Kagetnya Pria Ini saat Tahu Nyeri Dada yang Dialami Ternyata Gejala Kanker
Jakarta – Seorang pria asal Houston, Texas, Eric Dillon (42), harus menerima kenyataan pahit setelah nyeri dada yang ia derita selama bertahun-tahun ternyata merupakan gejala kanker darah. Awalnya,
Jakarta – Seorang pria asal Houston, Texas, Eric Dillon (42), harus menerima kenyataan pahit setelah nyeri dada yang ia derita selama bertahun-tahun ternyata merupakan gejala kanker darah. Awalnya, ia mengira rasa sakit di bahu dan bagian dada kirinya hanyalah cedera otot biasa akibat aktivitas sehari-hari, hingga serangkaian pemeriksaan mengungkap fakta mengejutkan.
Gejala yang Dikeluhkan dan Perjalanan Diagnosis
Dillon mulai merasakan nyeri di area bahu sekitar dua tahun lalu. Rasa sakit itu awalnya hilang timbul dan terasa seperti ketegangan otot, sehingga ia mengatasinya dengan istirahat, pijat ringan, dan obat pereda nyeri yang dijual bebas. Namun, seiring waktu, intensitas nyeri meningkat dan menjalar ke bagian dada kiri, bahkan membuatnya sering terbangun di malam hari. “Saya pikir saya hanya salah posisi tidur atau terlalu banyak bekerja di depan komputer,” ujarnya saat ditemui Apaberita.com.
“Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya bahwa ini bisa menjadi kanker. Saya berhenti merokok dua puluh tahun lalu dan tidak memiliki riwayat kanker di keluarga.”
Kekhawatiran muncul ketika Dillon mulai mengalami penurunan berat badan drastis, kelelahan yang tak wajar, dan sering mengalami infeksi ringan yang sulit sembuh. Dokter keluarga kemudian merujuknya ke spesialis hematologi setelah hasil tes darah menunjukkan kadar kalsium yang sangat tinggi dan anemia yang tidak biasa.
Pemeriksaan lebih lanjut melalui biopsi sumsum tulang akhirnya memberikan jawaban: Dillon didiagnosis menderita salah satu jenis kanker darah, yang dikenal dapat menyebabkan nyeri tulang dan dada akibat aktivitas sel plasma di tulang rusuk dan sternum.
Pentingnya Deteksi Dini
Menurut laporan Apaberita.com, kasus serupa sering terjadi karena banyak pasien mengabaikan nyeri tulang yang persisten. Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dihubungi secara terpisah menjelaskan bahwa beberapa jenis kanker darah, seperti multiple myeloma, memang sering menimbulkan gejala pada tulang yang dapat disalahartikan sebagai masalah otot atau saraf. “Nyeri dada yang tidak kunjung sembuh dan disertai penurunan berat badan atau kelelahan kronis sebaiknya segera dievaluasi lebih lanjut,” katanya.
“Gejala awal kanker darah tidak selalu berupa benjolan atau perdarahan. Nyeri pada tulang, terutama di daerah dada, panggul, atau tulang belakang, menjadi salah satu petunjuk penting yang patut dicurigai.”
Dillon kini tengah menjalani kemoterapi dan imunoterapi untuk menekan perkembangan sel kanker. Meski kondisinya sempat membaik, ia mengakui bahwa perjuangannya masih panjang. “Saya berharap cerita saya bisa membuat orang lain lebih peduli terhadap nyeri yang terus-menerus. Jangan menunda-nunda ke dokter,” pesannya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa gejala penyakit serius tidak selalu muncul dalam bentuk yang dramatis. Kanker darah, dengan manifestasi yang sering kali tersembunyi di balik keluhan sehari-hari, menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan kejelian tenaga medis dalam melakukan diagnosis.
Comments (0)