Irjen Pol Imam Sugianto: Profil dan Kinerja Kapolda

Irjen Pol Imam Sugianto: Profil dan Kinerja Kapolda Irjen Pol Imam Sugianto merupakan perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur. Ia resmi dilantik menggantikan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra pada penghuju

Jul 12, 2026 - 07:37
0 0

Irjen Pol Imam Sugianto: Profil dan Kinerja Kapolda

Irjen Pol Imam Sugianto merupakan perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur. Ia resmi dilantik menggantikan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra pada penghujung tahun 2022. Penunjukannya menandai estafet kepemimpinan strategis di Polda Jatim, wilayah dengan kompleksitas keamanan tinggi, baik dari segi kriminalitas terorganisir, terorisme, hingga pengamanan kegiatan masyarakat. Sebagai lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991, Imam Sugianto membawa pengalaman panjang di bidang reserse yang menjadi fondasi kariernya.

Profil dan Latar Belakang

Imam Sugianto lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 23 Juni 1969. Ia mengawali pendidikan kepolisian di Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 dan tercatat sebagai rekan satu angkatan dengan sejumlah jenderal Polri lainnya. Selepas Akpol, ia menempuh pendidikan pengembangan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri. Jenjang S-2 juga ia selesaikan guna menunjang kapasitas keilmuannya. Kariernya kuat di jalur reserse. Beberapa posisi yang pernah diembannya antara lain Kanit Reskrim Polsek, Kasat Reskrim Polres, Dirkrimum Polda, hingga posisi strategis di Bareskrim Polri. Ia pernah menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri, lalu dipercaya sebagai Diresnarkoba Polda Metro Jaya. Pada tahun 2020, Imam diangkat sebagai Wadir Tipidkor Bareskrim Polri. Puncaknya, sebelum menjabat Kapolda Jatim, ia adalah Deputi Pemberantasan BNN RI. Pengalaman di BNN inilah yang menjadi salah satu bekal utamanya menghadapi kompleksitas peredaran narkoba di Jawa Timur.

Kinerja dan Kasus Besar

Sejak menjabat Kapolda Jatim, Irjen Imam Sugianto langsung dihadapkan pada sejumlah kasus besar. Salah satu yang paling mencuat adalah penanganan tragedi Kanjuruhan yang terjadi beberapa waktu sebelum ia dilantik. Ia mengambil alih tanggung jawab untuk memastikan proses hukum berjalan transparan, termasuk penuntasan berkas perkara enam terdakwa dari unsur kepolisian dan panitia pelaksana. Di bawah kepemimpinannya, Polda Jatim juga berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional. Pada awal 2023, jajarannya menyita sabu seberat 48 kg dan 62.000 butir ekstasi dalam operasi besar yang melibatkan jaringan Malaysia-Indonesia. Kinerja signifikan lainnya adalah pengamanan rangkaian acara internasional di Jawa Timur, seperti Piala Dunia U-20 (yang kemudian batal diselenggarakan di Indonesia) dan berbagai hajatan nasional. Ia merestrukturisasi pola pengamanan dengan memperkuat peran intelijen dan preemtif. Dalam bidang penegakan hukum, ia dikenal tegas terhadap anggota yang melanggar kode etik, tercermin dari peningkatan jumlah sidang disiplin dan kode etik pengamanan internal. Tak hanya itu, ia mendorong digitalisasi pelayanan publik melalui program SIPOL dan mempercepat pengurusan perizinan senjata api lewat sistem daring satu pintu.

Tantangan dan Kontroversi

Memimpin korps bhayangkara di provinsi terluas kedua di Pulau Jawa bukan tanpa tantangan. Irjen Imam Sugianto harus menghadapi maraknya kasus curanmor, aksi begal, dan kejahatan jalanan di Surabaya, Sidoarjo, hingga Malang. Apa yang kemudian menjadi strateginya adalah meningkatkan patroli berbasis rayon di subsektor rawan. Namun di sisi lain, pendekatan ini mendapat kritik dari sejumlah elemen civitas akademika yang menilai respons represif terhadap kejahatan jalanan perlu diimbangi dengan pendekatan restoratif, khususnya bagi pelaku anak. Kontroversi kecil muncul terkait isu mutasi internal di jajaran Polda Jatim yang dinilai beberapa pihak terlalu sering dilakukan. Sejumlah jabatan kapolres mengalami perubahan rotasi dalam kurun waktu singkat. Polda Jatim merespons kritik ini dengan menjelaskan bahwa rotasi dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja objektif. Terlepas dari itu, kepemimpinan Imam Sugianto dinilai mampu menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Tantangan berat lainnya adalah ancaman terorisme di wilayah Tapal Kuda, yang dihadapi dengan mengintensifkan program deradikalisasi berbasis komunitas. Secara keseluruhan, Irjen Pol Imam Sugianto menampilkan kepemimpinan yang tegas, terukur, dan berorientasi pada pengungkapan kasus berbasis ilmiah. Posisinya sebagai Kapolda Jawa Timur mengukuhkan seorang perwira reserse profesional yang kini diuji untuk mengelola keamanan multidimensi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User