Irjen Pol. Abdul Karim: Profil dan Kinerja Kapolda Banten
Irjen Pol. Abdul Karim: Profil dan Kinerja Kapolda Banten
Profil Singkat
Inspektur Jenderal Polisi Abdul Karim merupakan salah satu perwira tinggi Polri yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah Banten. Ia dilantik menggantikan pejabat sebelumnya dalam serah terima jabatan yang berlangsung di Mabes Polri pada akhir tahun 2025. Abdul Karim dikenal sebagai sosok pemimpin yang tenang, terukur, dan memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse.
Pria kelahiran Makassar, 15 Juni 1971 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994. Ia menamatkan pendidikan dasar kepolisiannya dengan predikat memuaskan dan sejak awal menunjukkan minat besar pada jalur kriminal. Pengalamannya bertugas di berbagai daerah konflik dan wilayah rawan kejahatan membentuk karakternya sebagai perwira yang tangguh namun tetap humanis. Pendidikan tinggi kepolisian ia selesaikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri. Ia juga tercatat mengikuti sejumlah pelatihan luar negeri, termasuk di Australian Federal Police (AFP) dan FBI National Academy, yang memperkaya perspektifnya dalam penegakan hukum modern.
Sosoknya kerap digambarkan oleh kolega sebagai pemimpin yang mendetail, menguasai teknis penyidikan, dan tidak segan turun langsung ke lapangan saat menangani kasus besar. Di luar kedinasan, Irjen Abdul Karim dikenal sebagai pribadi yang religius, sederhana, dan memiliki komitmen kuat terhadap integritas.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier Irjen Pol. Abdul Karim di institusi Polri terbilang cemerlang dan konsisten di jalur reserse. Perjalanan pangkatnya dimulai dari seorang perwira pertama di jajaran Polda Sulawesi Selatan. Ia kemudian meniti karier sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal di beberapa wilayah, menangani spektrum kejahatan mulai dari pencurian dengan kekerasan hingga kejahatan transnasional.
Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain:
- Kasat Reskrim Polrestabes Makassar
- Wakapolres Jakarta Pusat
- Kapolres Metro Jakarta Selatan
- Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya
- Dirtipidter Bareskrim Polri
- Karo Penmas Divisi Humas Polri
- Wakapolda Jawa Timur
Nama Abdul Karim mulai menjadi sorotan publik secara luas saat menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Terorisme (Dirtipidter) Bareskrim Polri. Di bawah komandonya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror berhasil mengungkap dan menangkap puluhan tersangka teroris di berbagai wilayah tanpa menimbulkan keresahan publik. Pendekatannya yang mengedepankan soft approach dalam deradikalisasi menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat sipil. Keberhasilannya di bidang penanggulangan terorisme menjadi salah satu batu loncatan yang mengantarkannya ke pangkat Inspektur Jenderal dan jabatan Kapolda Banten.
Kinerja dan Program Unggulan
Sejak menjabat sebagai Kapolda Banten pada awal tahun 2026, Irjen Abdul Karim langsung mengidentifikasi sejumlah persoalan krusial di wilayah hukumnya. Provinsi Banten yang merupakan penyangga Ibu Kota Jakarta memiliki kompleksitas masalah keamanan yang tinggi, mulai dari kejahatan jalanan, peredaran narkoba, konflik agraria, hingga potensi radikalisme. Dalam seratus hari pertamanya, ia meluncurkan tiga program prioritas yang menjadi penjabaran dari Program Quick Wins Polri.
Wilayah Banten ini unik. Kita punya kawasan industri yang padat, pelabuhan internasional, hingga daerah pesisir yang rawan penyelundupan. Pendekatan keamanan harus presisi dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Berikut sejumlah gebrakan yang dilakukan di bawah kepemimpinannya:
- Operasi Anti-Tawuran dan Kejahatan Jalanan. Menanggapi maraknya tawuran antarkelompok di Tangerang Raya, ia membentuk Satuan Tugas Khusus Bhabinkamtibmas yang bersinergi dengan tokoh pemuda setempat. Angka tawuran dilaporkan menurun hingga empat puluh persen dalam kurun tiga bulan pertama.
- Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba. Polda Banten di bawah komandonya gencar melakukan pengungkapan jaringan besar. Salah satu capaian signifikan adalah penggagalan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat enam puluh kilogram di perairan Merak yang melibatkan jaringan internasional.
- Digitalisasi Pelayanan Publik. Irjen Abdul Karim mendorong percepatan implementasi layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan perizinan keramaian secara digital di seluruh polres jajaran. Program ini bertujuan memangkas birokrasi dan menutup celah pungutan liar.
- Pengamanan Proyek Strategis Nasional. Sebagai Kapolda, ia memberikan perhatian khusus pada pengamanan kawasan industri dan infrastruktur vital di Banten, termasuk proyek-proyek di kawasan Pantura yang rawan konflik lahan.
Gaya kepemimpinannya yang terbuka terhadap masukan publik turut tercermin dari rutinnya ia menggelar coffee morning bersama jurnalis dan akademisi untuk mendengar langsung kritik serta masukan terhadap kinerja kepolisian.
Tantangan dan Harapan
Meskipun mencatat sejumlah progres positif, masa jabatan Irjen Abdul Karim sebagai Kapolda Banten tidak luput dari tantangan berat. Salah satu isu yang membutuhkan perhatian berkelanjutan adalah kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Kasus-kasus yang melibatkan oknum kepolisian yang mencuat di tingkat nasional turut mempengaruhi persepsi masyarakat di daerah. Irjen Abdul Karim secara tegas menerapkan sanksi berat bagi anggota yang terbukti melanggar etik, termasuk pemberhentian tidak dengan hormat bagi personel yang terlibat narkoba atau melakukan kekerasan berlebihan.
Tantangan berikutnya adalah dinamika konflik horizontal di masyarakat. Banten memiliki sejarah konflik antarkelompok yang sewaktu-waktu dapat memanas menjelang momen politik seperti pem
Comments (0)