Jakarta — PT Niramas Utama Tbk Resmi Catatkan Saham di BEI

Jakarta — PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman yang dikenal dengan produk jelly bermerek Jeli Jelly, resmi mencatatkan saham perdananya di Bu

Jul 09, 2026 - 10:56
0 0
Jakarta — PT Niramas Utama Tbk Resmi Catatkan Saham di BEI

Jakarta — PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman yang dikenal dengan produk jelly bermerek Jeli Jelly, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). Mengawali debutnya dengan kode saham JELI, emiten ke-48 tahun 2026 ini melepas 1,5 miliar lembar saham atau 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran Rp250 per saham. Total dana segar yang berhasil dihimpun mencapai Rp375 miliar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir langsung dalam seremoni pencatatan, menandai dukungan pemerintah terhadap perluasan akses pendanaan pelaku usaha nasional melalui pasar modal.

Berdasarkan prospektus yang dirilis, penggunaan dana IPO akan difokuskan untuk ekspansi kapasitas produksi. Sekitar 60% atau Rp225 miliar dialokasikan untuk pembangunan pabrik baru di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat, yang ditargetkan beroperasi pada kuartal pertama 2027. Sebanyak 25% dana akan memperkuat modal kerja, terutama untuk pengadaan bahan baku dan distribusi ke lebih dari 200.000 titik penjualan di seluruh Indonesia. Sisa 15% dianggarkan untuk pelunasan sebagian utang bank jangka pendek. “Kehadiran JELI di bursa menjadi sinyal positif bahwa industri makanan nasional tetap kompetitif dan menarik di mata investor,” ujar Airlangga di sela acara. “Pemerintah terus memfasilitasi perusahaan dengan fundamental kuat untuk menjadikan pasar modal sebagai sumber pertumbuhan.”

Secara historis, PT Niramas Utama mencatatkan kinerja keuangan yang stabil. Pada tahun buku 2025, perseroan membukukan pendapatan Rp1,28 triliun dengan laba bersih Rp130 miliar. Margin laba bersih bertahan di level 10,2%, sedikit di bawah rata-rata industri consumer goods besar yang mencapai 12%. Sementara itu, rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) tercatat cukup sehat di angka 0,75 kali, turun dari 0,82 kali pada 2024. Direktur Utama PT Niramas Utama, Dian Kurniawan, optimistis dana publik akan mendorong akselerasi: “Dengan pabrik baru, kapasitas produksi kami akan meningkat 30% menjadi 130.000 ton per tahun, membuka peluang ekspor ke ASEAN.”

Analisis Pasar dan Prospek JELI

Pencatatan JELI terjadi di tengah indeks saham sektor konsumen yang menguat 4,3% secara tahunan per Juli 2026. Lima IPO di sub-sektor makanan dan minuman sebelumnya mencatat rata-rata kelebihan permintaan (oversubscription) sebesar 2,7 kali dari porsi penjatahan. Kendati demikian, investor perlu mencermati ketatnya persaingan di pasar jelly domestik yang didominasi pemain besar dengan pangsa pasar di atas 20%, sementara Niramas saat ini diperkirakan menguasai 6%.

Indikator2024 (Pre-IPO)2025 (Pre-IPO)Proyeksi 2026 (Post-IPO)
PendapatanRp1,14 triliunRp1,28 triliunRp1,52 triliun
Laba BersihRp110 miliarRp130 miliarRp156 miliar
Margin Laba Bersih9,65%10,16%10,26%
Kapasitas Produksi95.000 ton100.000 ton105.000 ton
DER0,82x0,75x0,60x

Sebelum pabrik baru beroperasi penuh; estimasi pabrik baru 25.000 ton per tahun mulai Q1 2027.

“Dana hasil IPO akan memperbaiki struktur permodalan sekaligus menurunkan biaya bunga sehingga berpotensi mendongkrak margin secara bertahap,” ungkap Andi Patiwiri, analis pasar modal dari Universitas Gadjah Mada. “Namun, keberhasilan ekspansi sangat bergantung pada kecepatan penyerapan pasar serta manajemen rantai pasok bahan baku impor yang masih rentan fluktuasi nilai tukar.” Di sisi lain, rencana perseroan menggenjot ekspor ke Filipina dan Vietnam—di mana jelly instan bertumbuh 8% per tahun—dapat menjadi katalis positif jika realisasi kontrak distribusi berjalan mulus.

Dengan harga penawaran Rp250, JELI dihargai dengan rasio harga terhadap laba (P/E) 16,0 kali berdasarkan laba per saham proforma 2026 sebesar Rp15,6. Angka ini masih berada di sekitar median sektor sebesar 16,5 kali, memberi ruang potensi kenaikan sepanjang realisasi kinerja sesuai prospektus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User