Kapolri dan Jaksa Agung Sepakat Tingkatkan Kolaborasi Hukum

JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kejaksaan Agung di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (13/7/2026). Pertemuan...

Jul 14, 2026 - 18:43
0 0
Kapolri dan Jaksa Agung Sepakat Tingkatkan Kolaborasi Hukum

JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kejaksaan Agung di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (13/7/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat ini menjadi momentum penguatan kerja sama kelembagaan antara dua pilar penegakan hukum di Tanah Air. Jaksa Agung ST Burhanuddin menyambut langsung kedatangan Kapolri di lobi utama, diiringi jajaran pejabat tinggi kedua institusi.

Keakraban tampak jelas ketika Jaksa Agung membuka penyambutan dengan sapaan yang tidak lazim dalam forum resmi kenegaraan. "Sahabat saya, selamat datang di rumah kedua," ujar Burhanuddin seraya menjabat tangan Kapolri, disambut senyum para hadirin. Jenderal Listyo Sigit membalas dengan ungkapan penuh hormat, "Terima kasih, Kakak Asuh," yang langsung mencairkan suasana dan menandai kedekatan personal sekaligus profesional di antara keduanya.

Koordinasi Pemberantasan Kejahatan Lintas Sektor

Dialog tertutup yang digelar di ruang kerja Jaksa Agung berlangsung selama hampir dua jam. Sejumlah agenda strategis dibahas, termasuk penguatan penanganan perkara tindak pidana korupsi, upaya pemberantasan narkotika, dan kejahatan transnasional. Kapolri menegaskan bahwa sinergi antara penyidik Polri dan Jaksa Penuntut Umum harus diperkuat mulai dari tahap penyelidikan hingga eksekusi putusan pengadilan. "Kami tidak hanya berbicara koordinasi prosedural, tetapi membangun mekanisme kerja yang terintegrasi dan berbasis teknologi," tegas Sigit dalam keterangan pers usai pertemuan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menambahkan bahwa kesepahaman yang telah dicapai akan dituangkan dalam revisi pedoman bersama. Menurutnya, penyatuan persepsi sejak awal penanganan perkara menjadi kunci utama mengurangi bolak-balik berkas perkara yang kerap menghambat proses hukum. "Dengan adanya pedoman yang lebih rigid dan seragam, kami memangkas ruang interpretasi yang berbeda antara penyidik dan jaksa peneliti. Ini adalah langkah fundamental percepatan penuntasan perkara," papar Burhanuddin.

Komitmen Bersih-bersih Internal

Topik penertiban institusi juga menduduki porsi sentral dalam pembicaraan. Baik Kapolri maupun Jaksa Agung sepakat bahwa reformasi internal harus berjalan simultan. Jenderal Sigit menyampaikan bahwa Divisi Profesi dan Pengamanan Polri telah membentuk satuan tugas khusus yang berfokus pada pelanggaran etik oleh aparat. "Kepercayaan publik adalah fondasi penegakan hukum. Kami tidak akan segan menindak anggota yang mencoreng seragam, terlebih jika terbukti terlibat praktik suap atau penyalahgunaan wewenang," ucapnya.

Senada dengan Kapolri, Jaksa Agung menekankan bahwa Kejaksaan Agung telah menerbitkan instruksi internal yang mewajibkan seluruh jaksa melaporkan harta kekayaan secara periodik. Ia menyebut bahwa pengawasan melalui sistem elektronik terpadu kini sudah berjalan dan terhubung langsung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. "Kami ingin menunjukkan bahwa Kejaksaan tidak hanya fokus menuntut orang lain, tetapi juga serius membersihkan diri sendiri. Publik berhak mendapatkan institusi yang transparan dan akuntabel," tegasnya.

Penanganan Kasus Besar dan Harapan Publik

Di sela-sela pertemuan, Kapolri dan Jaksa Agung turut menyinggung perkembangan penanganan sejumlah kasus besar yang tengah menjadi sorotan masyarakat. Meskipun tidak merinci nama-nama tersangka, keduanya memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai koridor hukum tanpa intervensi politik. Jenderal Sigit bahkan mengisyaratkan akan ada pengumuman penting dalam waktu dekat terkait pengungkapan jaringan mafia tanah di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang melibatkan oknum pejabat publik.

Burhanuddin mengapresiasi dukungan Polri dalam pengamanan eksekusi putusan pengadilan serta operasi penangkapan terhadap buronan kelas kakap. "Bantuan Bareskrim dan jajaran Polda selama ini sangat vital dalam memuluskan eksekusi. Kami berharap model kerja sama ini bisa direplikasi di seluruh wilayah hukum Kejaksaan Tinggi di Indonesia," ujarnya. Keduanya berjanji tidak akan membiarkan satupun celah bagi para pelaku kejahatan untuk lolos dari jerat hukum.

Pertemuan diakhiri dengan ramah tamah di mana Kapolri dan rombongan disuguhi kopi khas Kejaksaan Agung. Kedua pimpinan bertukar cinderamata sebagai simbol pengukuhan komitmen kemitraan strategis. Jaksa Agung kembali menekankan bahwa hubungan Kejaksaan dan Kepolisian saat ini berada pada titik terbaik sepanjang sejarah. Sementara Kapolri menambahkan bahwa pintu Mabes Polri selalu terbuka untuk setiap inisiatif koordinasi lanjutan. "Ini bukan pertemuan pertama dan terakhir. Kami akan terus duduk bersama untuk menyamakan langkah demi mewujudkan keadilan yang sesungguhnya bagi rakyat Indonesia," tandas Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup rangkaian kegiatan siang itu.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User