Mahasiswa Terjebak di Goa Kalibbong Alloa, Bentrokan Antarwarga Menteng

MAKASSAR/JAKARTA — Dua insiden terpisah mewarnai akhir pekan ini: proses evakuasi dramatis terhadap sejumlah mahasiswa yang terjebak di dalam Goa Kalibbong

Mahasiswa Terjebak di Goa Kalibbong Alloa, Bentrokan Antarwarga Menteng

MAKASSAR/JAKARTA — Dua insiden terpisah mewarnai akhir pekan ini: proses evakuasi dramatis terhadap sejumlah mahasiswa yang terjebak di dalam Goa Kalibbong Alloa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, serta bentrokan antarwarga yang pecah di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. Kedua peristiwa yang nyaris bersamaan ini menguji kesigapan aparat dan tim penyelamat di dua wilayah berbeda.

Evakuasi Mahasiswa di Goa Kalibbong Alloa: Air Naik, Puluhan Terjebak

Insiden bermula pada Sabtu (14/6/2025) sore ketika rombongan mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan eksplorasi speleologi di Goa Kalibbong Alloa. Cuaca yang awalnya cerah tiba-tiba berubah drastis. Hujan deras di permukaan memicu peningkatan debit air secara tiba-tiba di dalam sistem goa yang dikenal memiliki aliran sungai bawah tanah.

“Kami mendengar suara gemuruh air dari dalam goa, lalu tiba-tiba ketinggian air naik hingga setinggi dada. Beberapa teman yang berada di lorong sempit tak bisa keluar karena aliran deras menghalangi,” ujar Andi Rahman, salah satu mahasiswa yang selamat.

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 17.30 WITA setelah laporan diterima oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) Maros. Sebanyak 17 mahasiswa berhasil keluar secara mandiri melalui jalur darurat, sementara 8 mahasiswa lainnya terjebak di ruang dalam goa yang terisolasi oleh genangan air. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Maros, dan relawan Mapala UNM langsung menerjunkan personel dengan peralatan arung jeram dan tali penyelamat.

  • Kronologi evakuasi:
  • Pukul 18.00 – Tim pertama masuk membawa pompa air portabel dan perahu karet.
  • Pukul 19.45 – Dua mahasiswa pertama berhasil dievakuasi dalam kondisi lemas.
  • Pukul 21.20 – Seluruh korban berhasil dikeluarkan, tiga orang dilarikan ke Puskesmas terdekat karena hipotermia ringan.

Koordinator Basarnas Maros, Surya Darma, mengatakan bahwa jalur masuk utama terendam air setinggi 1,5 meter. “Kami harus merayap di celah sempit sambil menahan tali. Proses evakuasi memakan waktu hampir empat jam karena medan yang licin dan arus bawah tanah yang kuat,” jelasnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh mahasiswa yang terjebak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Bentrokan Antarwarga di Menteng, Jakarta Pusat

Hampir di waktu yang sama, sekitar pukul 20.00 WIB, bentrokan antarwarga pecah di Jalan Cikini Raya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bentrokan dipicu oleh sengketa lahan parkir ilegal yang telah berlangsung lama antara warga lokal dan kelompok pemuda yang menguasai area parkir liar di sekitar pusat kuliner.

“Mereka tiba-tiba datang membawa bambu dan batu. Kami hanya mempertahankan lahan yang selama ini jadi akses bersama. Tiba-tiba situasi memanas,” kata Marzuki, warga RT 04/RW 02 Menteng yang menyaksikan awal kerusuhan.

Kapolsek Menteng, Kompol Andri Kurniawan, membenarkan bahwa satu unit mobil patroli dilempari batu. Sembilan orang dilaporkan luka ringan, termasuk satu anggota polisi yang terkena lemparan batu. “Kami kerahkan 120 personel untuk melerai kedua kelompok. Saat ini situasi sudah kondusif, kami amankan lima terduga provokator,” ujarnya.

Rekaman amatir yang beredar di media sosial menunjukkan suasana mencekam dengan teriakan massa dan kobaran api dari ban yang dibakar di tengah jalan. Sejumlah toko di lokasi kejadian terpaksa menutup usaha lebih awal. Dinas Perhubungan Jakarta Pusat turut mengamankan area dan menutup sementara akses menuju Jalan Cikini Raya hingga Minggu (15/6) pagi.

Kedua peristiwa yang terpisah hampir 1.500 km ini mengingatkan publik akan pentingnya mitigasi risiko, baik saat beraktivitas di alam terbuka maupun dalam mengelola konflik sosial di perkotaan. Pihak Basarnas mengimbau agar kegiatan penelusuran goa selalu melibatkan pemandu profesional dan memantau prakiraan cuaca, sementara Polres Metro Jakarta Pusat mengajak warga untuk menyelesaikan sengketa melalui mediasi tanpa kekerasan.

[SOCIAL_TWEET]: Dua insiden berbarengan: mahasiswa dievakuasi dari Goa Kalibbong Alloa akibat air naik & bentrokan antarwarga di Menteng pecah gara-gara sengketa parkir. Semua selamat, 9 luka. #BeritaTerkini #EvakuasiGoa #BentrokanMenteng[SOCIAL_TG]: 🔴 Mahasiswa Terjebak di Goa Kalibbong Alloa, Bentrokan di Menteng. Evakuasi sukses pukul 21.20 WITA, 9 luka di Jakarta. Polisi amankan 5 provokator.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User