JAKARTA — Petugas Pemadam Kebakaran Beristirahat Usai Padamkan Api di TPA Jatiwaringin Tangerang
Raut lelah tergambar jelas di wajah para petugas pemadam kebakaran yang beristirahat di sela-sela proses pendinginan seusai berjibaku melawan kobaran api d
Raut lelah tergambar jelas di wajah para petugas pemadam kebakaran yang beristirahat di sela-sela proses pendinginan seusai berjibaku melawan kobaran api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Pemandangan tersebut terekam usai tim gabungan berhasil mengendalikan titik api yang melahap area pembuangan sampah seluas lebih dari dua hektare sejak Selasa dini hari. Operasi pemadaman yang melibatkan puluhan personel dan belasan unit armada ini menjadi salah satu kebakaran TPA paling signifikan di Banten pada kuartal pertama tahun ini.
Kronologi Munculnya Api di Gunungan Sampah
- Pukul 02.30 WIB — Sejumlah pemulung yang bermukim di sekitar area TPA melaporkan munculnya kepulan asap putih tebal dari blok timur lokasi pembuangan. Saksi mata menyebutkan api mulai membesar dalam waktu kurang dari 15 menit, dipicu oleh tumpukan sampah kering yang mudah terbakar.
- Pukul 03.15 WIB — Tim reaksi cepat dari Pos Pemadam Kebakaran Mauk tiba di lokasi dengan tiga unit armada. Namun, akses yang terbatas dan tumpukan sampah yang tidak stabil menghambat upaya penyiraman tahap awal.
- Pukul 05.00 WIB — Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang memerintahkan pengerahan tambahan, total 11 unit mobil pemadam dikerahkan dari pos-pos sekitar, termasuk bantuan dari Kota Tangerang dan Kabupaten Serang.
- Pukul 09.00 WIB — Dengan teknik pembasahan bertahap dan pembuatan sekat bakar, api mulai dapat dikendalikan meskipun titik api bawah permukaan masih menyala di kedalaman tumpukan sampah yang mencapai 15-20 meter.
Dampak Lingkungan dan Ancaman bagi Permukiman Sekitar
Lokasi TPA Jatiwaringin yang berbatasan langsung dengan tiga desa padat penduduk menciptakan kekhawatiran serius bagi warga sekitar. Asap pekat yang mengandung gas metana dan senyawa berbahaya lainnya menyebar hingga radius tiga kilometer, memaksa puluhan keluarga di Kampung Babakan untuk melakukan evakuasi mandiri ke balai desa terdekat. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang mencatat peningkatan partikel debu PM2.5 hingga 350 µg/m³—jauh di atas ambang batas aman 50 µg/m³. Tim medis dari Puskesmas Mauk mendirikan posko kesehatan darurat untuk menangani warga yang mengeluhkan sesak napas dan iritasi mata.
Strategi Pemadaman dan Kendala di Lapangan
Komandan Regu Pemadam Kebakaran, Sersan Dua Agus Setiawan, menjelaskan bahwa kebakaran TPA memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran gedung atau lahan biasa. "Api di TPA itu seperti fenomena gunung es, yang tampak di permukaan hanya sebagian kecil, sementara di dalam tumpukan sampah terjadi pembakaran tanpa oksigen yang bisa bertahan berhari-hari," ujarnya. Tim menggunakan metode injeksi air bertekanan tinggi ke dalam tumpukan sampah serta pengerukan material menggunakan ekskavator untuk memutus rantai bahan bakar. Namun, keterbatasan sumber air di sekitar TPA sempat menjadi kendala, memaksa armada untuk mengambil suplai dari Danau Cipondoh yang berjarak 12 kilometer.
Evaluasi dan Langkah Pencegahan ke Depan
Pasca kebakaran ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bupati langsung menginstruksikan audit keselamatan di seluruh TPA yang berada di bawah pengelolaan daerah. Hasil inspeksi awal menemukan bahwa sistem ventilasi gas metana di TPA Jatiwaringin tidak berfungsi optimal, diduga menjadi salah satu faktor pemicu. Selain itu, penumpukan sampah yang melebihi kapasitas tampung turut memperburuk situasi. Rencana pemasangan sensor panas dan detektor gas otomatis akan segera direalisasikan dengan anggaran perubahan APBD 2025, bersamaan dengan program relokasi pemukiman liar di zona penyangga TPA.
Para petugas yang terlihat beristirahat dalam foto dokumentasi Antara itu hanyalah potret kecil dari perjuangan panjang melawan api. Total masa operasi mencapai 28 jam nonstop sebelum status siaga diturunkan dari merah menjadi kuning. Sebanyak tiga personel dilaporkan mengalami dehidrasi ringan dan telah mendapatkan perawatan di pos kesehatan. Masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan hingga batas waktu yang ditentukan oleh gugus tugas penanganan darurat.
[SOCIAL_FB]: Potret kelelahan yang berbicara banyak. Setelah 28 jam nonstop memadamkan api di TPA Jatiwaringin, Mauk, para petugas ini akhirnya bisa mengambil napas sejenak. Di balik foto ini, ada perjuangan melawan kobaran api bawah permukaan, ancaman asap beracun bagi ribuan warga, dan evaluasi sistem pengelolaan sampah yang harus segera dibenahi. Hormat kami untuk pahlawan garis depan.[SOCIAL_THREADS]: Ada yang menarik dari foto ini: bukan apinya, tapi kelelahannya. Petugas damkar yang istirahat setelah 28 jam lawan api di TPA Jatiwaringin. Di balik satu frame, ada cerita soal metana yang terperangkap, ventilasi mati, dan warga yang harus mengungsi. Semoga jadi titik balik pengelolaan sampah yang lebih serius.
Comments (0)