Kecelakaan Beruntun Pasuruan, Empat Tewas Ditabrak Trailer

Pasuruan — Sebuah kecelakaan lalu lintas maut terjadi di jalur utama Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Senin (27/6) pagi. Satu unit kendaraan trailer bermuatan ber...

Kecelakaan Beruntun Pasuruan, Empat Tewas Ditabrak Trailer

Pasuruan — Sebuah kecelakaan lalu lintas maut terjadi di jalur utama Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Senin (27/6) pagi. Satu unit kendaraan trailer bermuatan berat menabrak dua truk dan sejumlah sepeda motor secara beruntun, mengakibatkan empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, insiden bermula sekitar pukul 06.45 WIB saat arus lalu lintas di ruas jalan nasional tersebut mulai padat. Kendaraan trailer bernomor polisi N 9085 UD yang dikemudikan oleh S (45), warga Kecamatan Pandaan, mendadak oleng dan kehilangan kendali, menghantam bagian belakang sebuah truk tangki yang tengah melaju di depannya, kemudian membentur truk engkel pengangkut barang, sebelum akhirnya menyeruduk tiga sepeda motor yang berada di bahu jalan.

Kronologi dan Olah Tempat Kejadian Perkara

Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Dwi Cahyono, menyatakan bahwa petugas segera melakukan pengamanan lokasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) begitu laporan diterima. “Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah rem blong pada kendaraan trailer,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Mapolres Pasuruan. Tim Unit Laka Lantas langsung mengevakuasi para korban dan mengarahkan arus lalu lintas yang sempat tersendat hingga lebih dari tiga kilometer.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena pengemudi trailer terjepit di dalam kabin kendaraan yang ringsek parah. Petugas gabungan dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, dan relawan harus menggunakan alat berat untuk membuka badan truk. Operasi penyelamatan berlangsung hingga pukul 09.30 WIB, saat pengemudi berhasil dievakuasi dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke RSUD Bangil.

Identitas Korban dan Data Kerugian

Korban meninggal dunia di lokasi berjumlah empat orang. Dua di antaranya merupakan pengendara sepeda motor, yakni M (32), warga Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, dan R (28), warga Desa Wunut, Kecamatan Sukorejo. Satu korban lainnya adalah kenek truk engkel berinisial S (41), serta seorang pejalan kaki yang tengah menyeberang jalan, perempuan paruh baya yang identitasnya masih dalam proses identifikasi oleh Unit Identifikasi Polres Pasuruan.

Selain korban jiwa, empat orang lainnya mengalami luka berat dan luka ringan, dan kini menjalani perawatan intensif di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bangil, RS Siti Khodijah, dan Puskesmas Gempol. “Kami telah mengerahkan seluruh sumber daya medis untuk menangani para korban, dan biaya perawatan ditanggung oleh pemerintah daerah melalui BPJS Kesehatan serta Jasa Raharja,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr. Ani Wulandari, saat meninjau ruang perawatan. Kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, meliputi kerusakan berat pada tiga unit truk dan tiga sepeda motor yang terbakar atau hancur.

Penanganan Hukum dan Imbauan Keselamatan

Polisi telah menetapkan pengemudi trailer sebagai terlapor meskipun yang bersangkutan masih dalam perawatan. “Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk pengemudi truk lain dan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur, namun kami prioritaskan pemulihan kesehatan terlapor,” jelas AKP Dwi Cahyono. Ia menambahkan, penyidik akan mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dan pelanggaran muatan berlebih sebagai faktor pemicu kecelakaan.

Bupati Pasuruan, M. Irsyad Yusuf, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menginstruksikan dinas terkait untuk mempercepat pemberian santunan. Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga akan segera melakukan evaluasi titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur nasional yang melintasi wilayahnya. “Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama para pengguna jalan, untuk selalu mengutamakan keselamatan. Saya juga meminta kepada jajaran kepolisian dan perhubungan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan berat yang beroperasi di jalan raya,” ujarnya.

Kecelakaan ini menambah panjang daftar insiden serupa di kawasan Gempol yang kerap dilalui kendaraan besar menuju kawasan industri. Data Satlantas Polres Pasuruan mencatat, sepanjang Januari hingga Juni 2026, telah terjadi 17 kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tersebut dengan jumlah korban meninggal mencapai 23 orang. Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi untuk mematuhi batas kecepatan, memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, dan tidak memaksakan perjalanan saat muatan berlebih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User