Sep 16, 2026
Nasional

Razia Pengemis di Masjid Istiqlal Ricuh Usai Pria Mengamuk

JAKARTA — Operasi penertiban Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di kawasan Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, berlangsung ricuh pada

Razia Pengemis di Masjid Istiqlal Ricuh Usai Pria Mengamuk

JAKARTA — Operasi penertiban Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di kawasan Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, berlangsung ricuh pada Selasa. Kericuhan dipicu oleh aksi seorang pria terduga pengemis yang menolak diamankan hingga mengamuk dan berteriak histeris saat hendak dimasukkan ke dalam mobil operasional petugas.

Insiden tersebut sempat menyita perhatian para jemaah dan warga yang melintas di sekitar kawasan rumah ibadah terbesar di Asia Tenggara tersebut. Sejumlah petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat harus mengerahkan upaya ekstra untuk meredam perlawanan pria tersebut.

Kronologi Penertiban di Pelataran Masjid Istiqlal

Berdasarkan pantauan di lapangan, penertiban dimulai saat petugas menyisir area luar dan pintu masuk masjid yang kerap dijadikan titik berkumpulnya PMKS, terutama menjelang waktu salat. Petugas menyasar pengemis, gelandangan, dan pengamen yang dinilai mengganggu ketertiban umum.

  1. Pukul 09.30 WIB: Petugas gabungan Satpol PP dan P3S mulai melakukan penyisiran di trotoar dan gerbang utama Masjid Istiqlal.
  2. Pukul 10.15 WIB: Petugas mendapati sejumlah orang yang diduga kerap meminta-minta kepada jemaah dan meminta mereka menunjukkan identitas.
  3. Pukul 10.30 WIB: Seorang pria paruh baya menolak diperiksa dan mulai berteriak melontarkan makian kepada petugas di lokasi kejadian.
  4. Pukul 10.45 WIB: Situasi memanas ketika pria tersebut meronta, memukul kendaraan dinas, dan mencoba melarikan diri sebelum akhirnya berhasil dipegang oleh empat personel Satpol PP.
"Kami melakukan penindakan secara persuasif pada awalnya, namun salah satu terduga PMKS memberikan perlawanan fisik dan histeris hingga memancing kerumunan massa," ujar salah satu petugas Satpol PP di lokasi.

Proses Asesmen dan Pembinaan di Panti Sosial

Setelah situasi berhasil dikendalikan, pria yang mengamuk beserta sejumlah PMKS lainnya langsung dibawa menuju Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya di Cipayung, Jakarta Timur. Di tempat tersebut, mereka akan menjalani proses pendataan dan pembinaan lanjutan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta.

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Jakarta Pusat menegaskan bahwa operasi penjangkauan ini merupakan agenda rutin untuk menjaga kenyamanan masyarakat.

  • Identifikasi Identitas: Perekaman data kependudukan dan biometrik para PMKS yang terjaring.
  • Pemeriksaan Kesehatan: Skrining kondisi fisik dan psikologis bagi seluruh individu yang terjaring razia.
  • Pelatihan Keterampilan: Pembekalan wirausaha dan vokasional bagi warga binaan sosial sebelum dipulangkan ke daerah asal.

Komitmen Menjaga Ketertiban Kawasan Ibadah

Kawasan Masjid Istiqlal dan sekitarnya menjadi salah satu fokus pengawasan intensif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tingginya kunjungan wisatawan religi domestik maupun mancanegara menuntut terciptanya lingkungan yang tertib, bersih, dan aman dari gangguan ketertiban umum.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat mengimbau masyarakat agar menyalurkan donasi, sedekah, dan infak melalui lembaga resmi pengelola zakat ketimbang memberikannya secara langsung kepada peminta-minta di jalanan. Langkah ini diharapkan mampu memutus rantai maraknya PMKS musiman di sekitar fasilitas umum ibu kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User