Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas Mulai Dibangun, Pusat Integrasi 6 Moda Transportasi
Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta secara resmi memulai pembangunan pedestrian deck atau Jembatan Cincin Donat di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada awal pekan in
Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta secara resmi memulai pembangunan pedestrian deck atau Jembatan Cincin Donat di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada awal pekan ini. Proyek yang sudah lama dinantikan ini dirancang menjadi simpul integrasi utama yang menghubungkan enam moda transportasi publik dalam satu kawasan pejalan kaki yang terintegrasi. Pencanangan pembangunan ini menandai dimulainya transformasi Dukuh Atas menjadi kawasan transit modern yang ramah pejalan kaki, sejalan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terus didorong pemerintah.
Dilansir dari laporan Apaberita.com, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kehadiran jembatan layang pejalan kaki ini tidak akan mengganggu ikon kawasan Dukuh Atas, yaitu Patung Jenderal Sudirman. Patung bersejarah yang telah menjadi penanda utama kawasan tersebut akan tetap berada di tempatnya. "Pembangunan jembatan layang pejalan kaki ini tidak akan menggeser posisi patung Jenderal Sudirman yang menjadi ikonik kawasan tersebut," ujar Pramono dalam sambutannya. Desain jembatan bundar yang melingkari simpang Dukuh Atas justru akan menjadikan patung tersebut sebagai pusat pandangan yang bisa dinikmati dari berbagai sisi, memberikan nuansa urban yang unik dan estetis.
Konsep Jembatan Cincin dan Konektivitas
Jembatan Cincin Donat bukan sekadar jembatan penyeberangan biasa. Desainnya yang melingkar membentuk struktur serupa donat memungkinkan pejalan kaki berpindah antar moda transportasi tanpa harus turun ke permukaan jalan yang ramai. Enam moda yang akan terhubung dalam satu cincin integrasi tersebut meliputi MRT Jakarta, LRT Jakarta, KRL Commuter Line, TransJakarta, layanan bus bandara, serta titik kumpul transportasi daring. Dengan demikian, jembatan ini akan memangkas waktu perpindahan dan meningkatkan kenyamanan pengguna yang setiap harinya mengakses kawasan tersebut.
Proyek ini juga menjadi jawaban atas persoalan kemacetan dan ketidakteraturan pergerakan pejalan kaki yang selama ini terjadi di sekitar Dukuh Atas, terutama pada jam sibuk. Dengan menaikkan pergerakan pejalan kaki ke atas, trotoar dan sisi jalan akan lebih rendah beban, sementara konektivitas antar peron stasiun dan halte dapat dijalani dengan mudah. Lebih dari sekadar jalur transit, jembatan ini akan dilengkapi area komersial, ruang hijau, dan berbagai fasilitas pendukung yang membuatnya menjadi ruang ketiga yang atraktif bagi warga dan pekerja di pusat Jakarta.
Target Penyelesaian dan Pendanaan
Pengerjaan Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas ditargetkan selesai paling lambat pada tahun 2028. Seluruh pembiayaan proyek dipastikan berasal dari dana PT MRT Jakarta, sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Pramono menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemerintah Jepang melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport, and Tourism (MLIT) serta Urban Renaissance yang telah menyusun kajian awal mengenai integrasi pedestrian deck di kawasan tersebut.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Jepang melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport, and Tourism dan Urban Renaissance, yang menyusun awal kajian tentang pedestrian deck,” kata Pramono seperti dihimpun media kami.
Dukungan Jepang tidak hanya dalam bentuk kajian, tetapi juga menjadi bukti eratnya kerja sama bilateral di bidang transportasi perkotaan, melanjutkan kesuksesan proyek MRT Jakarta yang juga didukung oleh Jepang. Dengan dimulainya pembangunan ini, Dukuh Atas diproyeksikan menjadi kawasan transit terintegrasi terbesar di Indonesia, yang tidak hanya efisien secara fungsi, tetapi juga menarik secara visual dan nyaman bagi semua pengguna. Proyek ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berstandar internasional.
Comments (0)