Layanan PayLater Kian Populer di Mahasiswa, Solusi atau Jebakan?

Jakarta – Kemudahan bertransaksi secara digital telah mendorong adopsi layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau PayLater, khususnya di kalangan mahasiswa. Di satu sisi, fasilitas ini menawarkan pembiay...

Jul 13, 2026 - 12:01
0 0
Layanan PayLater Kian Populer di Mahasiswa, Solusi atau Jebakan?

Jakarta – Kemudahan bertransaksi secara digital telah mendorong adopsi layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau PayLater, khususnya di kalangan mahasiswa. Di satu sisi, fasilitas ini menawarkan pembiayaan instan untuk kebutuhan mendesak. Namun, di sisi lain, para pengamat keuangan memperingatkan potensi jebakan utang yang dapat menjerat generasi muda apabila tidak disertai literasi keuangan yang memadai.

Pertumbuhan BNPL Melonjak di Awal 2025

Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pembiayaan BNPL terus mencatatkan tren kenaikan signifikan. Pada awal tahun 2025, total outstanding pembiayaan PayLater mencapai sekitar Rp22,57 triliun, naik lebih dari 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah rekening pengguna pun telah menembus 24,44 juta akun, menandakan layanan ini telah menjadi bagian integral dari ekosistem keuangan digital nasional.

Angka-angka tersebut mencerminkan bagaimana masyarakat, terutama segmen muda, semakin beralih ke instrumen pembiayaan nontunai yang mudah diakses hanya melalui gawai. Proses pendaftaran yang tidak rumit, tanpa agunan, serta limit yang cair dalam hitungan menit menjadi daya tarik utama yang sulit diabaikan oleh mahasiswa yang seringkali dihadapkan pada kebutuhan finansial yang fluktuatif.

Mahasiswa sebagai Pengguna Aktif

Kalangan mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang paling dekat dengan layanan PayLater. Sebagian besar aktivitas harian mereka—mulai dari berbelanja, memesan transportasi, hingga membeli perlengkapan akademik—telah terhubung dengan aplikasi digital. Dalam situasi tertentu, PayLater memang memberikan angin segar.

Tidak semua mahasiswa memiliki kestabilan dana dari orang tua, terutama bagi mereka yang merantau atau menjalani pekerjaan paruh waktu. Ketika dihadapkan pada kebutuhan mendesak seperti pembelian buku referensi, perangkat perkuliahan, atau biaya proyek yang tak terduga, PayLater hadir sebagai alternatif pembiayaan jangka pendek yang lebih mudah dijangkau ketimbang meminjam kepada kerabat atau mengakses pinjaman berbunga tinggi secara informal.

Manfaat Ganda: Solusi dan Sarana Edukasi

Di luar fungsi utamanya sebagai solusi keuangan instan, PayLater dinilai dapat menjadi wahana pembelajaran manajemen keuangan bagi mahasiswa. Pengguna dituntut untuk menyusun prioritas pengeluaran, memperhatikan tanggal jatuh tempo, serta bertanggung jawab atas kewajiban pembayaran yang diambil. Proses ini, jika dijalankan dengan disiplin, mampu menumbuhkan pemahaman dasar tentang arus kas dan konsekuensi dari keputusan finansial.

"BNPL bisa menjadi alat edukasi yang efektif apabila diperlakukan sebagai fasilitas transaksional, bukan sebagai sumber dana tambahan permanen," ujar Dr. Retno Sari, pengamat perilaku konsumen dari Universitas Gadjah Mada, saat dihubungi pada Kamis (13/6). "Mahasiswa perlu menyadari bahwa limit yang tersedia bukanlah uang tambahan; itu adalah utang yang harus dilunasi. Tanpa pemahaman ini, mereka hanya akan menganggap PayLater sebagai perpanjangan uang saku."

Lebih jauh, sistem pencatatan otomatis dari aplikasi penyedia PayLater juga memudahkan pengguna melacak riwayat transaksi. Mahasiswa dapat melihat pola konsumsi mereka secara transparan dan mengevaluasi apakah pengeluaran yang dilakukan sudah sesuai dengan skala prioritas. Namun, potensi positif ini sangat bergantung pada niat dan kesadaran individu untuk mengelola keuangan secara sehat.

Risiko Jerat Utang dan Overkonsumsi

Di balik segala kemudahan, para ahli sepakat bahwa risiko penyalahgunaan PayLater oleh mahasiswa tidak bisa dipandang sebelah mata. Ketiadaan pendapatan tetap membuat kemampuan membayar mahasiswa sangat terbatas. Ketika limit cicilan mulai menumpuk, muncul godaan untuk menutup utang dengan utang baru—siklus yang berujung pada beban finansial berkepanjangan.

Bunga dan denda keterlambatan yang diterapkan sebagian platform BNPL pun tidak selalu disadari sepenuhnya oleh pengguna muda. Dalam banyak kasus, keterlambatan pembayaran bahkan hanya satu hari sudah dikenai biaya tambahan yang proporsional terhadap total transaksi, bukan sisa cicilan. Jika tidak dicermati, total biaya yang harus dibayar bisa jauh melampaui harga barang yang dibeli, mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi mahasiswa yang umumnya hanya mengandalkan kiriman uang saku bulanan.

Selain itu, profil kredit yang tercoreng akibat tunggakan PayLater juga dapat berdampak pada akses keuangan di masa depan. Mahasiswa yang tercatat memiliki riwayat kredit buruk berpotensi mengalami kesulitan saat mengajukan pinjaman untuk KPR, kendaraan, atau bahkan kartu kredit setelah lulus dan memasuki dunia kerja. "Rating kredit adalah aset jangka panjang yang seringkali tidak disadari oleh generasi muda. Sekali tercatat gagal bayar, pemulihannya butuh waktu dan usaha ekstra," tambah Dr. Retno.

Upaya Literasi dan Regulasi

OJK bersama pelaku industri fintech terus berupaya memperkuat literasi keuangan digital melalui kampanye dan penyediaan kanal pengaduan. Regulasi yang mengatur batas maksimal bunga dan transparansi biaya juga tengah disempurnakan agar perlindungan konsumen, khususnya dari segmen rentan seperti mahasiswa, semakin optimal. Di sisi institusi pendidikan, sejumlah kampus mulai memasukkan materi pengelolaan keuangan pribadi ke dalam program orientasi mahasiswa baru atau mata kuliah pengembangan diri.

Ke depan, keberadaan PayLater di kalangan mahasiswa akan terus menjadi topik diskusi. Apakah ia menjadi alat bantu finansial yang bermanfaat atau justru menjadi jebakan, jawabannya sepenuhnya bertumpu pada kecerdasan finansial penggunanya. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan, tetapi juga senantiasa mengasah kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta memahami bahwa setiap transaksi PayLater adalah komitmen yang kelak harus ditunaikan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User