Kakek dan Cucu Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Sekolah Methodist Medan

Medan, Apaberita — Tragedi menyelimuti kawasan Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, Senin (15/7) pagi. Erwin (50) dan cucu perempuannya, ZN (3), tewas setelah keduanya jatuh dari lantai tiga gedung Seko...

Kakek dan Cucu Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Sekolah Methodist Medan

Medan, Apaberita — Tragedi menyelimuti kawasan Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, Senin (15/7) pagi. Erwin (50) dan cucu perempuannya, ZN (3), tewas setelah keduanya jatuh dari lantai tiga gedung Sekolah Methodist 6. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB itu langsung memicu kepanikan di kalangan guru, murid, dan para orangtua.

Berdasarkan keterangan saksi, kakek yang sehari-hari mengantar cucunya itu tiba di sekolah sekitar pukul 08.45 WIB. ZN, yang merupakan siswa tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sekolah tersebut, seperti biasa diantar langsung ke ruang kelas. Namun, beberapa saat kemudian, Erwin dan ZN terlihat naik ke lantai tiga. Belum diketahui pasti keperluan mereka di lantai itu. Dugaan sementara, sang kakek ingin mengantar cucunya ke toilet atau ruang lain yang berada di lantai atas.

Sejumlah saksi yang berada di area parkir dan lapangan sekolah mendadak dikejutkan suara dentuman keras. Guru olahraga, Antonius Siregar (42), yang sedang bersama murid-murid di lapangan, langsung berlari ke sumber suara. "Saya melihat dua tubuh sudah tergeletak di bawah, di dekat tangga darurat. Satu orang dewasa dan seorang anak kecil. Saya langsung teriak minta tolong dan warga sekitar langsung menelepon polisi," tutur Antonius.

Kronologi dan Olah TKP

Tim dari Polsek Medan Area tiba di lokasi dalam waktu 15 menit. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Medan Area, Kompol Budi Hartono, petugas segera memasang garis polisi di sekitar area jatuh dan melakukan sterilisasi. Sebanyak 10 personel dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan memintai keterangan saksi.

"Dari hasil olah TKP sementara, kedua korban diduga terjatuh dari balkon atau area di dekat jendela lantai tiga. Kami masih menyelidiki apakah ada unsur kelalaian atau faktor lain. Pagar pembatas di lantai tersebut setinggi satu meter dan secara kasatmata masih dalam kondisi baik, namun akan kami uji lebih lanjut," ungkap Kompol Budi Hartono di hadapan awak media. Ia menambahkan,

"Kami sudah meminta rekaman CCTV dari pihak sekolah serta memeriksa beberapa orang, termasuk petugas keamanan dan guru yang bertugas pagi ini."

Jenazah Erwin dan ZN dievakuasi menggunakan ambulans Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan pukul 11.10 WIB untuk dilakukan autopsi. Kombes Pol Irsan Sinuhaji, Kabid Humas Polda Sumut, menyatakan bahwa pihaknya menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian. "Keluarga korban sudah kami hubungi dan sedang dalam perjalanan ke RS. Kami turut berduka cita yang mendalam," ucapnya.

Tanggapan Pihak Sekolah dan Pemerintah

Pihak Sekolah Methodist 6 langsung mengeluarkan pernyataan resmi melalui Kepala Sekolah, Dorlan Sitohang, S.Pd. Ia menyampaikan belasungkawa dan menegaskan bahwa sekolah akan kooperatif dalam penyelidikan.

"Ini adalah musibah yang sangat menyedihkan bagi kami semua. Kami serahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian. Mulai hari ini hingga waktu yang belum ditentukan, semua kegiatan belajar mengajar di sekolah ini diliburkan,"
kata Dorlan dengan suara bergetar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Drs. Edy Sofyan, M.Pd. menyatakan akan segera melakukan inspeksi mendadak ke seluruh sekolah bertingkat di Kota Medan. "Kami akan memeriksa standar keamanan bangunan, terutama pagar pembatas di lantai atas. Jika ditemukan pelanggaran, akan kami beri sanksi tegas. Keselamatan siswa adalah prioritas utama," tegas Edy. Ia juga menginstruksikan agar seluruh sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak didik, termasuk ketika diantar oleh orangtua atau wali.

Latar Belakang Keluarga dan Duka

Erwin, yang tinggal di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, dikenal sebagai sosok yang sangat menyayangi cucunya. Tetangga dekat, Salmah (47), menuturkan bahwa hampir setiap pagi Erwin mengantar ZN ke sekolah menggunakan sepeda motor. "Bapak Erwin itu orangnya baik dan sangat perhatian ke cucunya. Tiap pulang, mesti mampir dulu belikan jajan. Saya nggak menyangka kejadian begini. Rasanya tidak percaya," ujar Salmah sambil terisak.

Anak korban yang juga ayah ZN, Andi (28), yang tiba di RS Bhayangkara bersama istrinya, tampak syok berat. Ia hanya bisa menangis dan meminta penjelasan bagaimana hal ini bisa terjadi. "Bapak cuma nganterin cucunya seperti biasa. Katanya tadi pagi ZN senang sekali karena ada pentas mewarnai di sekolah. Kami sekeluarga masih tidak mengerti kenapa harus ke lantai tiga," tutur Andi dengan suara parau.

Rencananya, setelah autopsi, kedua jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Karya Wisata, Medan Johor, untuk disemayamkan. Pihak keluarga berharap tidak ada pihak yang memperkeruh suasana dan meminta kepolisian untuk mengusut tuntas insiden ini.

Keselamatan Gedung Sekolah Jadi Sorotan

Peristiwa ini kembali mengangkat isu standar keamanan bangunan sekolah. Sebelumnya, pada tahun 2022, Dinas Pendidikan Kota Medan telah mengeluarkan surat edaran tentang kewajiban setiap lembaga pendidikan untuk memiliki pagar pengaman minimal setinggi 120 sentimeter di setiap lantai dua ke atas, terbuat dari material kuat, serta dilengkapi pengaman tambahan bila berada di area yang mudah diakses anak kecil.

Pengamat kebijakan pendidikan dari Universitas Negeri Medan, Dr. Heru Santoso, M.Si. menilai insiden ini sebagai alarm bagi pemerintah daerah.

"Bangunan sekolah yang tidak ramah anak, seperti adanya celah di pagar atau letak jendela yang terlalu rendah, sangat berbahaya. Diperlukan audit keselamatan menyeluruh, bukan hanya oleh dinas pendidikan, tapi juga dinas pekerjaan umum. Jangan sampai tragedi serupa terulang,"
papar Heru kepada Apaberita.

Polisi menyatakan akan melakukan rekonstruksi kejadian dalam beberapa hari ke depan setelah mendapatkan rekaman CCTV dan keterangan lengkap saksi. "Kami imbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tetap tenang. Serahkan investigasi ini sepenuhnya kepada pihak berwenang," tutup Kompol Budi Hartono.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User