Joyce Soeryadjaya Mundur dari Jabatan Komisaris Saratoga (SRTG)

JAKARTA — PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengumumkan pengunduran diri Joyce Soeryadjaya Kerr dari posisinya sebagai Komisaris Perseroan. Keputusan

Jul 09, 2026 - 05:56
0 0

JAKARTA — PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengumumkan pengunduran diri Joyce Soeryadjaya Kerr dari posisinya sebagai Komisaris Perseroan. Keputusan tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Mei 2023 dan akan ditindaklanjuti melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memperoleh persetujuan resmi.

Dalam surat resmi yang diterima manajemen, Joyce menyampaikan permohonan pengunduran diri dengan alasan yang belum dijelaskan secara rinci. Meski demikian, langkah ini dipandang sebagai bagian dari dinamika tata kelola perusahaan yang sehat. Manajemen Saratoga menyatakan menghormati keputusan tersebut dan segera memprosesnya sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.

“Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Ibu Joyce Soeryadjaya Kerr sebagai Komisaris. Kami menghormati keputusan beliau dan akan menjadwalkan RUPS dalam waktu dekat untuk memberikan keputusan formal,” ujar juru bicara PT Saratoga Investama Sedaya.

Saratoga merupakan perusahaan investasi yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga S. Uno pada 1997. Hingga kini, Edwin Soeryadjaya menjabat sebagai Presiden Komisaris dan menjadi pemegang saham utama bersama keluarga. Joyce, yang merupakan putri Edwin Soeryadjaya, telah lama menjabat sebagai Komisaris dan dikenal aktif dalam mendukung arahan strategis perusahaan.

Langkah Strategis dan Dampaknya

Joyce memulai karir di Saratoga sejak 2002 dan diangkat menjadi Komisaris pada 2013. Selama satu dekade terakhir, ia terlibat dalam pengawasan portofolio investasi yang tersebar di berbagai sektor, termasuk energi, telekomunikasi, jalan tol, dan sumber daya alam. Beberapa investasi unggulan Saratoga antara lain PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Pengunduran diri ini tidak mengganggu operasional Saratoga. Perseroan tetap menjalankan kegiatan investasi dan pengelolaan portofolio seperti biasa. Dalam keterangannya, manajemen menegaskan bahwa posisi Komisaris akan segera diisi melalui mekanisme RUPS, di mana pemegang saham akan memberikan suara terhadap calon pengganti yang diajukan.

Saham SRTG pada perdagangan 15 Mei 2023 ditutup di level Rp2.200 per lembar, menguat 20 poin atau 0,92% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pasar merespons tenang pengumuman ini, mengingat pengunduran diri komisaris bukanlah peristiwa luar biasa yang mengubah fundamental perusahaan.

Profil Singkat Joyce Soeryadjaya

Joyce Soeryadjaya Kerr meraih gelar Bachelor of Arts dari Pepperdine University, Amerika Serikat, dan Master of Business Administration dari Northwestern University – Kellogg School of Management. Selain di Saratoga, ia juga menjabat posisi strategis di berbagai organisasi filantropi dan bisnis keluarga. Pengunduran dirinya membuka ruang bagi generasi penerus lainnya untuk terlibat lebih dalam pada tata kelola Saratoga.

Beberapa analis menilai langkah ini bisa merupakan bagian dari peremajaan jajaran komisaris. Dalam beberapa tahun terakhir, Saratoga gencar mendorong profesional muda mengisi posisi kunci. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memperkuat tata kelola dan menarik talenta baru guna menghadapi tantangan pasar yang dinamis.

RUPS dan Agenda Pemegang Saham

Berdasarkan ketentuan Pasal 101 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pengunduran diri komisaris harus disetujui melalui RUPS. Saratoga dijadwalkan mengumumkan tanggal dan lokasi RUPS melalui pengumuman resmi di surat kabar dan situs web perusahaan. Selain menyetujui pengunduran diri Joyce, RUPS juga akan membahas perubahan susunan pengurus lain jika dianggap perlu.

Selama masa transisi, fungsi pengawasan tetap dijalankan oleh Dewan Komisaris eksisting yang dipimpin oleh Edwin Soeryadjaya dibantu komisaris lainnya. Tidak ada risiko kepatuhan atau kekosongan jabatan karena jumlah komisaris masih memenuhi ketentuan minimal sesuai regulasi.

Dengan pengumuman ini, publik dan investor menantikan langkah Saratoga selanjutnya. Sebagai perusahaan investasi terkemuka dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp30 triliun, setiap perubahan kepengurusan selalu menjadi perhatian. Namun, kinerja fundamental yang kuat dan portofolio yang terdiversifikasi membuat Saratoga tetap berada pada jalur pertumbuhan yang stabil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User