JAKARTA — Mobil Maung Tabrak Rambu Tol, Akses Slipi Sempat Lumpuh
Suara benturan keras memecah keheningan pagi di Ruas Tol Dalam Kota, tepat di akses keluar Slipi atau MPR/DPR, Kamis (9/7/2026). Sebuah kendaraan taktis pr
Suara benturan keras memecah keheningan pagi di Ruas Tol Dalam Kota, tepat di akses keluar Slipi atau MPR/DPR, Kamis (9/7/2026). Sebuah kendaraan taktis produksi Pindad, Maung, menabrak rambu petunjuk jalan hingga roboh dan menutup seluruh lajur. Insiden terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di titik KM 09+600 arah Grogol. Dalam sekejap, arus lalu lintas yang biasanya padat di jam sibuk itu langsung terhenti. Tidak ada korban jiwa, namun satu unit mobil dinas militer tersebut rusak parah di bagian depan.
Kronologi Kecelakaan Tunggal
Berdasarkan keterangan petugas Jasa Marga yang pertama tiba di lokasi, kendaraan Pindad Maung melaju dari arah Semanggi menuju Grogol. Sesampainya di tikungan akses keluar Slipi, pengemudi diduga kehilangan kendali. Mobil yang membawa tiga prajurit itu oleng ke kiri dan menghantam tiang rambu penunjuk arah. Benturan begitu kuat sehingga tiang baja setinggi empat meter itu tumbang dan melintang tepat di mulut lajur. Seluruh akses keluar Slipi tertutup total seketika. "Rambu langsung roboh menutup semua lajur, tidak ada celah untuk kendaraan lewat," ujar seorang petugas.
Dampak Lalu Lintas
Akibatnya, kendaraan dari arah Semanggi yang hendak keluar di Slipi terpaksa melanjutkan perjalanan hingga pintu keluar berikutnya di Tomang. Hal ini memicu antrean panjang sejauh lebih dari dua kilometer. Sejumlah pengemudi yang terjebak mengungkapkan kekesalannya.
"Saya sudah terlambat masuk kerja. Tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba jalan buntu. Terpaksa putar balik lewat Tomang,"keluh seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya.
Petugas kepolisian dari Satlantas Jakarta Barat segera berkoordinasi dengan Jasa Marga untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Jalur dialihkan sementara, sementara dua mobil derek dikerahkan untuk mengevakuasi bangkai rambu dan kendaraan Maung yang terperosok.
Penanganan Cepat Petugas
Sekitar pukul 07.15 WIB, tim derek berhasil memindahkan rambu yang menghalangi jalan. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena tiang rambu yang cukup berat harus dipotong terlebih dahulu menggunakan alat las. Satu lajur mulai dibuka secara terbatas pada pukul 07.30 WIB, dan seluruh akses kembali normal pada pukul 08.00 WIB. "Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Penanganan kami lakukan secepat mungkin karena ini jam sibuk," tutur Supervisor Layanan Lalu Lintas Jasa Marga, Andi Prasetyo, melalui aplikasi perpesanan.
Kesaksian Warga dan Pengguna Jalan
Warga sekitar yang tinggal di permukiman dekat pintu keluar Slipi mengaku mendengar suara benturan yang sangat keras. "Suaranya seperti tabrakan antartruk," ujar Nurhayati, seorang penjual gorengan di sekitar lokasi. Ia dan beberapa warga langsung berlari melihat kejadian dan mendapati rambu sudah roboh serta mobil militer yang ringsek bagian depannya. Tidak ada tanda-tanda kebakaran, dan seluruh penumpang dalam kondisi sadar meskipun syok.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pindad maupun TNI belum memberikan pernyataan resmi. Namun, petugas memastikan hanya kerugian material yang tercatat.
Comments (0)