YOGYAKARTA, Apaberita.com — Pengembangan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) di wilayah Jawa Tengah kian menunjukkan prospek cerah. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat keandalan pasokan listrik regional sekaligus mempercepat agenda transisi energi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Geothermal Research Center (GRC) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Ir. Pri Utami, M.Sc. Menurutnya, sistem panas bumi di kawasan Gunung Ungaran menyimpan cadangan fluida termal yang mumpuni untuk dikonversi menjadi energi listrik ramah lingkungan.
"Gunung Ungaran memiliki sistem geotermal aktif dengan entalpi yang memadai. Jika dikelola dengan teknologi tepat guna dan prinsip keberlanjutan, PLTP Ungaran dapat menjadi pilar penting penguat beban dasar kelistrikan di Jawa Tengah," ujar Pri Utami dalam keterangannya.
Karakteristik Unggul dan Potensi Beban Dasar
Berbeda dengan sumber energi terbarukan lain seperti tenaga surya atau bayu yang bersifat intermiten (tergantung cuaca), energi panas bumi memiliki faktor kapasitas (capacity factor) yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 90 persen. Hal ini menjadikan PLTP Ungaran sangat andal sebagai pemasok listrik beban dasar (base load).
Kebutuhan listrik di Jawa Tengah terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan industri baru di koridor pantura dan aglomerasi perkotaan. Kehadiran pasokan listrik dari Ungaran diproyeksikan mampu mendiversifikasi bauran energi daerah tanpa meningkatkan emisi gas rumah kaca.
Tahapan Riset dan Roadmap Pemanfaatan Geotermal
Untuk memastikan eksplorasi berjalan aman dan efisien, GRC UGM bersama para pemangku kepentingan telah memetakan sejumlah langkah krusial dalam pengembangan PLTP Gunung Ungaran:
- Survei Geosains Terpadu: Melakukan pemetaan geologi, geokimia, dan geofisika secara mendalam guna menentukan struktur reservoir dan jalur fluida hidrotermal di kedalaman.
- Kajian Daya Dukung Lingkungan: Menganalisis keseimbangan hidrologi lereng gunung agar aktivitas ekstraksi uap tidak mengganggu resapan air tanah maupun ekosistem hutan sekitar.
- Eksplorasi dan Pengeboran Sumur Konfirmasi: Melakukan pengeboran uji untuk mengukur temperatur, permeabilitas batuan, serta debit fluida panas bumi secara riil.
- Pelibatan Masyarakat Lokal: Memberikan edukasi terkait keamanan teknologi geotermal guna meminimalisasi resistensi sosial serta membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal.
Mendorong Target Bauran Energi Nasional
Pemerintah Indonesia saat ini menargetkan porsi energi baru terbarukan mencapai 23 persen pada 2025 serta komitmen Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Pengembangan lapangan panas bumi di Pulau Jawa, termasuk Ungaran, memegang peranan krusial mengingat pulau ini menyerap konsumsi listrik terbesar di tanah air.
Pri Utami menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan badan usaha pengembang menjadi kunci utama kesuksesan proyek ini. Pemanfaatan data ilmiah yang presisi akan menekan risiko eksplorasi hulu sehingga investasi yang masuk menjadi lebih efektif dan efisien.
Comments (0)