Warga Iran Tetap Ramai Hadiri Pemakaman Khamenei Saat Cuaca Super Panas

Teheran - Ribuan warga Iran tetap memadati prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang memasuki hari kedua pada Minggu (5/7/2026). Meskipun suhu udara di ibu kota Tehera

Jul 07, 2026 - 23:03
0 0
Warga Iran Tetap Ramai Hadiri Pemakaman Khamenei Saat Cuaca Super Panas

Teheran - Ribuan warga Iran tetap memadati prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang memasuki hari kedua pada Minggu (5/7/2026). Meskipun suhu udara di ibu kota Teheran sangat terik dan menyengat, para pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh sentral Republik Islam yang telah memimpin negara tersebut selama lebih dari tiga dekade.

Khamenei yang berusia 86 tahun tewas bersama sejumlah anggota keluarganya dalam serangan rudal gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan dahsyat itu menghantam kompleks kediaman sekaligus kantornya di pusat Teheran, mengguncang lanskap politik domestik dan menimbulkan gelombang ketegangan baru di kawasan. Kejadian itu mengundang kemarahan luas di kalangan rakyat Iran dan simpatisan di seluruh dunia.

Rangkaian Prosesi Sejak Sabtu

Dilansir dari Al-Jazeera, prosesi pemakaman resmi baru dimulai pada Sabtu (4/7/2026) pagi waktu setempat setelah melalui serangkaian persiapan dan ritual keagamaan. Sebelumnya, jenazah disemayamkan di lokasi tertutup untuk prosesi pelepasan yang dihadiri para ulama senior, pejabat tinggi militer, dan perwakilan pemerintahan.

Begitu prosesi publik dimulai, kerumunan langsung membeludak di sepanjang rute utama menuju pusat kota. Warga mengibarkan bendera hitam dan spanduk bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an serta meneriakkan slogan “Kematian bagi Amerika” dan “Khamenei Abadi”. Suasana haru dan semangat revolusioner begitu terasa di tengah teriknya matahari.

“Kami berhutang budi pada Ayatollah Khamenei. Beliau melindungi revolusi dan menjaga kehormatan bangsa. Panas ini tidak sebanding dengan pengorbanan beliau untuk kami,” ujar Mohammad Reza (52), seorang pelayat asal Qom, kepada tim liputan Apaberita.com di sela-sela prosesi.

Cuaca Super Panas Tak Surutkan Pelayat

Suhu di Teheran pada awal Juli dikenal sangat ekstrem, bahkan mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada siang hari. Pemerintah setempat langsung mendirikan puluhan posko kesehatan darurat di sepanjang rute prosesi, lengkap dengan pasokan air mineral gratis dan tim medis siaga. Hal ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban akibat dehidrasi di tengah kerumunan yang terus mengalir sejak pagi hari.

Menurut laporan Apaberita.com, hingga Minggu siang belum ada insiden serius akibat cuaca panas, meskipun beberapa pelayat sempat pingsan dan langsung mendapat pertolongan. Para relawan juga terlihat membagikan payung, kain basah, dan es batu kepada warga yang tetap bertahan di jalan-jalan utama.

Pemakaman dan Peningkatan Keamanan

Prosesi hari kedua akan diakhiri dengan upacara pemakaman resmi di kompleks makam para pemimpin Iran di selatan Teheran. Sejumlah perwakilan negara sahabat dan gerakan poros perlawanan dijadwalkan hadir secara terbatas. Menanggapi situasi keamanan yang memanas pasca serangan yang menewaskan Khamenei, otoritas Iran memperketat pengamanan di seluruh titik vital dan memberlakukan pembatasan gerak sementara di sekitar lokasi pemakaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User