Kondisi Terkini Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu yang Mau Dibereskan Pramono
Laporan Apaberita.com, Minggu (5/7/2026), memperlihatkan bahwa proses pembebasan lahan untuk jalan penghubung Pasar Minggu–Tanjung Barat yang sejajar rel kereta api sudah memasuki tahap signifikan.
Laporan Apaberita.com, Minggu (5/7/2026), memperlihatkan bahwa proses pembebasan lahan untuk jalan penghubung Pasar Minggu–Tanjung Barat yang sejajar rel kereta api sudah memasuki tahap signifikan. Sejumlah bangunan di sisi timur Jalan Kemuning, tepat setelah perlintasan kereta dari arah BIN, kini telah rata dengan tanah. Lahan yang semula dipadati bangunan semi permanen dan beberapa rumah tinggal itu kini hanya menyisakan puing-puing dan tanah kosong yang siap dieksekusi menjadi bagian dari jalur baru.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa alat berat belum terlihat beroperasi, namun aktivitas perataan bangunan sudah nyaris tuntas di titik awal proyek. Warga sekitar tampak masih menyimpan beberapa material berserakan di depan bekas bangunan mereka, sementara lalu lintas di Jalan Kemuning tetap berlangsung normal. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan kronis di Jakarta Selatan, terutama pada jam sibuk, karena volume kendaraan yang tinggi dan sempitnya badan jalan eksisting.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung memang telah menjadikan penyelesaian jalan sejajar rel ini sebagai prioritas. Proyek ini sempat mangkrak bertahun-tahun akibat kendala pembebasan lahan dan masalah administratif. Kini, dengan mulai diratakannya bangunan di sisi timur Jalan Kemuning, sinyal bahwa pembangunan akan segera dimulai semakin kuat. Jalan baru ini dirancang untuk memecah kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Pasar Minggu yang sehari-hari menjadi urat nadi pergerakan warga Jakarta Selatan menuju pusat kota.
“Kami akan menuntaskan pembangunan jalan sejajar rel Pasar Minggu yang selama ini mangkrak. Ini bukan sekadar janji, melainkan komitmen untuk mengurangi beban kemacetan warga Jakarta Selatan,” tegas Pramono dalam kesempatan sebelumnya.
Dengan lahan yang sudah mulai bersih, tahap selanjutnya adalah pemasangan patok batas dan pemanggilan kontraktor pelaksana. Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer ini akan memiliki dua lajur dengan lebar yang cukup untuk mengakomodasi kendaraan roda empat dan dua. Di beberapa segmen, jalur tersebut akan berdempetan langsung dengan pagar rel kereta api, sehingga diperlukan koordinasi intensif dengan PT KAI untuk memastikan aspek keselamatan dan peraturan jalur kereta terpenuhi.
Bagi warga Pasar Minggu, Kalibata, dan Tanjung Barat, kehadiran jalan ini sudah dinanti selama hampir satu dekade. Selama ini, kendaraan yang hendak menuju Tanjung Barat dari arah Pasar Minggu harus menempuh Jalan Raya Pasar Minggu yang padat atau memutar jauh melalui Jalan Raya Lenteng Agung. Kehadiran jalur alternatif ini diharapkan memangkas waktu tempuh hingga 40 persen dan mengurangi antrean kendaraan di perlintasan kereta yang kerap memicu kemacetan parah.
Pemprov DKI menargetkan pembangunan fisik bisa dimulai pada triwulan ketiga 2026 dan selesai dalam waktu delapan bulan. Sosialisasi kepada warga yang terdampak terus dilakukan, termasuk pemberian kompensasi bagi pemilik bangunan yang tanahnya digunakan untuk pelebaran jalan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengenai jadwal pasti peletakan batu pertama, namun suasana di lapangan menunjukkan bahwa proyek ini sudah tidak lagi sekadar wacana.
Comments (0)