BALTIMORE — Kontraktor pertahanan Amerika Serikat, Anduril Industries, mengumumkan rencana investasi senilai US$3,7 miliar atau sekitar Rp60 triliun untuk membangun galangan kapal baru di kawasan Sparrows Point, Baltimore, Maryland. Fasilitas raksasa ini akan difokuskan pada produksi komponen untuk kapal selam nuklir kelas Virginia milik Angkatan Laut Amerika Serikat.
Langkah tersebut menandai ekspansi besar-besaran perusahaan teknologi pertahanan yang didirikan oleh Palmer Luckey itu ke sektor manufaktur maritim, sebuah wilayah yang selama puluhan tahun didominasi oleh kontraktor pertahanan tradisional seperti General Dynamics dan Huntington Ingalls Industries.
Kontrak Strategis dengan Angkatan Laut AS
Dalam pengumuman resminya, Anduril mengonfirmasi bahwa perusahaan telah mengamankan kontrak senilai hingga US$2,9 miliar dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Kontrak tersebut mencakup pembangunan fasilitas seluas 2 juta kaki persegi yang diberi nama Arsenal-2.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat manufaktur pertahanan maritim paling modern di Amerika Serikat. Pemerintah negara bagian Maryland memperkirakan proyek ini akan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja baru, sebuah suntikan ekonomi signifikan bagi wilayah Baltimore yang selama beberapa dekade mengalami penurunan industri berat.
"Kami membangun kapasitas industri yang benar-benar dibutuhkan negara ini. Arsenal-2 bukan sekadar galangan kapal biasa — ini adalah pabrik masa depan yang menggabungkan perangkat lunak canggih dengan produksi fisik skala besar."
— Juru bicara Anduril Industries
Dorong Kapasitas Industri Pertahanan Nasional
Pembangunan Arsenal-2 sejalan dengan upaya pemerintah Amerika Serikat memperkuat basis industri pertahanan domestiknya. Dalam beberapa tahun terakhir, kapasitas produksi galangan kapal nasional dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan Angkatan Laut yang terus meningkat, terutama untuk armada kapal selam kelas Virginia.
Anduril menyatakan bahwa fasilitas baru ini akan mengadopsi pendekatan manufaktur berbasis perangkat lunak, otomatisasi, dan kecerdasan buatan untuk mempercepat produksi sekaligus menekan biaya operasional. Model ini disebut sebagai terobosan dari metode tradisional yang selama ini dianggap lambat dan mahal.
- Nilai investasi: US$3,7 miliar (sekitar Rp60 triliun)
- Nilai kontrak Angkatan Laut: hingga US$2,9 miliar
- Luas fasilitas: 2 juta kaki persegi
- Estimasi lapangan kerja: lebih dari 3.000 pekerjaan
- Lokasi: Sparrows Point, Baltimore, Maryland
Dampak bagi Ekonomi dan Industri Lokal
Kehadiran Arsenal-2 diperkirakan akan mengubah lanskap ekonomi Baltimore secara signifikan. Kawasan Sparrows Point sendiri memiliki sejarah panjang sebagai pusat industri baja dan maritim, sebelum mengalami kemunduran pasca-penutupan pabrik baja Bethlehem Steel pada 2012 silam.
Kebangkitan kawasan tersebut melalui proyek pertahanan bernilai miliaran dolar menunjukkan pergeseran strategi pembangunan ekonomi lokal, dari industri manufaktur tradisional menuju sektor pertahanan berteknologi tinggi. Pemerintah Maryland menyambut positif investasi ini sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Meski demikian, sejumlah pengamat industri pertahanan mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukanlah pendanaan, melainkan ketersediaan tenaga kerja terampil. Amerika Serikat saat ini menghadapi kelangkaan pekerja las, teknisi, dan insinyur maritim yang dibutuhkan untuk mengoperasikan galangan kapal modern.
Anduril menyatakan pihaknya akan bermitra dengan lembaga pendidikan vokasi dan universitas lokal untuk membangun jalur talenta guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja proyek ini. Pembangunan Arsenal-2 diharapkan mulai beroperasi secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.
Kontraktor pertahanan Anduril Industries membangun galangan kapal Arsenal-2 di Sparrows Point, Baltimore, dengan investasi US$3,7 miliar. Fasilitas 2 juta kaki persegi ini akan memproduksi komponen kapal selam nuklir kelas Virginia untuk Angkatan Laut AS. 📌 Kontrak AL AS: hingga US$2,9 miliar 📌 Lapangan kerja: 3.000+ orang 📌 Teknologi: otomatisasi & AI Baca selengkapnya di Apaberita.com
Comments (0)