Kiai dan Ulama Adalah Tokoh Paling Dekat dengan Rakyat, Tegas Prabowo di Munas NU

Presiden Prabowo Subianto memberikan penegasan penting mengenai posisi strategis kiai dan ulama dalam struktur sosial masyarakat Indonesia. Dalam sambutannya di hadapan ribuan peserta Munas Alim Ulam

Jul 08, 2026 - 19:27
0 0
Kiai dan Ulama Adalah Tokoh Paling Dekat dengan Rakyat, Tegas Prabowo di Munas NU

Presiden Prabowo Subianto memberikan penegasan penting mengenai posisi strategis kiai dan ulama dalam struktur sosial masyarakat Indonesia. Dalam sambutannya di hadapan ribuan peserta Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, Prabowo secara khusus menyoroti kedekatan para pemuka agama ini hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Prabowo menyampaikan pandangannya tersebut saat menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang digelar di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa (23/6/2026). Di podium, ia dengan gamblang mengutarakan bahwa tidak ada tokoh lain yang mampu menandingi kedekatan kiai dan ulama dengan denyut nadi kehidupan rakyat kecil.

"Nahdlatul Ulama, organisasi para kiai, para ulama. Para kiai dan para ulama adalah menurut saya tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat. Paling dekat apalagi dengan rakyat di pedesaan," ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut menegaskan pandangan Presiden mengenai peran sentral yang dimainkan oleh para pemuka agama dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dengan warga di akar rumput. Keberadaan kiai dan ulama dinilai sebagai simpul-simpul sosial yang tidak hanya menyampaikan aspirasi warga, tetapi juga membimbing kehidupan spiritual masyarakat di pelosok desa.

Kehadiran Presiden di ajang bergengsi NU ini juga diwarnai dengan pengakuan personalnya akan kedekatan emosional dengan lingkungan Nahdlatul Ulama. Dalam forum yang sama, Prabowo mengaku merasa sangat nyaman berada di tengah-tengah keluarga besar NU. Ia mengisahkan bahwa perkenalannya dengan nahdliyin bukanlah hal yang baru, melainkan sudah terjalin sejak masa kecilnya. Hal ini menunjukkan benang merah historis yang kuat antara pemimpin negara dengan ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Acara Munas dan Konbes NU 2026 di Bangkalan ini menjadi momen penting yang tidak hanya membahas isu-isu keagamaan, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi kebangsaan. Kehadiran Presiden dan pesan yang ia sampaikan kian menegaskan peran vital organisasi keagamaan dalam menjaga kohesivitas sosial dan mendekatkan program-program pemerintah kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang menjadi basis utama para kiai. Liputan lengkap kegiatan ini dapat Anda ikuti melalui kanal resmi Apaberita.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User