Sep 02, 2026
Politik

James Ungkap Pejabat Bea Cukai Curhat Kantor Kena Banjir lalu Minta Rp 50 Juta

Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan pengusaha swasta bernama James sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan suap terkait impor barang di lingkungan Bea Cukai Kementerian Keuangan. Jame...

James Ungkap Pejabat Bea Cukai Curhat Kantor Kena Banjir lalu Minta Rp 50 Juta

Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan pengusaha swasta bernama James sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan suap terkait impor barang di lingkungan Bea Cukai Kementerian Keuangan. James menceritakan kronologi permintaan dana yang ia terima dari seorang pejabat Bea Cukai yang sebelumnya mengeluhkan kantornya terkena banjir.

Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim, James menjelaskan bahwa pertemuan pertama antara dirinya dan pejabat Bea Cukai tersebut bermula dari hubungan bisnis biasa. Namun, suasana berubah ketika pejabat tersebut secara tiba-tiba menyampaikan keluhannya mengenai kondisi kantor yang kerap dilanda banjir saat musim hujan tiba. James menyatakan bahwa pembicaraan tersebut awalnya berjalan santai dan tidak mengarah pada topik apa pun yang bersifat melawan hukum.

Pejabat Bea Cukai Keluhkan Kantor Terdampak Banjir

James menceritakan bahwa pejabat Bea Cukai tersebut menyampaikan curahan hatinya mengenai kondisi fisik kantornya yang mengalami kerusakan akibat banjir. Menurut keterangan James, pejabat tersebut menggambarkan bagaimana banjir telah mengganggu aktivitas kerja di lingkungan Bea Cukai. Curahan tersebut disampaikan secara langsung oleh James dalam persidangan sebagai bagian dari kronologi yang ia alami.

Setelah mendengarkan keluhan tersebut, James kemudian menyatakan bahwa pejabat Bea Cukai itu secara langsung memintanya untuk menyerahkan sejumlah uang. Berdasarkan kesaksian James, jumlah uang yang diminta oleh pejabat tersebut adalah sebesar Rp 50 juta. Permintaan ini disampaikan secara tegas oleh pejabat Bea Cukai kepada James pada kesempatan yang sama.

Permintaan Dana Sebesar Rp 50 Juta

James menegaskan bahwa permintaan uang sebesar Rp 50 juta tersebut disampaikan oleh pejabat Bea Cukai tanpa melalui proses yang jelas dan tidak sesuai dengan mekanisme anggaran resmi. Ia menjelaskan bahwa tidak ada dasar hukum atau prosedur yang melandasi permintaan tersebut. Jaksa menanyakan secara rinci mengenai waktu, tempat, dan konteks lengkap di mana permintaan itu disampaikan, dan James memberikan keterangannya secara terperinci di hadapan Majelis Hakim.

Dalam persidangan, James juga menjelaskan bahwa ia tidak memiliki pilihan lain selain memenuhi permintaan tersebut mengingat hubungan bisnis yang sudah terjalin antara dirinya dan pihak Bea Cukai. Namun, ia menegaskan bahwa ia memahami sepenuhnya bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jaksa mendalami pertanyaan mengenai motif di balik permintaan dana tersebut dan apakah ada imbalan tertentu yang dijanjikan kepada James.

Kronologi Lengkap Tersaji di Persidangan

Jaksa melanjutkan pemeriksaan terhadap James untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang melibatkan pejabat Bea Cukai tersebut. Sidang ini merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan suap dalam pengawasan impor barang. James memberikan keterangan mengenai bagaimana hubungan antara dirinya dan pejabat Bea Cukai terbentuk serta bagaimana permintaan dana tersebut akhirnya terlaksana.

Kuasa hukum pihak Terdakwa juga turut bertanya kepada James untuk memperjelas beberapa hal yang menjadi bagian dari persidangan. James menjawab setiap pertanyaan dengan lugas dan menyatakan bahwa ia menyampaikan apa yang ia alami sesuai dengan urutan waktu yang sebenarnya. Sidang akan berlanjut untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi lainnya sebelum akhirnya Majelis Hakim memutus perkara ini.

Jaksa menyatakan bahwa keterangan James menjadi salah satu bukti penting dalam menangani kasus dugaan suap ini. Pihak Bea Cukai Kementerian Keuangan hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait kesaksian yang disampaikan James di persidangan. Proses hukum terhadap pejabat Bea Cukai yang terlibat dalam kasus ini terus berlanjut sesuai dengan mekanisme yang berlaku dalam sistem peradilan Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User