Ketua MA Sunarto Pimpin HUT ke-81 Mahkamah Agung Tegaskan Komitmen Independensi Peradilan
Jakarta, 18 Agustus 2026 — Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto memimpin puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Mahkamah Agung yang digelar di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (18/8/2026)...
Jakarta, 18 Agustus 2026 — Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto memimpin puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Mahkamah Agung yang digelar di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Kegiatan itu dihadiri para wakil ketua MA, hakim agung, ketua kamar, pejabat struktural, serta perwakilan empat lingkungan peradilan, yakni peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer, dan peradilan tata usaha negara.
Dalam sambutannya, Sunarto mengajak seluruh aparatur peradilan menjadikan momentum HUT ke-81 sebagai refleksi atas perjalanan panjang lembaga peradilan tertinggi di Indonesia. Menurut dia, usia delapan dekade lebih itu bukan sekadar catatan administratif, melainkan amanah konstitusional yang harus dijawab dengan pelayanan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran yang bekerja menjaga kelancaran pelayanan peradilan di tengah berbagai tantangan, termasuk peningkatan volume perkara dan dinamika kebutuhan hukum masyarakat.
Perjalanan Empat Lingkungan Peradilan
Mahkamah Agung berdiri berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan melaksanakan kekuasaan kehakiman sejak awal kemerdekaan. Kedudukan, tugas, dan wewenang lembaga ini kemudian diatur melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung yang telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 yang disahkan sebagai penyempurnaan pengaturan lembaga peradilan tertinggi.
Dalam struktur peradilan nasional, MA menaungi empat lingkungan peradilan yang membentang dari pengadilan tingkat pertama hingga tingkat kasasi dan peninjauan kembali. Sunarto menegaskan bahwa seluruh lingkungan peradilan harus bergerak dalam satu arah untuk mewujudkan peradilan yang sederhana, cepat, dan berbiaya ringan sebagaimana diamanatkan undang-undang.
Prioritas pada Integritas Hakim
"Integritas adalah harga mati bagi setiap hakim. Tidak ada capaian kinerja yang dapat menutupi pelanggaran etik maupun hukum oleh aparatur peradilan," kata Sunarto di hadapan para pejabat MA.
Pernyataan itu disampaikan di tengah komitmen MA menjaga marwah peradilan dari praktik penyalahgunaan wewenang. Sunarto menekankan penguatan pengawasan internal melalui Badan Pengawas serta penegakan kode etik dan pedoman perilaku hakim. Menurut dia, kepercayaan publik terhadap pengadilan bertumpu pada perilaku hakim yang profesional dan bebas dari intervensi kepentingan mana pun.
Sunarto juga mengingatkan seluruh hakim dan pegawai untuk memegang teguh sumpah jabatan. Dalam Rapat Koordinasi pimpinan yang digelar menyusul peringatan tersebut, ia meminta setiap pimpinan pengadilan di daerah menjalankan pembinaan secara berjenjang, menindaklanjuti keputusan-keputusan strategis MA, serta melaporkan temuan penyimpangan kepada pimpinan MA.
Transformasi Digital Peradilan
Pada kesempatan yang sama, Sunarto menyoroti akselerasi transformasi digital di lingkungan MA. Layanan peradilan berbasis elektronik, seperti pendaftaran perkara secara daring, persidangan jarak jauh, dan pemantauan perkara, disebutnya sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat akan transparansi dan kepastian hukum. Ia juga meminta pengadilan di daerah memastikan infrastruktur digital berjalan andal agar tidak ada warga yang dirugikan oleh kendala teknis.
Ketua MA menyatakan bahwa digitalisasi tidak hanya mempercepat penanganan perkara, tetapi juga mempersempit ruang interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan praktik pungutan liar. Ia menegaskan, seluruh inovasi layanan harus berpihak pada kemudahan masyarakat pencari keadilan, terutama kelompok yang selama ini kesulitan menjangkau pengadilan.
Apresiasi kepada Aparatur Peradilan
Dalam rangkaian peringatan itu, MA memberikan apresiasi kepada aparatur peradilan yang dinilai berkinerja baik sepanjang tahun berjalan. Pemberian penghargaan tersebut merupakan bagian dari pembinaan agar semangat melayani terus tumbuh di seluruh tingkatan pengadilan, dari pengadilan negeri hingga pengadilan tinggi di berbagai daerah.
Menutup sambutannya, Sunarto berharap HUT ke-81 Mahkamah Agung menjadi titik tolak penguatan kelembagaan menuju peradilan yang modern, akuntabel, dan dipercaya masyarakat. "Kepercayaan rakyat tidak bisa dibeli; ia diraih melalui kerja yang jujur dan konsisten," ujarnya.
Comments (0)