagalan dan perpecahan yang disemai pemerintahan saat ini.

"Oktober mendatang, pemerintahan Oktober yang mengerikan akan berakhir. Kita akan membuka babak baru dan jauh lebih baik dalam sejarah Israel. Kita akan menulisnya bersama,"

seru Eisenkot dalam pidato peluncuran kampanyenya, yang secara eksplisit merujuk pada tragedi serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan dahsyat tersebut menjadi titik balik yang tidak hanya menewaskan ribuan warga Israel, tetapi juga mengguncang fondasi keamanan dan politik negara Zionis itu. Sejak saat itulah legitimasi Netanyahu terus digerogoti, dengan gelombang tuntutan pertanggungjawaban atas kegagalan intelijen dan militernya yang membiarkan serangan mematikan itu terjadi tanpa peringatan dini yang memadai.

Rekam Jejak dan Strategi Politik

Sosok Eisenkot bukanlah pendatang baru di belantara politik-militer Israel. Setelah menuntaskan karier cemerlangnya di militer, ia bergabung dengan partai National Unity yang dipimpin Benny Gantz dan sempat menjabat sebagai anggota Knesset serta menteri tanpa portofolio. Meskipun kemudian keluar dari pemerintahan darurat, nama besarnya tetap menjadi simbol bagi kalangan yang mendambakan restorasi keamanan dan integritas kepemimpinan. Pengamat politik menilai, latar belakang militernya yang kental akan menjadi magnet elektoral yang kuat, terutama bagi pemilih yang jenuh dengan gaya kepemimpinan Netanyahu yang dianggap semakin otoriter dan memecah belah.

Dalam kampanye perdananya, Eisenkot berupaya merangkul partai-partai oposisi untuk membentuk koalisi besar. Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai aliansi konkret, namun sumber internal menyebutkan bahwa negosiasi tengah berjalan intensif. Ia memproyeksikan diri sebagai antitesis dari "pemerintahan Oktober" – istilah yang ia gunakan untuk menyebut pemerintahan Netanyahu yang gagal merespons krisis 7 Oktober – dan menjanjikan tata kelola negara berbasis meritokrasi serta transparansi.

Respons Kekuasaan dan Prospek Pertarungan Elektoral

Partai Likud yang menjadi kendaraan politik Netanyahu belum memberikan respons resmi terhadap pencalonan Eisenkot. Namun, sejumlah sumber di lingkaran kekuasaan mengindikasikan bahwa kubu petahana akan menggempur rekam jejak Eisenkot dengan menyoroti kebijakannya saat menjadi Kepala Staf yang dinilai terlalu lunak terhadap ancaman dari Jalur Gaza. Serangan balik ini diperkirakan akan menjadi narasi utama Likud guna mempertahankan basis pemilih konservatifnya.

Di sisi lain, tekanan publik terhadap Netanyahu terus membengkak, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari komunitas internasional yang menyoroti kebuntuan penyelesaian konflik serta krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Peluncuran kampanye Eisenkot ini memanaskan mesin politik Israel menjelang pemilu Oktober mendatang, yang diproyeksikan menjadi salah satu pertempuran elektoral paling sengit dalam sejarah negara itu. Dengan narasi "persatuan" yang ia usung, Eisenkot berharap dapat merobohkan tembok polarisasi yang menjadi warisan era Netanyahu dan membuka halaman baru bagi Israel yang tengah berdarah oleh krisis berlapis.

Dilansir Apaberita.com dari laporan media setempat, Rabu (1/7/2026).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker. Memverifikasi klaim publik dan informasi viral.

Comments (0)

User