Jenazah Dokter Internship Jatuh dari Lantai 18 Dibawa ke Makassar

Jakarta – Seorang dokter berstatus internship berinisial dr SZM meninggal dunia setelah mengalami insiden jatuh dari lantai 18 Apartemen Puri Casablanca, Jalan Casablanca Raya, Tebet, Jakarta Selata...

Jenazah Dokter Internship Jatuh dari Lantai 18 Dibawa ke Makassar

Jakarta – Seorang dokter berstatus internship berinisial dr SZM meninggal dunia setelah mengalami insiden jatuh dari lantai 18 Apartemen Puri Casablanca, Jalan Casablanca Raya, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (22/3) dini hari. Jenazah yang telah diidentifikasi langsung dievakuasi dan keesokan harinya, Minggu (23/3), pihak keluarga menerbangkan jenazah ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tanah kelahiran almarhumah, untuk disemayamkan.

Kronologi Penemuan

Berdasarkan keterangan resmi Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Seorang petugas keamanan apartemen mendengar suara benturan keras dari area taman yang terletak tepat di bawah balkon sisi timur gedung. Setelah diperiksa, ditemukan tubuh seorang perempuan dalam kondisi kritis.

“Petugas langsung menghubungi ambulans dan melaporkan ke kami. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, namun dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan,” ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tebet, AKP Ardiansyah, dalam konferensi pers singkat di Mapolsek, Minggu siang. Pihak kepolisian langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian dan memeriksa unit apartemen korban di lantai 18.

Identitas dan Profesi

Korban diketahui berinisial dr SZM, usia 27 tahun, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Ia sedang menjalani program dokter internship yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan dan ditempatkan di RSUD Pasar Minggu sejak tiga bulan terakhir. Program magang wajib bagi dokter baru ini bertujuan untuk penyesuaian profesi selama satu tahun di fasilitas pelayanan primer maupun sekunder.

Juru bicara RSUD Pasar Minggu, dr Helmi Sukardi, mengonfirmasi bahwa almarhumah bertugas hingga Jumat (21/3) malam dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan. “Beliau adalah dokter magang yang disiplin dan disukai rekan kerja. Kami sangat kehilangan dan tengah berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memahami duduk perkara,” ujarnya. Menurut jadwal, dr SZM dijadwalkan kembali bertugas pada Senin pagi.

Pemulangan ke Makassar

Setelah proses otopsi dan administrasi di Rumah Sakit Mayapada selesai, jenazah dilepas oleh pihak kepolisian kepada keluarga pada Sabtu malam. Dengan pengawalan petugas, jenazah diterbangkan menggunakan maskapai nasional dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Minggu pukul 14.00 WITA. Rombongan keluarga turut serta, termasuk kedua orang tua korban yang telah terbang dari Makassar begitu mendengar kabar musibah.

“Kami masih belum percaya. Anak kami pergi merantau untuk mengejar cita-cita melayani masyarakat, namun kembali dengan cara seperti ini. Kami ingin segera memakamkannya di pemakaman keluarga di Kabupaten Gowa,” ucap ayah korban, Haji Sulaeman Mahmud, dengan suara bergetar saat dihubungi melalui sambungan telepon. Keluarga menolak berkomentar lebih banyak dan meminta ruang untuk berduka.

Penyelidikan Polisi

Hingga Minggu sore, polisi belum menetapkan tersangka ataupun kesimpulan penyebab kematian. Olah tempat kejadian perkara (TKP) awal tidak menemukan tanda fisik kekerasan pada tubuh korban selain luka akibat benturan. Namun, penyidik masih mendalami kemungkinan lain, termasuk faktor kesengajaan, kelalaian, atau gangguan kejiwaan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Dedi Irawan, menyatakan bahwa penyelidikan masih berfokus pada pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang lorong dan balkon, serta meminta keterangan sejumlah saksi kunci. “Kami sudah memeriksa tiga rekan korban yang tinggal di unit yang sama, petugas kebersihan lantai, dan dua penghuni apartemen lain yang diduga mendengar suara keributan sebelum kejadian. Barang bukti ponsel dan catatan harian korban juga sedang dianalisis di laboratorium forensik Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Pihak manajemen apartemen menyatakan kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Mereka juga menyampaikan belasungkawa dan meminta penghuni tidak berspekulasi sebelum hasil resmi diumumkan.

Dukungan Psikologis bagi Rekan Dokter

Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi komunitas dokter internship di Jakarta Selatan. Kementerian Kesehatan melalui Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, dr Siti Nadia Tarmizi, menyatakan telah mengirim tim dukungan psikososial ke RSUD Pasar Minggu untuk memberikan pendampingan trauma bagi rekan sejawat almarhumah. “Kami turut berduka cita yang mendalam. Saat ini prioritas kami adalah memastikan para dokter peserta program mendapatkan perlindungan kesehatan mental dan lingkungan kerja yang aman. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem penempatan dan pengawasan peserta internship akan segera dilakukan,” ujarnya.

Di apartemen, sejumlah karangan bunga diletakkan oleh teman seangkatan korban di lobi sebagai bentuk penghormatan terakhir. Suasana haru menyelimuti warga apartemen yang mengenal dr SZM sebagai pribadi yang ramah dan gigih mengawali karier kedokterannya.

Pihak berwenang berjanji akan merilis hasil penyelidikan awal paling lambat dalam waktu satu pekan ke depan. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi untuk menjaga privasi keluarga yang sedang berduka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User