Sep 03, 2026
Politik

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Jalan Batu Ceper VIII Gambir

Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper VIII, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (10/2). Satu unit rumah milik Moh Yatim hangus terbakar dalam peristiwa...

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Jalan Batu Ceper VIII Gambir

Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper VIII, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (10/2). Satu unit rumah milik Moh Yatim hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat sekitar pukul 14.30 WIB. Dalam waktu singkat, flames membesar dan mengancam rumah-rumah sekitarnya yang berdiri berdekatan. Warga setempat segera melakukan evakuasi mandiri dan menghubungi pemadam kebakaran setempat.

Moh Yatim, pemilik rumah, menyatakan bahwa dirinya tidak berada di tempat saat kebakaran terjadi. "Saya sedang bekerja di luar saat tetangga menelepon dan memberitahu bahwa rumah saya terbakar," tutur Yatim saat ditemui di lokasi kejadian. Ia menambahkan bahwa seluruh isi rumah termasuk dokumen penting dan barang-barang pribadi ludes terbakar.

Respons Pemadam Kebakaran dan Evakuasi Warga

Beberapa unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah laporan diterima. Petugas langsung melakukan penyisiran dan pendinginan area yang terbakar untuk mencegah penyebaran api ke permukiman di sekitarnya. Coordinator lapangan mengakui bahwa akses jalan yang sempit menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman.

"Jalan di permukiman ini sangat sempit, sehingga mobil pemadam kesulitan mendekati titik api secara langsung," jelas salah seorang petugas pemadam kebakaran yang meminta namanya tidak disebutkan. Tim只好 menggunakan selang panjang dan memposisikan kendaraan di ujung jalan untuk menjangkau lokasi kebakaran.

Warga sekitar turut membantu proses evakuasi. Beberapa warga menyelamatkan tetangga lanjut usia dan anak-anak ke tempat aman. Coordinator setempat memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Pasokan air dari hydrant terdekat digunakan untuk membantu pemadaman.

Kerugian dan Dampak bagi Korban

Moh Yatim menyebutkan bahwa rumah yang terbakar merupakan satu-satunya tempat tinggalnya bersama keluarga. Saat ini, ia dan keluarganya harus mengungsi sementara waktu dan bergantung pada kebaikan tetangga dan kerabat dekat. "Kami kehilangan tempat tinggal dan semua barang. Saat ini kami menumpang di rumah saudara," kata Yatim dengan nada terpukul.

Perhitungan sementara menyebutkan kerugian material mencapai sekitar Rp80 juta hingga Rp100 juta. Angka tersebut mencakup struktur bangunan, perabot rumah tangga, serta barang elektronik yang hangus terbakar. Dokumen-dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk dan surat-surat kepemilikan tanah juga tidak berhasil diselamatkan.

Kelurahan Kebon Kalapa berkomitmen untuk memberikan pendampingan kepada korban. "Kami akan membantu Moh Yatim dalam proses pengurusan dokumen pengganti dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut," janji Lurah Kebon Kalapa dalam kesempatan terpisah.

Potensi Bahaya di Permukiman Padat

Peristiwa ini menyoroti kembali risiko kebakaran di permukiman padat di Jakarta Pusat. Banyak rumah di kawasan Jalan Batu Ceper VIII berdiri dengan jarak yang sangat rapat dan memiliki akses jalan yang terbatas. Kondisi tersebut dinilai rentan terhadap penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

Warga setempat mengharapkan adanya evaluasi dari dinas terkait mengenai standar keselamatan di permukiman padat. Beberapa warga mengusulkan agar dilakukan pemasangan hydrant tambahan dan peningkatan edukasi tentang pencegahan kebakaran bagi warga. "Kami butuh perhatian lebih dari pemerintah untuk meningkatkan keselamatan di permukiman ini," tegas seorang warga senior di lingkungan tersebut.

Investigasi penyebab kebakaran masih dilakukan oleh pihak berwenang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai sumber api yang memicu kebakaran. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memastikan kondisi instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User