Jessica Mila Bantah Abaikan Larangan Berlayar Saat Wisata ke Labuan Bajo
JAKARTA — Aktris Jessica Mila memberikan klarifikasi resmi atas tudingan bahwa ia beserta rombongan keluarganya mengabaikan larangan berlayar saat berwisata ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat...
JAKARTA — Aktris Jessica Mila memberikan klarifikasi resmi atas tudingan bahwa ia beserta rombongan keluarganya mengabaikan larangan berlayar saat berwisata ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Penjelasan tersebut disampaikan pada Senin (10/8) melalui suaminya, Yakup Hasibuan, setelah beredar kabar bahwa perjalanan mereka menuju Pulau Padar dilakukan di tengah peringatan cuaca buruk.
Dalam keterangannya, Jessica membantah seluruh tudingan yang menyebut dirinya nekat melanggar ketentuan keselamatan pelayaran. Ia menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak menerima informasi mengenai adanya larangan berlayar dari kapten kapal yang membawa rombongannya selama perjalanan wisata tersebut.
Keselamatan Keluarga sebagai Prioritas Utama
Jessica menegaskan bahwa aspek keselamatan selalu menjadi pertimbangan utama dalam setiap perjalanan keluarganya, terlebih rombongan mereka kali ini turut membawa anak-anak, termasuk putrinya, Kyarra. Oleh karena itu, seluruh keputusan teknis mengenai rute pelayaran diserahkan sepenuhnya kepada kapten kapal selaku pihak yang paling memahami kondisi di lapangan.
"Keamanan dan keselamatan selalu menjadi hal yang paling kami utamakan dalam setiap perjalanan, terlebih ada Kyarra dan anak-anak lain dalam rombongan. Mengenai penentuan rute, kami menyerahkannya sepenuhnya kepada kapten kapal karena seluruh tanggung jawab dan keputusan terkait rute, keamanan, serta keselamatan penumpang berada di tangan beliau," kata Jessica.
Menurut Jessica, keputusan menyerahkan kendali penuh kepada kapten kapal merupakan bentuk kepercayaan keluarganya terhadap profesionalitas awak kapal. Ia menilai kapten kapal memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apakah sebuah perjalanan aman untuk dilakukan atau justru harus ditunda demi keselamatan seluruh penumpang.
Tidak Ada Pemberitahuan Larangan Berlayar dari Kapten Kapal
Jessica meluruskan bahwa sejak awal perjalanan, tidak ada satu pun pemberitahuan dari kapten kapal mengenai larangan berlayar menuju Pulau Padar. Ia dan keluarga juga tidak merasakan kecurigaan apa pun sepanjang perjalanan karena suasana di kawasan wisata bahari tersebut tampak berjalan normal seperti biasa.
"Sejak awal tidak ada pemberitahuan dari kapten bahwa terdapat larangan berlayar ke Pulau Padar. Kami juga tidak menaruh kecurigaan sedikit pun selama perjalanan karena pada hari itu banyak kapal lain serta wisatawan yang bersandar dan naik ke Pulau Padar, sementara kondisi cuaca relatif baik," ujarnya.
Kehadiran kapal-kapal wisata lain di perairan sekitar Pulau Padar, lanjut Jessica, semakin menguatkan keyakinan keluarganya bahwa aktivitas pelayaran pada hari itu berlangsung secara normal dan diizinkan. Tidak ada tanda-tanda yang mengindikasikan adanya pembatasan aktivitas wisata bahari di kawasan tersebut pada waktu kejadian.
Siap Menunda Perjalanan Bila Mengetahui Larangan
Jessica memastikan dirinya tidak akan mengambil risiko apa pun apabila sejak awal mengetahui terdapat larangan berlayar akibat cuaca buruk. Ia menyatakan perjalanan keluarganya pasti akan ditunda demi menjaga keselamatan seluruh anggota rombongan yang ikut serta.
"Seandainya kami mengetahui sebelumnya bahwa ada larangan berlayar karena cuaca buruk, tentu kami tidak akan mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan keluarga. Kami pasti akan menunda keberangkatan," tutur Jessica.
Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa keluarganya dengan sengaja melanggar ketentuan keselamatan pelayaran. Jessica menegaskan tidak ada niatan sedikit pun dari pihaknya untuk memaksakan perjalanan apabila mengetahui adanya risiko yang membahayakan.
Harapan Keterbukaan Informasi bagi Pemangku Kepentingan
Menutup klarifikasinya, Jessica berharap peristiwa ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan wisata bahari, khususnya para kapten kapal, agar lebih terbuka dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi cuaca dan aspek keselamatan kepada para penumpang.
"Semoga pengalaman ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya para kapten kapal, untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpang demi menjaga keselamatan serta menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak," ucapnya.
Labuan Bajo sendiri merupakan salah satu destinasi wisata super prioritas yang telah ditetapkan pemerintah. Kawasan ini kerap menjadi sorotan terkait keselamatan pelayaran, mengingat kondisi cuaca di perairan sekitarnya dapat berubah dengan cepat. Otoritas setempat berulang kali mengingatkan operator kapal wisata untuk selalu memantau prakiraan cuaca sebelum memutuskan berlayar bersama penumpang.
Comments (0)