Pratama Arhan Tunjukkan Dedikasi dan Kerja Keras di Persija
JAKARTA — Pratama Arhan, bek kiri berusia 24 tahun, membuktikan kepulangannya ke Indonesia bersama Persija Jakarta sebagai komitmen serius untuk mengembang
JAKARTA — Pratama Arhan, bek kiri berusia 24 tahun, membuktikan kepulangannya ke Indonesia bersama Persija Jakarta sebagai komitmen serius untuk mengembangkan karier. Sejak bergabung dengan Macan Kemayoran pada awal musim Liga 1 2025/2026, pemain asal Blora itu langsung mencuri perhatian berkat etos kerja tinggi dan disiplin yang ditunjukkannya di setiap sesi latihan maupun laga resmi.
Pelatih Persija, Carlos Peña, mengakui bahwa Arhan adalah salah satu pemain paling rajin dalam skuadnya. “Dia selalu datang lebih awal untuk latihan individu, dan setelah sesi tim selesai, dia masih melakukan pendinginan tambahan. Mentalitas seperti ini yang kami butuhkan,” ujar Peña usai sesi latihan di Nirwana Park, Bojong Gede, Senin (14/4).
Arhan, yang sebelumnya memperkuat Tokyo Verdy dan sempat bermain di Suphanburi FC, menegaskan bahwa pengalaman di luar negeri menjadi modal penting untuk terus bekerja keras. “Saya belajar banyak soal profesionalitas. Sekarang saya ingin mengaplikasikannya di sini, demi membantu tim meraih target,” ujarnya. Target Persija musim ini adalah masuk ke empat besar klasemen akhir, setelah musim lalu hanya finis di posisi ke-8.
Menurut data tim pelatih, Arhan mencatatkan rata-rata jarak tempuh 11,5 km per 90 menit dalam 5 laga awal yang ia mainkan, angka yang meningkat dari musim sebelumnya. Dia juga konsisten mencatatkan 2,4 tackle sukses per pertandingan, lebih tinggi dari saat di Tokyo Verdy yang hanya 1,8. Kontribusi ofensif pun naik dengan 1,3 umpan kunci per laga, membantu serangan dari sisi kiri.
Analisis: Fondasi Disiplin Arhan di Balik Kebangkitan Persija
Kehadiran Arhan memberikan opsi taktikal baru bagi Persija. Selain kemampuan bertahan yang tangguh, speed dan stamina yang prima memungkinkan ia untuk rajin melakukan overlapping hingga ke sepertiga akhir lapangan. Data dari Liga 1 Stats mencatat akurasi crossing-nya meningkat menjadi 34%, dibanding musim lalu yang hanya 28% di level J2 League. Ini menunjukkan adaptasi cepat ke kompetisi domestik.
Peran Arhan juga terlihat dalam menjaga keseimbangan transisi. Saat Persija kehilangan bola, ia sigap melakukan pressing tinggi dan kembali ke posisi dengan recovery run yang lebih cepat. “Discipline is his weapon,” ujar pengamat sepak bola nasional, Kusnaeni. “Arhan membuktikan bahwa talenta lokal bisa bersaing secara mental jika dibarengi dengan professional attitude.”
Perbandingan Statistik Individu: Musim Lalu vs Musim Ini
| Indikator | Musim Lalu (Tokyo Verdy / Suphanburi) | Musim Ini (Persija, 5 Laga) |
|---|---|---|
| Rata-rata jarak tempuh (km) per 90 menit | 10,2 | 11,5 |
| Tackle sukses per laga | 1,8 | 2,4 |
| Akurasi crossing (%) | 28% | 34% |
| Umpan kunci per laga | 0,9 | 1,3 |
| Interceptions per laga | 1,2 | 2,0 |
Pelatih fisik Persija, Marcos Gonzales, menyebut peningkatan ini sebagai hasil dari program intensif yang dijalani Arhan selama pramusim. “Kami lihat dia selalu ingin memperbaiki detail. Kerja kerasnya di gym dan lapangan membuahkan hasil,” jelasnya. Tim medis Persija juga mengonfirmasi bahwa kondisi tubuh Arhan berada di level 90 persen readiness berdasarkan tes VO2max terakhir.
Kehadiran Arhan diyakini mampu menularkan mentalitas juara kepada rekan-rekannya, terutama pemain muda. Beberapa pemain akademi Persija mengaku menjadikan Arhan sebagai panutan setelah melihat pola latihannya yang selalu maksimal. Pada sesi uji coba melibatkan tim U-20 pekan lalu, Arhan sempat memberikan coaching clinic singkat tentang positioning dan timing overlap.
Kini, Persija berada di papan atas klasemen sementara dengan koleksi 10 poin dari lima laga, dan Arhan menjadi salah satu kunci solidnya lini belakang yang hanya kebobolan 3 gol. Dengan konsistensi dan etos kerja yang ia tunjukkan, bukan tidak mungkin Arhan akan kembali menjadi pilihan utama di Timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang. “Arhan adalah contoh ideal pemain yang tak hanya mengandalkan bakat, tapi juga kedisiplinan total,” pungkas Kusnaeni.
Comments (0)