Kebakaran Hutan Gunung Jati, Petugas Damkar Selidiki Penyebab

KABUPATEN BANDUNG — Sebuah kebakaran hutan terjadi di kawasan Gunung Jati, Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin (27/7/2026). Peristiwa ini merupakan yang ...

Kebakaran Hutan Gunung Jati, Petugas Damkar Selidiki Penyebab

KABUPATEN BANDUNG — Sebuah kebakaran hutan terjadi di kawasan Gunung Jati, Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin (27/7/2026). Peristiwa ini merupakan yang terbesar di wilayah tersebut dalam dua tahun terakhir dan langsung mengundang perhatian banyak pihak. Kobaran api yang terlihat jelas sejak petang hingga malam hari sempat menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat sekitar.

Kronologi Berdasarkan Laporan Warga

Berdasarkan keterangan warga Desa Jatisari, titik api pertama kali terdeteksi di lereng Gunung Jati menjelang waktu maghrib. Hembusan angin kencang yang berembus dari arah timur membuat api dengan cepat merambat dan melahap vegetasi kering di sekitarnya. “Kami melihat api mulai membesar sekitar pukul 18.00-an. Sempat khawatir akan mendekati permukiman, tetapi petugas segera tiba di lokasi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan langit di atas desa memerah akibat pantulan cahaya api yang berkobar di ketinggian. Meski tidak ada laporan korban jiwa, situasi ini memicu kecemasan di kalangan penduduk yang bermukim di kaki gunung. Beberapa warga bahkan nekat mendekati kawasan kebakaran untuk memastikan tidak ada pendaki atau warga yang mencari kayu api yang terjebak di dalam hutan. Beruntung, tidak ada laporan korban yang hilang hingga malam tiba.

Respons dan Kendala di Lapangan

Regu pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan warga. Namun, upaya penanggulangan menemui sejumlah kendala. Kondisi geografis yang berbukit serta akses jalan yang terbatas menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. “Kontur lahan yang curam memaksa kami menerapkan metode pemadaman bertahap, dikombinasikan dengan teknik pemecahan api untuk mencegah perluasan,” terang seorang petugas di lapangan.

Selain petugas damkar, unsur TNI dan Polri dari Koramil dan Polsek setempat juga ikut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Relawan dari komunitas peduli bencana turut serta memberikan dukungan logistik. Sejumlah unit mobil tangki disiagakan, namun karena titik api berada di area yang sulit dijangkau, proses pendinginan berlangsung lebih lama dari perkiraan. Hingga Senin malam, titik api utama berhasil dikecilkan, tetapi asap masih terlihat mengepul di beberapa titik lereng. Petugas terus melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali membesar akibat embusan angin yang sewaktu-waktu berubah arah.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti dari kebakaran ini. “Tim investigasi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kami mendalami sejumlah kemungkinan, antara lain faktor alam seperti gesekan dahan kering atau kelalaian manusia yang memicu percikan api,” sebutnya. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang belum jelas sumbernya.

Hingga berita ini disusun, belum ada data resmi mengenai luas lahan yang terdampak. BPBD Kabupaten Bandung dijadwalkan akan melakukan asesmen kerusakan dan penghitungan kerugian pada Selasa (28/7) pagi, setelah situasi dinyatakan kondusif. Penyelidikan ini penting untuk menentukan langkah pencegahan di masa mendatang. Pihak kepolisian dari Polres Bandung juga turut serta menyelidiki kemungkinan adanya unsur kesengajaan, meskipun sejauh ini belum ditemukan bukti yang mengarah ke sana.

Imbauan di Tengah Musim Kemarau

Kebakaran ini menjadi peringatan bagi warga Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung, yang tengah memasuki puncak musim kemarau. Daerah perbukitan seperti Gunung Jati memiliki tingkat kerawanan tinggi karena banyaknya semak belukar kering yang mudah terbakar. “Kami meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di sekitar hutan, termasuk membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan,” tegas seorang pejabat BPBD Kabupaten Bandung.

Musim kemarau tahun ini diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung lebih panjang, sehingga potensi kebakaran lahan diperkirakan akan semakin meningkat. Pemerintah daerah pun telah menyiagakan posko pemadaman di beberapa titik rawan. Kerja sama masyarakat untuk segera melaporkan jika ada titik api menjadi kunci utama pencegahan meluasnya bencana serupa. Sosialisasi pencegahan kebakaran terus digalakkan melalui media sosial, pengumuman di tempat ibadah, dan balai desa. Pemerintah Desa Jatisari juga telah membentuk satuan tugas pemadaman dini yang beranggotakan pemuda desa. Mereka dibekali alat pemadam sederhana dan dilatih untuk menjadi respons pertama jika terjadi kebakaran sebelum petugas tiba.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User