Oct 08, 2026
Hukum

Kandidat Lawan Tom Cotton Bantah Isu Waktu Musim Panas

Kandidat dari Partai Demokrat yang menghadapi Senator Tom Cotton dari Arkansas, Hallie Shoffner, mengungkapkan bahwa isu perubahan waktu siang atau dayligh

Kandidat Lawan Tom Cotton Bantah Isu Waktu Musim Panas

Kandidat dari Partai Demokrat yang menghadapi Senator Tom Cotton dari Arkansas, Hallie Shoffner, mengungkapkan bahwa isu perubahan waktu siang atau daylight saving time (DST) sama sekali tidak pernah muncul selama kampanye. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara dengan media MS NOW, tak lama setelah Presiden Donald Trump menyuarakan kekecewaannya atas mandeknya legislasi yang akan membuat waktu musim panas permanen di Amerika Serikat.

Shoffner menegaskan pengalamannya di jalur kampanye selama berbulan-bulan. "Saya akan katakan, selama 450 hari itu... tidak satu kali pun" isu waktu musim panas dibahas oleh warga, ujarnya dalam wawancara tersebut. Pernyataan ini dianggap sebagai tamparan tersendiri terhadap upaya sejumlah politisi di Washington yang berusaha mengangkat isu jam musim panas menjadi agenda nasional.

Konteks: Frustrasi Presiden Trump Atas Legislasi Mandek

Isu daylight saving time kembali menjadi perbincangan publik setelah Presiden Trump menyampaikan frustrasinya lewat unggahan di platform Truth Social. Trump menyinggung bagaimana legislasi yang sudah berulang kali diusulkan justru mengendap di Kongres tanpa kejelasan. Salah satu rancangan yang paling dikenal adalah Sunshine Protection Act, yang telah disahkan Senat secara bulat pada 2022, namun akhirnya macet di DPR.

Kronologi perjalanan isu ini dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. 2022 — Senat AS menyetujui Sunshine Protection Act secara suara bulat untuk menghapus perubahan jam dua kali setahun dan mengadopsi waktu musim panas sepanjang tahun.
  2. 2022-2024 — Rancangan undang-undang tersebut tidak mendapat agenda voting di DPR, meskipun mendapat dukungan lintas partai di tingkat senator.
  3. 2025 — Presiden Trump kembali mengangkat isu ini dan mendesak Kongres menyelesaikan legislasi, memicu respons cepat dari para kandidat di berbagai negara bagian.
  4. Kampanye Arkansas — Shoffner menyatakan isu tersebut tidak pernah disinggung warga selama 450 hari berkampanye.

Meja Perbandingan: Isu Elite vs Isu Warga

Aspek Posisi Elite Politik Pengalaman Kampanye Shoffner
Isu waktu musim panas Diangkat sebagai agenda nasional oleh Trump Tidak pernah disebut warga
Periode pemantauan Legislasi mandek bertahun-tahun 450 hari di jalur kampanye
Respons publik Dukungan bipartisan di Senat Minat praktis yang rendah

Temuan Shoffner ini sejalan dengan sejumlah jajak pendapat yang menunjukkan bahwa pemilih lebih memprioritaskan isu-isu seperti ekonomi, harga kebutuhan, kesehatan, dan keamanan dibandingkan perubahan jadwal jam. "Yang ingin bicarakan warga bukan soal jam, melainkan soal tagihan," kurang lebih demikian nada pesan kampanye Shoffner yang kontras dengan sorotan media terhadap pernyataan Trump.

Di sisi lain, para pendukung DST permanen berargumen bahwa keputusan ini berdampak pada kesehatan masyarakat, keselamatan lalu lintas, hingga aktivitas ekonomi dan pariwisata. Advokat kebijakan tersebut meyakini bahwa mengubah jam dua kali setahun menimbulkan gangguan tidur dan peningkatan risiko kecelakaan dalam beberapa hari setelah transisi.

"Selama 450 hari... tidak satu kali pun isu ini muncul dalam percakapan dengan pemilih."

Bagi Shoffner, pernyataan itu juga berfungsi sebagai pesan politik bahwa ia lebih dekat dengan kekhawatiran nyata warga Arkansas dibandingkan mengikuti arus isu nasional yang digulirkan dari Washington maupun Gedung Putih. Sementara itu, Tom Cotton yang merupakan incumbent dengan basis dukungan kuat di negara bagian itu tetap berada dalam sorotan terkait sikapnya terhadap legislasi jam musim panas.

Isu ini tampaknya akan terus hidup di ruang publik mengingat desakan Presiden Trump terhadap Kongres. Namun, pengakuan jujur Shoffner mengingatkan para pembuat kebijakan bahwa ada jarak antara gema isu di layar televisi nasional dengan percakapan sehari-hari di lapangan kampanye.

Bagaimana pun, Arkansas bukan satu-satunya negara bagian yang menghadapi Pemilu di tengah ramainya isu DST. Kandidat di berbagai wilayah kini harus menentukan apakah akan mengikuti sorotan presiden atau tetap fokus pada isu yang benar-benar diangkat pemilih setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User