BUENOS AIRES — Lautaro Martinez menjadi penentu kemenangan Argentina atas Mesir dalam
Pertandingan di MetLife Stadium, New Jersey, itu berjalan sesuai keinginan Mesir pada babak pertama. Mohamed Salah membuka keunggulan lewat eksekusi penalt
Pertandingan di MetLife Stadium, New Jersey, itu berjalan sesuai keinginan Mesir pada babak pertama. Mohamed Salah membuka keunggulan lewat eksekusi penalti di menit 23, menyusul pelanggaran Cristian Romero terhadap Omar Marmoush di kotak terlarang. Mesir menggandakan keunggulan di menit 56 ketika Salah kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat serangan balik cepat yang dikonversi menjadi gol kedua.
Argentina, yang mendominasi penguasaan bola sepanjang laga dengan catatan 62 persen, tidak menyerah. Masuknya Julian Alvarez di babak kedua memberikan energi baru bagi lini serang La Albiceleste. Di menit 61, umpan silang Lionel Messi dari sayap kanan diselesaikan Alvarez dengan sundulan akurat ke pojok gawang untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Momentum terus berpihak pada Argentina. Pada menit 72, wasit menunjuk titik putih setelah Nahuel Molina dijatuhkan di area terlarang. Messi yang maju sebagai eksekutor menaklukkan kiper Mesir, Mohamed El Shenawy, untuk menyamakan kedudukan 2-2.
Gol penentu lahir dari skema kerja sama apik di menit 87. Alvarez mengirimkan umpan terobosan kepada Lautaro Martinez yang berdiri bebas di kotak penalti. Tanpa kesulitan, Lautaro melepaskan tembakan keras ke sudut kiri bawah, memastikan comeback Argentina sekaligus memastikan tiket ke babak berikutnya. Skor akhir 3-2 untuk Argentina.
Seusai pertandingan, Lautaro mengungkapkan perasaannya. “Sudah lama saya tidak merasakan sensasi ini. Kami tidak pernah berhenti percaya meski tertinggal dua gol. Ini adalah karakter tim juara,” katanya di zona campuran. Sang pelatih, Lionel Scaloni, memuji mentalitas skuadnya yang tidak mudah menyerah meski menghadapi tekanan tinggi dari lawan yang tampil disiplin.
Analisis Comeback Argentina: Statistik dan Momentum
Pertandingan ini menjadi showcase ketangguhan mental Argentina. Data dari penyelenggara menunjukkan Argentina mencatatkan 18 tembakan (8 tepat sasaran) berbanding 9 tembakan milik Mesir (3 tepat sasaran). Penguasaan bola Argentina menembus 62%, namun efektivitas serangan Mesir melalui serangan balik menjadi ancaman serius di babak pertama.
"Argentina menunjukkan kemampuan membaca ritme pertandingan dengan sangat baik di babak kedua. Masuknya Alvarez dan perubahan formasi Scaloni membuka ruang yang tidak ada di babak pertama," ujar pengamat sepak bola internasional, Juan Pablo Varsky. Ia menambahkan bahwa Mesir kehilangan kontrol tengah setelah digantinya Mohamed Elneny yang kelelahan pada menit 67, membuat Messi memiliki lebih banyak kebebasan mendistribusi bola.
| Statistik | Argentina | Mesir |
|---|---|---|
| Gol | 3 | 2 |
| Tembakan Total | 18 | 9 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 8 | 3 |
| Penguasaan Bola | 62% | 38% |
| Operan Sukses | 567 | 304 |
| Pelanggaran | 10 | 14 |
| Kartu Kuning | 1 | 3 |
Kemenangan ini membawa Argentina menghadapi pemenang laga antara Prancis dan Amerika Serikat di perempat final. Sementara itu, bagi Mesir, kekalahan ini merupakan eliminasi kedua mereka di fase gugur Piala Dunia sejak edisi 1934. Lautaro Martinez kini mengoleksi 4 gol di turnamen, hanya terpaut satu gol dari daftar pencetak gol terbanyak sementara.
Comments (0)