Man Wei Chong — Berpacu dengan Waktu Persiapan Japan Open 2026
Sektor ganda putra Indonesia tengah bersiap menghadapi salah satu turnamen bergengsi kalender bulu tangkis dunia. Japan Open 2026 akan resmi dibuka pada Se
Sektor ganda putra Indonesia tengah bersiap menghadapi salah satu turnamen bergengsi kalender bulu tangkis dunia. Japan Open 2026 akan resmi dibuka pada Selasa pekan depan, menyisakan waktu kurang dari lima hari kalender. Di tengah tekanan waktu yang semakin sempit, pelatih kepala ganda putra Herry IP mengakui tengah bekerja ekstra keras untuk memulihkan performa Man Wei Chong yang baru saja pulih dari masa absen panjang.
Kronologi Istirahat Dua Bulan Man Wei Chong
Man Wei Chong terakhir kali tampil di arena internasional sekitar delapan pekan lalu. Absen selama dua bulan bukan perkara mudah bagi seorang atlet elit, terutama jika harus langsung kembali bertanding di turnamen level Super 750 seperti Japan Open. Berdasarkan rekam latihan dan komunikasi tim pelatih, berikut perkembangan persiapan sang atlet:
- Minggu ke-1 hingga ke-4: Masa istirahat total pasca-cedera ringan pada bagian engkel kanan. Latihan fisik digantikan dengan terapi pemulihan dan penguatan otot penunjang.
- Minggu ke-5: Mulai kembali menjalani latihan ringan di lapangan. Fokus pada footwork dasar dan pengembalian shuttlecock tanpa tekanan permainan penuh.
- Minggu ke-6: Intensitas ditingkatkan 40 persen. Simulasi pertandingan singkat mulai diperkenalkan dengan pengawasan ketat tim medis.
- Minggu ke-7 hingga saat ini: Latihan penuh digelar setiap hari dengan volume 6 jam per hari. Porsi terbagi menjadi 3 jam teknik dan taktik, 2 jam fisik, serta 1 jam evaluasi video bersama Herry IP.
Strategi Latihan di Hari-Hari Terakhir
Dengan hanya lima hari tersisa sebelum pertandingan pertama, Herry IP menyatakan bahwa prioritas utama bukan lagi peningkatan kemampuan, melainkan pemulihan feeling lapangan dan chemistry dengan pasangan. Man Wei Chong diproyeksikan kembali berpasangan dengan Tee Kai Wun, mengulang duet yang sempat teruji sebelum masa absen.
Herry IP menuturkan bahwa dalam dua hari ke depan, tim akan menggelar tiga sesi latihan internal tertutup dengan durasi total 18 jam. Sesi pertama akan berfokus pada servis dan pengembalian servis, area yang dianggap paling rentan kehilangan ketajaman setelah istirahat panjang. Sesi kedua menyasar defence rotation, sedang sesi ketiga akan menghadirkan simulasi tekanan pertandingan dengan melibatkan sparring partner dari lapis kedua.
“Kami tidak bisa mendorong terlalu keras karena risiko cedera kambuhan tetap ada. Tapi kami juga sadar, Japan Open tidak bisa dihadapi dengan persiapan setengah hati. Proporsinya sekitar 70 persen pemulihan sentuhan dan 30 persen penguatan mental,” jelas Herry IP dalam sesi wawancara singkat usai latihan di Pelatnas Cipayung.
Target Realistis dan Harapan Tim Pelatih
Tantangan utama bukan hanya dari sisi fisik Man Wei Chong, melainkan juga dari level kompetisi itu sendiri. Japan Open 2026 dipastikan akan diikuti oleh hampir seluruh peringkat 10 besar dunia, termasuk unggulan dari Tiongkok dan Jepang yang bermain di depan publik sendiri. Untuk itu, tim pelatih tidak memasang target muluk di turnamen ini. Target utama adalah melewati dua babak awal sambil memantau respons engkel pemain pasca-pertandingan sesungguhnya.
Pemanasan terakhir akan dilakukan dalam dua hari ke depan dengan intensitas moderat. Keberangkatan tim ke Tokyo dijadwalkan pada hari Sabtu pagi, memberikan satu hari penuh untuk adaptasi venue dan satu hari istirahat sebelum laga pembuka Selasa.
Comments (0)