Arsenal — Tagihan Gaji Melonjak, Kroenke Siapkan Dana Belanja Pemain Baru
London Utara kembali bergolak. Arsenal Football Club mencatat lonjakan signifikan pada beban gaji skuad utama untuk musim 2024/2025. Laporan keuangan terba
London Utara kembali bergolak. Arsenal Football Club mencatat lonjakan signifikan pada beban gaji skuad utama untuk musim 2024/2025. Laporan keuangan terbaru yang dirilis langsung oleh induk usaha Kroenke Sports & Entertainment menunjukkan klaim yang mengejutkan: total pengeluaran gaji pemain meroket hingga £217 juta, naik 32% dari musim sebelumnya. Klub diprediksi tidak akan berhenti di sini. Stan Kroenke, pemilik mayoritas, secara lisan telah memberi lampu hijau untuk injeksi dana segar menjelang bursa transfer musim panas. Ini menjadi sinyal bahwa era pengencangan ikat pinggang di Emirates telah berakhir.
Kronologi Lonjakan Beban Gaji
Data mengejutkan publik ketika catatan Companies House memperlihatkan dokumen pengeluaran Arsenal per akhir Maret lalu. Analis keuangan sepak bola langsung menyoroti tiga momen kunci yang membentuk grafik naik ini:
- Penandatanganan Kontrak Baru Bintang Muda: Bukayo Saka meneken perpanjangan kontrak 5 tahun dengan gaji menyentuh £300.000 per pekan. Langkah serupa diikuti Martin Ødegaard yang naik kelas ke £240.000 per pekan.
- Kedatangan Dua Pemain Mahal: Declan Rice didatangkan West Ham United dengan paket gaji £250.000 per pekan. Kai Havertz, usai proses transfer dari Chelsea seharga £65 juta, diganjar upah £280.000 per pekan. Keduanya langsung menjadi beban tertinggi di dalam struktur gaji Arsenal.
- Klausul Loyalitas dan Bonus Kompetisi: Kembalinya Arsenal ke Liga Champions memicu aktivasi klausul kenaikan gaji otomatis untuk 14 pemain. Bonus lolos fase grup dan capaian perempat final menambah beban variabel sekitar £18 juta.
Akibatnya, rasio gaji terhadap pendapatan klub meroket ke 79%, level yang melampaui rekomendasi UEFA sebesar 70%. Angka ini belum termasuk beban staf pelatih yang dipimpin Mikel Arteta dengan kontrak baru senilai £15 juta per tahun.
Respons Stan Kroenke: “Kami Akan Terus Kompetitif”
Sinyal paling tegas justru datang dari pernyataan tertutup Stan Kroenke kepada jajaran direksi. Sang taipan properti asal Amerika itu mengonfirmasi kesiapan merogoh kocek lebih dalam. Kroenke dikabarkan tidak mempermasalahkan lonjakan beban gaji selama tim bertengger di dua besar klasemen dan menjaga tiket Liga Champions. Ia bahkan meminta direktur olahraga Edu Gaspar menyusun daftar target transfer tanpa batasan harga. Kalimat ikoniknya yang bocor ke media berbunyi: “Kita tidak bermain untuk menjadi keempat.”
Langkah ini selaras dengan strategi Kroenke yang baru saja berhasil melunasi utang jangka pendek Arsenal senilai £120 juta. Laporan keuangan menunjukkan klub kini memegang kas tunai bersih £87 juta, menjadi fondasi kokoh untuk manuver di pasar pemain. Analis bursa Jefferies menyebut sikap Kroenke ini sebagai “puncak keyakinan terhadap proyek Arteta”.
Peta Belanja Musim Panas: Striker dan Gelandang Jadi Prioritas
Dengan garansi dana dari pemilik, Edu Gaspar telah mengantongi tiga nama prioritas. Target utamanya adalah seorang penyerang tengah kelas dunia; nama Benjamin Šeško (RB Leipzig) dan Alexander Isak (Newcastle United) mencuat ke permukaan. Untuk lini tengah, gelandang box‑to‑box Martin Zubimendi dari Real Sociedad kembali diincar. Klub siap mengaktifkan klausul pelepasan Šeško yang naik menjadi £63 juta mulai 1 Juli 2025.
Struktur gaji kembali jadi perhatian. Jika Šeško atau Isak mendarat, Arsenal diproyeksikan menawarkan paket upah £280.000 hingga £350.000 per pekan, menyamai level dekorasi bintang seperti Saka dan Rice. Jumlah pemain bergaji di atas £200.000 per pekan pun akan bertambah menjadi enam orang. Total gaji musim depan berpotensi menembus £260 juta.
Untuk menjaga likuiditas, klub membuka peluang melepas aset non-inti seperti Kieran Tierney dan Nuno Tavares agar neraca tidak terlampau jomplang. Namun penjualan itu tidak akan menghentikan ambisi besar yang sudah diinjeksi langsung oleh sang empunya klub.
Comments (0)