Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Bertambah Jadi 164 Orang
Tim penyelamat dan warga setempat berjuang melawan gelapnya malam untuk mencari korban selamat setelah dua gempa bumi kuat mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6). Gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 yang
Tim penyelamat dan warga setempat berjuang melawan gelapnya malam untuk mencari korban selamat setelah dua gempa bumi kuat mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6). Gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 yang berpusat di barat ibu kota Caracas ini telah menewaskan sedikitnya 164 orang, menjadikannya bencana seismik paling mematikan di negara itu dalam lebih dari satu abad.
Menurut data terkini yang dihimpun Apaberita.com, jumlah korban tewas diperkirakan masih akan meningkat seiring tim penyelamat terus menyusuri puing-puing bangunan yang runtuh. Lebih dari 2.000 orang dilaporkan terluka, dan ratusan lainnya masih hilang di bawah reruntuhan.
Kronologi Bencana
Guncangan pertama terjadi pada pukul 15.45 waktu setempat dengan magnitudo 7,2, diikuti gempa susulan berkekuatan 7,5 hanya berselang beberapa menit kemudian. Pusat gempa berada sekitar 50 kilometer di sebelah barat Caracas, namun getarannya terasa hingga ke Kolombia dan Trinidad dan Tobago. Lembaga Survei Geologi Venezuela mencatat gempa ini sebagai yang terkuat sejak tahun 1900, melampaui rekor gempa tahun 1950 yang berkekuatan 6,5.
"Kami mendengar suara gemuruh dari dalam tanah, lalu bangunan-bangunan mulai bergoyang hebat. Banyak gedung tua yang langsung ambruk dalam hitungan detik," ujar salah seorang saksi mata yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan sebuah pusat perbelanjaan di Caracas, kepada Apaberita.com.
Respons Internasional
Komunitas internasional bergerak cepat menanggapi tragedi ini. Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat langsung menawarkan bantuan tim penyelamat dan bantuan medis darurat. Pemerintah Venezuela melalui Kementerian Luar Negeri telah menerima tawaran tersebut dan mengoordinasikan pengerahan personel serta peralatan ke lokasi terdampak.
Palang Merah Venezuela melaporkan bahwa rumah sakit di wilayah bencana kewalahan menampung korban luka. Sejumlah fasilitas kesehatan bahkan mengalami kerusakan struktural, memaksa tenaga medis mendirikan tenda darurat di lapangan terbuka.
Pencarian Terus Berlangsung
Hingga dini hari, tim penyelamat dibantu anjing pelacak dan alat berat terus menggali reruntuhan dengan lampu sorot seadanya. Warga yang selamat juga rela bergabung dengan tangan kosong, berharap menemukan keluarga atau tetangga mereka. Pemerintah menetapkan status darurat nasional dan mengerahkan militer untuk membantu logistik dan keamanan.
Apaberita.com memperoleh konfirmasi dari Badan Penanggulangan Bencana Venezuela bahwa lebih dari 3.000 bangunan, termasuk sekolah, pusat perbelanjaan, dan permukiman padat penduduk, mengalami kerusakan signifikan. Gempa kembar ini tidak hanya melumpuhkan jaringan listrik dan komunikasi, tetapi juga memicu beberapa titik kebakaran akibat kebocoran gas.
Pakar gempa menyebut posisi Venezuela yang berada di lempeng Karibia menjadi faktor utama tingginya aktivitas seismik. Namun, frekuensi gempa dahsyat seperti ini relatif jarang, sehingga infrastruktur di banyak wilayah tidak dibangun dengan standar tahan gempa yang memadai.
Duka dan kepanikan masih menyelimuti jalan-jalan Caracas. Warga tidur di luar ruangan karena takut akan gempa susulan. Operasi penyelamatan diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, sementara pemerintah berjibaku mendistribusikan bantuan dan memulihkan layanan dasar.
Comments (0)