Kebakaran Landa Taman Nasional Way Kambas, Gajah Liar Dipastikan Aman

Kebakaran lahan menghanguskan sebagian kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Tim gabungan yang terdiri atas petugas Balai Taman...

Kebakaran Landa Taman Nasional Way Kambas, Gajah Liar Dipastikan Aman

Kebakaran lahan menghanguskan sebagian kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Tim gabungan yang terdiri atas petugas Balai Taman Nasional Way Kambas, Manggala Agni, TNI, Polri, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) masih berupaya memadamkan sisa api pada sejumlah titik yang sulit dijangkau. Meski demikian, pihak pengelola menegaskan bahwa populasi gajah liar di dalam kawasan dipastikan dalam kondisi aman dan tidak terdampak langsung oleh peristiwa tersebut.

Berdasarkan keterangan pengelola, api membakar lahan berupa semak belukar dan padang alang-alang yang menjadi karakteristik ekosistem TNWK. Cuaca panas dalam kurun waktu terakhir disebut mempercepat penyebaran api, sementara akses menuju beberapa titik kejadian terbilang terbatas sehingga pemadaman harus dilakukan secara bertahap dengan kehati-hatian tinggi.

Pemadaman di Titik Sulit Diakses

Tim gabungan menindaklanjuti laporan kebakaran dengan melakukan pemetaan titik api terlebih dahulu sebelum menurunkan personel ke lapangan. Pendekatan tersebut diambil karena sebagian lokasi terbakar berada jauh dari jalur patroli utama dan hanya dapat ditempuh melalui jalur darat yang berlumpur serta tertutup vegetasi kering.

Personel dibagi ke dalam beberapa regu dengan tugas mengawasi arah penyebaran api, membangun garis penghalang, serta melakukan penyiraman pada titik-titik yang masih berasap. Langkah serupa ditempuh pada area peralihan antara kawasan konservasi dan permukiman guna mencegah api menjalar ke pemukiman maupun areal pertanahan masyarakat di sekitar taman nasional.

"Kami terus berupaya memadamkan api di lokasi yang sulit diakses. Personel dikerahkan secara bergantian agar pemadaman dapat berjalan tanpa henti," ujar seorang pejabat Balai Taman Nasional Way Kambas dalam keterangan tertulis, Senin (8/12/2025).

Pengelola juga mengimbau warga di sekitar kawasan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi vegetasi yang kering berpotensi memicu kebakaran susulan. Intensitas patroli gabungan ditingkatkan pada jalur-jalur rawan untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

Gajah Liar Dipastikan Aman

Menanggapi kekhawatiran mengenai keselamatan satwa, pengelola TNWK menegaskan bahwa gajah liar yang berkeliaran di dalam kawasan tidak terancam oleh kebakaran. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) diketahui memiliki insting alami untuk berpindah menuju area yang lebih aman, termasuk kawasan basah dan sepanjang aliran sungai yang tersebar di dalam taman nasional.

Hasil pemantauan tim lapangan menunjukkan kelompok-kelompok gajah liar berada pada zona yang berjarak jauh dari titik api. Petugas juga memastikan jalur pergerakan satwa tidak terputus sehingga hewan dapat bergerak bebas mencari habitat aman tanpa terdesak menuju permukiman warga.

"Gajah liar dipastikan aman. Kami memantau pergerakan satwa secara berkala dan sampai saat ini belum ditemukan gajah yang terdampak kebakaran," kata pejabat tersebut.

TNWK telah disahkan sebagai kawasan konservasi nasional sejak tahun 1989 dengan luas mencapai 125.621 hektare. Kawasan ini menjadi habitat utama gajah Sumatera dan lokasi berdirinya Pusat Latihan Gajah pertama di Indonesia. Pada awal Desember 2025, pengelola juga mencatat kelahiran seekor anak gajah Sumatera sebagai indikator bahwa upaya konservasi di kawasan tersebut terus berjalan.

Antisipasi Kebakaran Lanjutan

Untuk mencegah kebakaran meluas, pengelola menetapkan sejumlah langkah antisipatif. Pemantauan dilakukan melalui menara pengamat serta patroli darat yang melibatkan MPA dari desa-desa sekitar kawasan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait juga ditingkatkan dalam rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Lampung Timur.

Warga yang menemukan titik api atau asap di dalam kawasan diimbau segera melaporkan kepada petugas taman nasional agar penanganan dapat dilakukan secara cepat. Pengelola menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga kawasan konservasi dari ancaman kebakaran berulang.

Sampai berita ini disusun, tim gabungan masih melakukan pendinginan pada sejumlah titik yang sebelumnya terbakar. Pemantauan lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan api tidak menyala kembali, sekaligus mengevaluasi dampak kebakaran terhadap ekosistem dan satwa liar di kawasan Taman Nasional Way Kambas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User