Canelo Alvarez Pilih Muhammad Ali Kalahkan Oleksandr Usyk

Saul "Canelo" Alvarez secara tegas menjawab pertanyaan spekulatif yang selama ini menghantui penggemar tinju: siapa yang akan menang jika dua juara kelas b

Jul 09, 2026 - 19:45
0 0

Saul "Canelo" Alvarez secara tegas menjawab pertanyaan spekulatif yang selama ini menghantui penggemar tinju: siapa yang akan menang jika dua juara kelas berat lintas generasi, Muhammad Ali dan Oleksandr Usyk, dipertemukan dalam satu ring. Dalam wawancara eksklusif, petinju asal Meksiko itu tanpa keraguan menyebut nama Muhammad Ali sebagai pemenang.

Pernyataan Canelo ini muncul di tengah meningkatnya perdebatan di komunitas tinju menyusul dominasi Oleksandr Usyk di era modern. Usyk, petinju Ukraina yang kini menyandang status juara kelas berat, telah membuktikan keunggulannya dengan mengalahkan petinju-petinju papan atas, termasuk kemenangan gemilang atas Tyson Fury dan Anthony Joshua. Namun, bagi Canelo, kehebatan Ali tetap tak tertandingi.

"Saya menghormati Usyk. Dia adalah petarung hebat dengan IQ tinju yang luar biasa," kata Canelo. "Tapi Ali adalah Ali. Dia bukan sekadar petinju, dia adalah fenomena yang mengubah olahraga ini selamanya. Kecepatan, gerakan kaki, dan mentalitasnya berada di level yang berbeda."

Canelo, yang telah meraih gelar juara dunia di empat divisi berbeda, menekankan bahwa perbandingan seperti ini bukan untuk merendahkan Usyk. Menurutnya, Usyk adalah salah satu petinju kelas berat terbaik di generasi ini, tetapi membandingkan era adalah hal yang kompleks. Ia menyoroti bahwa Ali menghadapi lawan-lawan bertipe tinju klasik dengan pertahanan rapat dan pukulan yang mematikan, tetapi tetap mampu mendominasi dengan kecepatan yang tidak lazim untuk ukuran kelas berat.

Canelo menambahkan bahwa gaya bertarung Ali yang mengandalkan float like a butterfly, sting like a bee akan menjadi teka-teki sulit bagi Usyk. Meski Usyk sendiri dikenal dengan mobilitas tinggi dan kecerdasannya membaca situasi, Canelo yakin kecepatan tangan Ali yang luar biasa akan menjadi pembeda utama.

Analisis Perbandingan Gaya Bertarung

Untuk memahami mengapa Canelo begitu yakin dengan pilihannya, penting untuk menganalisis rekor dan atribut fisik kedua petinju secara objektif. Ali, yang berjaya di dekade 1960-an dan 1970-an, tercatat memiliki rekor profesional 56 kemenangan (37 KO) dan hanya 5 kekalahan. Sementara itu, Usyk, yang masih aktif bertanding, memiliki rekor sempurna dengan 22 kemenangan (14 KO) tanpa kekalahan per akhir 2024.

Atribut Muhammad Ali Oleksandr Usyk
Tinggi Badan 191 cm 191 cm
Jangkauan 198 cm 198 cm
Rekor Profesional 56-5 (37 KO) 22-0 (14 KO)
Era Dominasi 1964–1974 2019–sekarang
Ciri Khas Kecepatan tangan, gerakan kaki eksplosif Footwork angular, kombinasi teknis

Dari tabel di atas, terlihat bahwa dimensi fisik kedua petinju persis sama—tinggi dan jangkauan yang identik. Hal ini membuat perbandingan menjadi lebih menarik karena menghilangkan faktor keunggulan fisik alami. Kunci perbedaan terletak pada pendekatan taktis. Ali mengandalkan refleks dan kecepatan eksplosif yang tak lazim, sering kali menunduk dan menghindar dari pukulan dengan cara yang hampir tidak mungkin direplikasi oleh petinju modern. Sementara itu, Usyk mengandalkan gerakan kaki sudut (angular footwork) yang membingungkan lawan serta pukulan kombinasi yang akurat.

Faktor Penentu: Kecepatan vs. Adaptasi Teknis

Meski ukuran tubuh mereka setara, perbedaan signifikan terletak pada denyut serangan dan strategi. Ali rata-rata melepaskan lebih dari 50 pukulan per ronde di masa jayanya, sebuah angka yang sangat tinggi untuk kelas berat. Volume pukulan yang luar biasa ini, dipadukan dengan akurasi yang tajam, membuat lawan-lawannya kewalahan. Di sisi lain, Usyk lebih selektif. Ia menggunakan setup jab dan pukulan lurus untuk menciptakan celah, baru kemudian melancarkan serangan eksplosif.

"Ali terlalu mobile, terlalu cepat, dan terlalu taktis untuk dipukul bersih oleh kebanyakan lawan," ujar salah satu analis tinju veteran ESPN. "Usyk mungkin bisa merepotkan Ali di satu atau dua ronde, tetapi kecepatan Ali akan menciptakan jarak skor yang terlalu lebar untuk dikejar."

Pernyataan Canelo ini tentu akan terus memantik perdebatan. Bagi generasi baru, Usyk adalah lambang kesempurnaan teknis. Namun, bagi Canelo—yang telah menyaksikan rekaman pertarungan klasik dan memahami seluk-beluk olahraga ini dari dalam—legenda seperti Ali memiliki keajaiban yang melampaui angka dan statistik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User