Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali dilaporkan mengalami erupsi pada Minggu pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang ditandai dengan lontaran abu vulkanik tebal membubung ke udara dari kawah Jonggring Saloko.
Peristiwa erupsi ini menambah catatan panjang aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Masyarakat di sekitar lereng Semeru, khususnya di wilayah hilir aliran lahar, diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin.
Kronologi Peningkatan Aktivitas Vulkanik Semeru
Berdasarkan pengamatan pos pantau PVMBG, aktivitas kegempaan dan letusan mulai terekam secara intensif sejak dini hari sebelum akhirnya kolom erupsi teramati secara visual pada pagi hari:
- Pukul 04.30 WIB: Sensor seismograf merekam peningkatan gempa hembusan dan getaran tremor menerus beramplitudo dominan 2 hingga 6 mm.
- Pukul 05.45 WIB: Terjadi letusan utama dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 500 hingga 800 meter di atas puncak kawah, mengarah ke barat daya dan selatan.
- Pukul 06.30 WIB: Guguran lava pijar mulai terpantau meluncur ke arah Besuk Kobokan dengan jarak luncur berkisar antara 500 hingga 1.000 meter.
Analisis Parameter Kegempaan dan Status Vulkanik
PVMBG terus memantau dinamika aktivitas magma di dalam tubuh Gunung Semeru. Berikut perbandingan parameter kegempaan harian yang tercatat dalam periode pemantauan terkini:
| Parameter Pengamatan | Periode Normal/Rata-rata | Periode Erupsi (Hari Ini) |
|---|---|---|
| Gempa Letusan/Erupsi | 15 - 25 kali / hari | 42 kali |
| Gempa Hembusan | 10 - 20 kali / hari | 28 kali |
| Tinggi Kolom Asap Maksimal | 200 - 300 meter | 800 meter |
| Tingkat Status Aktivitas | Level II (Waspada) | Level III (Siaga) |
Kepala Pos Pengamatan Gunung Semeru menegaskan pentingnya kepatuhan warga terhadap zona bahaya yang telah ditetapkan. "Masyarakat diharapkan tidak panik namun tetap waspada, serta menjauhi sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan karena ancaman awan panas guguran masih sangat potensial," ujarnya dalam laporan resmi.
"Radius aman mutlak ditaati. Jangan melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak demi keselamatan bersama."
Rekomendasi dan Langkah Mitigasi BPBD
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang langsung bergerak cepat dengan menyiagakan personel dan membagikan masker kepada masyarakat yang berada di jalur lintasan abu vulkanik. Sejumlah rekomendasi ketat dikeluarkan bagi masyarakat dan relawan:
- Tidak melakukan aktivitas pada radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar.
- Menghindari sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
- Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
- Menyiapkan masker pelindung pernapasan dan kacamata guna menghindari dampak iritasi abu vulkanik.
Hingga laporan ini diturunkan, status Gunung Semeru tetap berada pada Level III (Siaga). Warga diimbau selalu memperbarui informasi melalui kanal resmi PVMBG dan BPBD setempat serta tidak mudah termakan isu bohong terkait erupsi Semeru.
Comments (0)