Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Naik Jadi 2.954 Orang
Caracas - Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun oleh tim liputan Apaberita.com, angka kematian
Caracas - Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun oleh tim liputan Apaberita.com, angka kematian kini telah mencapai 2.954 jiwa. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, bertambah lebih dari 300 jiwa jika dibandingkan dengan data yang tercatat pada Jumat (3/7) lalu.
Tidak hanya korban jiwa, bencana gempa kembar yang terjadi pada 24 Juni 2026 itu juga mengakibatkan lebih dari 16.000 orang mengalami luka-luka. Para korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan darurat yang didirikan di sekitar lokasi bencana. Tim medis dari dalam dan luar negeri terus berjibaku memberikan pertolongan di tengah keterbatasan infrastruktur yang rusak parah.
Ribuan Orang Masih Dilaporkan Hilang
Situasi di lapangan masih jauh dari kata kondusif. Selain korban tewas dan luka-luka, otoritas setempat masih menerima laporan mengenai ribuan warga yang dinyatakan hilang. Proses pencarian dan evakuasi mengalami kendala serius akibat banyaknya bangunan yang runtuh serta akses jalan yang terputus. Alat berat dikerahkan untuk menyisir puing-puing bangunan, namun harapan untuk menemukan korban selamat semakin menipis seiring berjalannya waktu.
Bencana ini merupakan salah satu tragedi kemanusiaan terburuk yang pernah melanda Venezuela. Getaran kuat dari kedua gempa tersebut tidak hanya meratakan permukiman warga, tetapi juga menghancurkan gedung-gedung vital serta jaringan listrik dan komunikasi, mempersulit upaya distribusi bantuan kemanusiaan.
Presiden Bantah Tuduhan Lambat Tangani Bencana
Di tengah situasi darurat ini, Presiden Venezuela Nicolas Maduro angkat bicara terkait kritik yang menyebut pemerintahannya lambat dalam merespons bencana. Dalam keterangan pers yang dimonitor oleh kru Apaberita.com, Presiden Maduro dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah langsung mengerahkan seluruh elemen militer dan sipil sejak menit-menit pertama pasca-gempa untuk mempercepat operasi penyelamatan.
"Kami bekerja tanpa henti. Tidak ada penundaan. Kritik semacam itu tidak berdasar dan hanya menambah penderitaan rakyat di saat sulit seperti ini," tegas Maduro dalam pidatonya.
Meski demikian, warga di beberapa wilayah terdampak mengeluhkan lambatnya kedatangan bantuan logistik, terutama air bersih, makanan, dan obat-obatan. Organisasi kemanusiaan internasional pun mendesak agar pemerintah Venezuela segera membuka akses seluas-luasnya bagi tim bantuan asing untuk mempercepat penanganan pasca-bencana yang telah memasuki pekan kedua ini.
Comments (0)