Sep 16, 2026
Nasional

JAKARTA — Petani Perkotaan Bagikan Trik Pemangkasan Cabai Agar Berbuah Lebat

Dedaunan hijau menyegarkan tampak memenuhi sudut pekarangan rumah rumahan di kawasan pinggiran kota. Di tengah fluktuasi harga komoditas pangan yang sering

JAKARTA — Petani Perkotaan Bagikan Trik Pemangkasan Cabai Agar Berbuah Lebat

Dedaunan hijau menyegarkan tampak memenuhi sudut pekarangan rumah rumahan di kawasan pinggiran kota. Di tengah fluktuasi harga komoditas pangan yang sering kali melonjak tajam, tren budidaya tanaman hortikultura secara mandiri semakin digemari masyarakat perkotaan. Cabai rawit dan cabai merah menjadi dua jenis tanaman favorit yang paling banyak ditanam di pot maupun polibag. Namun, tidak sedikit pembudidaya pemula yang mengeluhkan tanaman cabai mereka hanya tumbuh tinggi menjulang tanpa menghasilkan banyak cabang dan buah.

Fenomena tanaman cabai yang "jangkung" tanpa ranting produktif sebenarnya dapat diatasi dengan teknik perawatan sederhana yang berfokus pada stimulasi vegetatif. Dengan perlakuan yang tepat sejak dini, satu bibit cabai mampu menghasilkan puluhan cabang baru yang siap menjadi tempat bertumpunya bunga dan buah yang lebat.

Pemangkasan Pucuk (Topping) Sebagai Stimulan Utama

Kunci utama untuk membuat tanaman cabai tumbuh rimbun dan memicu lahirnya tunas-tunas baru terletak pada teknik pemangkasan pucuk atau yang dikenal dengan istilah topping. Langkah ini bertujuan untuk memutus dominasi apikal, yaitu hormon auksin di ujung batang yang memicu pertumbuhan ke atas, sehingga nutrisi dialihkan untuk merangsang tunas lateral di ketiak daun.

Proses pemangkasan ini idealnya dilakukan saat tanaman memasuki usia 1 bulan hingga 45 hari setelah tanam, atau ketika tanaman sudah memiliki sekitar 8 hingga 10 helai daun sejati.

"Banyak pembudidaya pemula yang merasa kasihan atau takut saat harus memotong pucuk tanaman cabai mereka. Padahal, pemotongan pucuk ini adalah rahasia utama agar pohon tidak menjulang tinggi melainkan melebar rimbun. Dari satu bekas potong, bisa tumbuh tiga hingga lima cabang produktif baru," ujar Rudi Santoso, praktisi urban farming asal Jakarta Selatan.

Berikut adalah langkah-langkah praktis dalam melakukan pemangkasan pucuk:

  • Gunakan gunting tanaman atau pisau yang tajam dan sudah disterilkan menggunakan alkohol untuk mencegah infeksi jamur.
  • Potong bagian ujung batang utama sepanjang 1-2 sentimeter tepat di atas ketiak daun tertinggi.
  • Lakukan pemangkasan pada pagi hari saat tanaman memiliki kelembapan optimal dan proses fotosintesis berjalan maksimal.
  • Oleskan sedikit serbuk kunyit atau fungisida organik pada bekas potongan untuk menutup luka batang.

Pemberian Nutrisi Intensif dan Pengaturan Penyiraman

Setelah proses pemangkasan selesai, tanaman memerlukan asupan nutrisi yang cukup untuk mempercepat pembentukan cabang baru. Pemberian pupuk berkadar Nitrogen (N) tinggi sangat disarankan pada fase awal setelah topping guna memicu pertumbuhan vegetatif yang cepat dan sehat.

Penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) dari kotoran ayam atau rendaman sabut kelapa yang dikocorkan seminggu sekali terbukti mampu memicu kemunculan tunas baru secara signifikan dalam waktu 7 hingga 14 hari.

Fase Tanaman Perlakuan Nutrisi Hasil Yang Diharapkan
Awal (Usia 1-30 Hari) Pemberian NPK seimbang & Penyiraman Rutin Batang kokoh dan daun tumbuh lebat
Pasca Pemangkasan (Usia 30-60 Hari) Pupuk Tinggi Nitrogen & POC Organik Pertumbuhan 3-5 cabang lateral baru
Fase Pembungaan (Usia >60 Hari) Pupuk Tinggi Kalium & Fosfat Bunga tidak rontok dan buah bertambah lebat

Selain pupuk, intensitas penyiraman juga harus dijaga secara konsisten. Media tanam tidak boleh terlalu becek karena dapat menyebabkan pembusukan akar, namun juga tidak boleh dibiarkan terlalu kering yang bisa membuat tanaman stres. Penyiraman ideal dilakukan satu kali sehari pada pagi atau sore hari.

Optimalisasi Sinar Matahari dan Pemeliharaan Media Tanam

Faktor penentu berikutnya adalah paparan sinar matahari langsung. Tanaman cabai merupakan vegetasi tropis yang membutuhkan intensitas cahaya penuh minimal 6 hingga 8 jam saban hari. Sinar matahari yang cukup akan membuat cabang-cabang baru tumbuh tebal, kokoh, dan tidak mudah patah saat mulai menopang buah yang berat.

Penggemburan media tanam di sekitar perakaran juga perlu dilakukan secara berkala setiap dua minggu sekali. Media tanam yang porus—campuran tanah humus, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1—akan memudahkan akar menyerap asupan nutrisi secara optimal.

Dengan memadukan teknik pemangkasan pucuk yang tepat, pemenuhan nutrisi berkala, serta pencahayaan yang cukup, para pecinta tanaman di rumah kini bisa memanen buah cabai yang berlimpah meski hanya memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah.

Punya tanaman cabai yang tumbuh tinggi tapi tidak rimbun? Simak langkah-langkah pemangkasan pucuk (topping), racikan nutrisi, hingga pengaturan sinar matahari yang tepat untuk memaksimalkan hasil panen cabai di pekarangan rumah Anda. Baca selengkapnya hanya di Apaberita.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User