Ledakan Tabung di Kawasan Industri Candi Semarang dari Ruang Produksi
Tragedi melanda Kawasan Industri Candi (KIC), Ngaliyan, Kota Semarang, pada Selasa (1/7/2026). Sebuah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari tabung sterilisasi mengguncang pabrik milik PT Raw Botan
Tragedi melanda Kawasan Industri Candi (KIC), Ngaliyan, Kota Semarang, pada Selasa (1/7/2026). Sebuah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari tabung sterilisasi mengguncang pabrik milik PT Raw Botanical Nusantara, mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia. Peristiwa ini juga menyebabkan kerusakan struktural yang parah pada bangunan pabrik, mengubah area produksi menjadi lautan puing.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com di lokasi kejadian, kerusakan paling signifikan terpusat di ruang produksi. Seluruh atap pada bagian tersebut ambruk, menyisakan rangka-rangka baja yang melengkung dan patah akibat tekanan dahsyat dari ledakan. Lembaran seng bergelombang dan puing-puing material bangunan berserakan di lantai, bercampur dengan pecahan kaca dari jendela dan peralatan yang hancur.
Kondisi Ruang Produksi Porak-poranda
Pantauan tim Apaberita.com di lapangan menunjukkan suasana bak daerah bencana. Tidak ada lagi struktur atap yang utuh di atas area kejadian. Hembusan angin dengan leluasa masuk melalui rongga-rongga besar di langit-langit yang kini terbuka lebar. Beberapa peralatan produksi yang berada di dekat pusat ledakan terlihat ringsek dan tidak dapat dikenali lagi bentuk aslinya. Dinding pembatas ruangan juga mengalami retakan yang cukup mengkhawatirkan, menimbulkan dugaan bahwa struktur utama bangunan mengalami guncangan hebat.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dari Polrestabes Semarang bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Area sekitar pabrik dipasangi garis polisi untuk memudahkan proses penyelidikan dan mencegah pihak-pihak yang tidak berkepentingan masuk ke zona berbahaya. Suasana di sekitar lokasi masih terpantau mencekam, dengan sejumlah karyawan yang selamat tampak syok dan enggan berkomentar banyak.
Comments (0)